Dilema

Dilema
Dan Akhirnya...


__ADS_3

Malika membukakan pintu setelah mendengar suara bel pintu rumah Moetia berbunyi. Saat mendekati pintu Malika bertemu dengan Bi Irah yang juga akan membukakan pintu.


"Sudah bi, biar aku saja!" ucap Malika tersenyum pada bi Irah.


BI Irah mengangguk paham dan berjalan kembali menuju ke arah dapur.


Malika membuka pintu dan matanya langsung berkaca-kaca melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Ayah!" seru Malika lalu berhambur memeluk Ahmad.


Ahmad memeluk Malika dan menyeka air mata istrinya itu.


"Dimana Aries?" tanya Ahmad dengan wajah serius.


Malika menjelaskan apa yang terjadi pada Ahmad sambil mengajaknya duduk di sofa ruang tamu. Setelah mendengar penjelasan Malika, Ahmad mengepalkan kedua tangannya kesal. Matanya memerah.


"Apa dosa kita Bu, sehingga Manda bisa sekejam itu pada keluarga ini?" tanya Ahmad yang matanya sudah berembun.


Malika takut sekali jika Ahmad marah pada Manda. Tapi semua ketakutan nya itu tidak terjadi.


"Antar aku ke rumah sakit Bu, kita harus meminta ampunan untuk Manda pada mereka!" seru Ahmad.


Di luar dugaan Malika, ternyata Ahmad malah mau meminta ampunan untuk Manda. Malika mengira bahwa Ahmad akan menyerahkan Manda ke kantor polisi.


"Ayah!" panggil Malika meyakinkan.


Ahmad menunjukkan wajah sedih dan terlukanya, dia menundukkan wajahnya sekilas lalu mengangkat wajahnya menatap Malika.


"Selama ini Aries yang melakukan segalanya untuk Manda, mungkin inilah usaha terakhir yang aku bisa lakukan untuknya. Sebagai ayahnya!" ucap Ahmad dengan nada suara yang bergetar.


Air mata Malika lolos begitu saja, suaminya itu adalah orang yang baik yang tidak pernah memohon pada orang lain. Manda benar-benar telah membuat mereka berdua tidak berdaya.


Sementara orang yang sedang dibicarakan sedang menangisi nasibnya di kamar mandi kamarnya. Manda berusaha menggosok noda darah Reno yang tak kunjung hilang. Manda berteriak histeris menyesali semua perbuatannya.


Malika mengantar Ahmad ke rumah sakit dan kemudian menuntunnya mengarahkan langkahnya ke ruangan dimana keluarga Aries dan Chairul berada.


Semua mata tertuju pada dua orang yang baru saja datang dan memasuki ruangan itu.


Aries bahkan berdiri ketika melihat Ahmad berjalan ke arahnya.


Brukk!

__ADS_1


Ahmad menjatuhkan dirinya ke lantai dia berdiri dengan lututnya di hadapan Aries.


Mata Aries membulat sempurna, dia memegang kedua lengan Ahmad memintanya untuk bangkit.


Tapi Ahmad menolaknya, semua mata tertuju pada Ahmad yang menundukkan kepalanya di hadapan Aries.


"Ampunilah kesalahan ku, yang tidak bisa mendidik putriku dengan benar!" ucap Ahmad terputus-putus karena lelaki yang sudah tua itu bicara sambil berusaha menahan rasa sakit hati, malu dan tangisnya.


Soraya bahkan yang tadinya ikut berdiri jadi terduduk lemas.


"Mas, bangun dulu!" seru Aries merasa tidak enak pada Ahmad.


Malika ikut bersimpuh di samping Ahmad, Moetia langsung berjalan dengan cepat menghampiri Malika dan berjongkok di hadapannya.


"Tante, apa yang Tante lakukan?" tanya Moetia sedih.


Ahmad menoleh ke Moetia.


"Maafkan Om ya nak, kesalahan Manda semua adalah karena Om tidak bisa mendidiknya dengan benar! jika Moetia ingin menghukum , maka hukum saja Om, nak!" lirih Ahmad.


Audrey bahkan harus menggenggam tangan Austin melihat kedua orang tua Manda sampai seperti itu demi Manda.


"Jika itu Daddy, pasti dia malah akan menghukum ku kan?" tanya Audrey melihat wajah Austin.


Aries lalu berjongkok di depan Ahmad. Aries menepuk bahu Ahmad.


"Bangun lah, mas. Aku tidak akan membawa Manda ke kantor polisi!" seru Aries pelan.


Ahmad menoleh dan mengangkat kepalanya.


"Aku janji padamu, aku akan membawa Manda pergi jauh, sangat jauh." ucap Ahmad dengan kesungguhan hatinya.


Semua mata kembali menatap nya, Moetia menggenggam tangan Malika dengan erat.


"Tante, jangan... Moetia menyayangi Tante seperti ibu Moetia sendiri, kita sudah bersama selama puluhan tahun..."


Aries memegang bahu Moetia dan mengajaknya berdiri hingga Moetia tidak meneruskan ucapannya.


"Bangunlah mas, Malika!" kata Aries datar


Ahmad dan Malika perlahan berdiri, kedua orang tua itu benar-benar tidak berdaya.

__ADS_1


"Yang di dalam adalah Reno, mas Chairul dan mbak Belinda lah walinya, jadi..."


Sebelum Aries selesai bicara, Chairul sudah mendekati Ahmad. Chairul menepuk bahu Ahmad.


"Kamu adalah orang yang sangat baik pak Ahmad, kami tidak akan memperpanjang masalah ini lagi. Tapi tepati lah ucapan mu untuk membawa putri mu yang telah berusaha mencelakai anak-anak ku pergi sejauh mungkin!" tegas Chairul.


Ucapan Chairul membuat semua mata tertuju padanya. Ahmad hanya dapat menghela nafasnya. Dia merasa lega, setidaknya Manda tidak akan di penjara selama dua puluh tahun atau lebih karena percobaan pembunuhan berencana.


Beberapa hari kemudian, Reno akhirnya sadar. Kesadaran nya itu di sambut senyuman semua orang.


Dokter mengatakan bahwa Reno mempunyai semangat yang sangat kuat untuk bertahan.


"Tentu saja, aku ingin memanggil Tante dengan sebutan ibu!" ucap Reno lemah memegang tangan Belinda.


Tangis Belinda pecah, dia sangat bahagia. Chairul juga sama bahagianya dengan Belinda.


Sementara itu, Aries dan Soraya mengantarkan kepergian Manda, Ahmad dan Soraya ke bandara.


Aries melarang Moetia ikut, karena putrinya itu sangat berhati lembut. Dia tidak akan tega pada Malika dan Ahmad yang sangat dia sayangi.


Hari-hari indah Moetia jalani bersama dengan Bagas, saat di apartemen mereka sangat mesra, bahkan di kantor pun. Bagas selalu mencuri-curi waktu untuk menyelinap ke ruangan istrinya itu untuk mencuri sebuah ciuman dari Moetia.


Sementara hidup Manda dan keluarganya, karena skandal yang dibuat Manda tercium publik, maka karirnya sebagai model pun harus berhenti.


Aries memberikan mereka sebuah restoran kecil di daerah pinggiran kota Jakarta. Dan penghasilan dari restoran itu cukup membiayai hidup dan pengobatan adik Manda.


Audrey dan Theo pun akhirnya menikah, dan hidup bahagia. Karena Theo memaksa Audrey untuk tinggal bersamanya dan tidak kembali lagi ke Singapura.


Sementara Gio, karirnya makin terkenal dia menjadi penyanyi yang sukses. Dan meskipun hatinya belum terbuka untuk wanita lain, dia cukup bahagia.


Diana juga karena Gio sudah sukses dia bisa mengambil hak asuh anaknya.


Sementara tuan berhati malaikat kita, Belinda sungguh pantang menyerah untuk menjodohkannya dengan Vivian. Selain kare a bibit bebet dan bobot Vivian sudah jelas baik. Seperti nya Reno juga menyukainya.


Happy Ending...


...❤️❤️❤️...


...Terimakasih semuanya, selamat bertemu lagi di karya Aunty author selanjutnya......


...Love u all ❤️❤️❤️...

__ADS_1


... ...


__ADS_2