
Hai semuanya....
Terimakasih ya atas dukungannya selama ini.
Dan di bab hari ini, mungkin akan menjawab sedikit rasa penasaran kalian, kenapa Moetia bisa menyembunyikan hubungannya dengan Bagas dari Manda sahabatnya.
Happy reading guys...
❤️❤️❤️
Setelah makan malam Austin mengajak Moetia bermain biliard dengan nya.
"Bolehkah nona memberi ku kehormatan untuk bermain biliard dengan mu?" tanya Austin sambil berdiri di depan Moetia dan mengulurkan tangannya pada Moetia.
Moetia tersenyum dan menoleh ke arah Bagas mengisyaratkan bahwa Moetia meminta ijin dari Bagas.
Bagas pun menganggukkan kepalanya, Moetia lalu menerima uluran tangan Austin.
Sebenarnya Moetia tidak terlalu pandai bermain bola biliard, tapi dia sering bermain dengan Gina, Samsul dan Ariyanti saat akhir pekan.
Moetia mendapatkan kesempatan lebih dulu, dia berhasil memasukkan bola tiga kali, dan sayang bola keempat meleset.
Bagas bahkan terkejut saat tahu Moetia bisa memasukkan bola sampai tiga kali.
Bagas mendekati Moetia,
"Siapa yang mengajarimu?" tanya Bagas.
Moetia menggeleng,
"Tidak ada, apa sangat buruk?" tanya Moetia
Bagas memeluk Moetia dari belakang, dan merangkul perutnya.
"Tidak, sangat baik. Aku yakin kamu bisa mengalahkan Austin. Dia pemain yang payah!" seru Bagas.
Kata-kata Bagas itu membuat Austin meleset dari targetnya.
"Oh tidak!" pekik Austin
"Lihat kan!" sahut Bagas
Mereka kembali melanjutkan bermain, sementara Reno dari tadi sibuk memperhatikan Theo yang terus menerus bergumam sendiri.
"Bos, apa kamu sehat?" tanya Reno polos
Theo menatap marah pada Reno,
"Apa aku terlihat sakit?" tanya Theo balik
Reno menggeleng,
"Tapi kenapa dari tadi kamu gelisah?" tanya Reno lagi
Theo malah berdiri dan mengabaikan Reno, dia mendekati Austin dan mengambil Stik yang sedang Austin pegang.
"Biar aku saja! kamu makin payah Austin!" seru Theo.
Austin yang terkejut melepaskan Stik di tangannya dan memukul kepala Theo.
"Hei tuan muda, sopan sedikit. Aku ini maka ipar mu!" protes nya
Bagas ikut menghadang saat Theo ingin mendekati Moetia,
"Mau apa?" tanya Bagas
__ADS_1
"Biar aku yang mengalahkannya, kamu tahu Austin sama sekali tidak pandai bermain kan?" jawab Theo.
"Lalu kalian berdua dan melawan kekasih ku yang hanya sendiri begitu, enak saja!" seru Bagas.
"Kembalikan pada Austin!" seru Bagas lagi.
Theo masih diam dan terus melihat ke Moetia yang hanya tinggal menyisakan dua bola lagi.
Theo berdecak kesal,
"Kalau ingin bermain, selanjutnya setelah mereka. Dan lawanmu adalah aku!" seru Bagas lagi.
Theo mengembalikan tongkat stik nya pada Austin.
"Lupakan saja,!" serunya lalu kembali ke meja dan duduk bersama Reno lagi.
"Kamu ada masalah sama Moetia?" tanya Reno yang dari tadi memperhatikan tingkah Theo.
"Apa maksudmu?" tanya Theo balik.
"Kamu tidak menyukai Moetia?" tanya Reno lagi.
Pertanyaan Reno membuat Theo terdiam, dia sendiri berfikir apakah benar dia tidak menyukai Moetia. Tapi apa alasannya?
"Asal kamu tahu Theo, hanya Moetia yang bisa membuat Bagas melupakan Calista. Aku sebagai teman mu hanya mengingatkan, jangan pernah mengusik Moetia, atau Bagas tidak akan pernah memaafkan mu!" seru Reno memperingatkan Theo.
"Jika memang begitu! Kenapa Bagas mau bertunangan dengan Manda?" tanya Theo kesal.
"Ceritanya panjang!" jawab Reno
"Persingkat saja Reno! jangan buat aku kesal!" sahut Theo.
"Awalnya adalah ketika Bagas memutuskan untuk membuka pabrik baru, dan bekerja sama dengan Austin untuk pembangunannya. Saat itu dia bertemu dengan Moetia, dan apa kamu tahu sejak itu sikap dingin dan kaku nya berubah. Bagas mendadak jadi protektif dan sensitif jika menyangkut Moetia. Beberapa Minggu kemudian, mereka jadi sepasang kekasih di tempat ini. Hubungan mereka sangat baik dan penuh keromantisan. Hingga hal buruk terjadi pada Manda!" seru Reno
"Manda mencelakai dirinya sendiri!" jawab Reno santai
"Tidak mungkin!" bantah Theo
Reno berdecak kesal,
"Memang itu yang terjadi, dia mencelakai dirinya sendiri dengan mobilnya hingga kecelakaan dan koma. Saat koma yang dia sebut hanya nama Bagas!" Reno menghentikan ceritanya sejenak dan melihat Theo yang terlihat sedih.
"Dan kamu juga tahu kan, Bagas tidak perduli sama sekali dengan hal itu. Karena dia tidak ingin berurusan dengan Manda dan keluarganya. Bahkan Tante Belinda pun tidak mampu membujuknya. Kondisi Manda semakin memburuk dan ternyata Moetia adalah sahabat Manda dari kecil. Saat itulah Moetia tahu bahwa Manda mencintai Bagas. Tapi Moetia tidak bisa melihat Manda seperti saat itu. Dia meminta bahkan memohon agar Bagas menjenguk Manda!" seru Reno
Theo memandang ke arah Moetia,
'Apakah aku salah menilai wanita itu?' batin Theo
"Entah apa yang di janjikan Moetia pada Bagas, hingga Bagas bersedia ikut dengannya dan pergi menjenguk Manda." ucap Reno sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa? sampai seperti itukah?" tanya Theo
"Aku yakin bukan hal biasa, dan akhirnya setelah Bagas ke Jakarta. Manda sadar. Saat itulah hubungan mereka semakin rumit. Di satu sisi Bagas hanya mencintai Moetia, disisi lain Moetia meminta Bagas menerima pertunangan nya dengan Manda agar sahabatnya itu tidak sedih lagi." cerita Reno sambil memijit pelipisnya sendiri.
Theo memandang Moetia lagi,
"Ternyata aku memang salah menilai wanita itu." gumamnya lagi.
Theo kaget saat Reno menepuk bahunya,
"Bagi yang tidak tahu cerita yang sebenarnya mungkin akan menganggap Moetia sangat kejam pada sahabatnya sendiri. Tapi sebenarnya kita tidak tahu apa yang sudah dia relakan demi sahabat nya itu!" seru Reno
Theo menganggukkan kepalanya,
"Kamu benar!" sahutnya sambil terus melihat Moetia yang sedang tertawa sambil merangkul lengan Bagas karena berhasil menang dari dari Austin.
__ADS_1
Sementara di rumah Moetia.
Diana masih berdiri di depan pintu rumah Moetia, mengetuk pintu.
Soraya membukakan pintu,
"Siapa ya?" tanya Soraya
Diana tersenyum
"Saya Diana Tante, teman Moetia. Boleh saya ketemu Moetia Tante?" tanya Diana ramah.
"Moetia belum pulang, masuk dulu Diana!" seru Soraya.
"Terimakasih Tante," sahut Diana
Diana masuk ke dalam rumah Moetia mengikuti Soraya lalu duduk di ruang tamu setelah dipersilahkan oleh Soraya.
"Moetia sudah bilang akan pulang terlambat, ada apa ya nak Diana?" tanya Soraya ramah
"Saya adalah manager Gio,"
Soraya menyela Diana
"Oh Gio pacarnya Moetia?" sela Soraya
'Pacar?' tanya Diana dalam hati
"Anda mengenal Gio, Tante?" tanya Diana
"Tentu saja, dia pria yang baik. Dia bahkan menemani Moetia saat menjenguk Manda sahabatnya di Jakarta dulu. Ada apa? katakanlah?" tanya Soraya
"Sebenarnya sudah beberapa hari Moetia tidak bisa dihubungi, dan Gio sangat cemas!"
"Kenapa Gio tidak kemari sendiri?" tanya Soraya
"Sebenarnya dia sedang ada pekerjaan, saya sendiri yang berinisiatif kemari karena Gio sangat mencemaskan Moetia!" jawab Diana
Soraya tersenyum,
"Maaf karena Moetia membuat kalian cemas ya, sebenarnya ponselnya hilang."
Soraya mengambil ponselnya dan memberikannya pada Diana.
"Itu nomer baru nya!" ucap Soraya
Diana mengambil ponselnya dan memasukkan nomer baru Moetia ke ponselnya. Setelah itu dia mengembalikan ponsel Soraya.
"Terimakasih banyak Tante," ucap Diana
"Jangan sungkan, lain kali datanglah bersama Gio.!" seru Soraya.
Diana sangat senang melihat respon mamanya Moetia yang sangat baik dan ramah.
Diana meninggalkan rumah Moetia lalu mendatangi Gio yang setengah jam lagi akan tampil.
Dengan terburu-buru Diana menemui Gio,
"Kakak, akhirnya kamu datang! bagaimana apa kamu bertemu Moetia?" tanya Gio
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
...Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komentar dan Favoritnya ya 👍👍👍...
...Think u ❤️❤️❤️...
__ADS_1