
" Idih kayaknya Lo yang lupa beli. Harga diri Lo udah ga ada semenjak Lo lindungin si cabe! Mendingan Lo beli harga diri lagi deh? Takutnya, nanti dikatain ga punya harga diri. " Ejek Abel lalu keluar dari kamar itu meninggalkan Olivia yang masih menahan emosinya.
" Tahan Liv..tahan.. " batinnya lalu pergi juga meninggalkan kamar itu menuju halaman belakang vila.
Anak anak yang ada dikamar pun mulai keluar satu persatu menuju halaman belakang yang sudah diinfokan Tasya di group chat.
" Selamat Malam Anak anak! Apa kabar? Masih semangat kan?! " Seru Pak Bayu ditengah lapangan.
" Semuanya! Kita duduk mengelilingi lapangan ya! Membentuk lingkaran! " Sambung Andrew.
" Eh Sya! Wid! sini! " Ajak Tania yang sudah duduk ditemani Olivia, dan Caca.
Tasya pun ikut duduk diantara Tania dan Caca. Duduk tanpa alas, hanya rumput hijau yang menjadi alas duduk mereka.
" Anak anak! Apa kalian sudah diberitahu cara membuat api unggun? " Tanya Pak Bayu.
" Sudah pak! "
" belum pak! "
" Sepertinya ada yang sudah ada yang belum. Sekarang bapak minta, 5 orang dari kalian membuat api unggun ditengah tengah kita. Bapak pilih ya? " Seru Pak Bayu lalu memperhatikan semua murid dengan saksama.
" Nathan, William, Olivia, Widya dan Tasya. Silahkan 5 orang yang sudah bapak panggil maju kedepan untuk membuat api unggun. Walaupun ada yang sudah dan belum. Sekarang bapak ingin melihat kerja sama kalian berlima. Yang sudah, membantu yang belum, jadi kita sama sama tahu ya nak! " Jelas Pak Bayu.
Nathan, William, Tania, Widya dan juga Tasya pun maju ke tengah tengah lapangan.
" nak, ini bapak sudah siapkan kayu. Kalian tinggal membuat api saja, dan ingat! Tidak boleh memakai alat pembuat api apapun! Kalian berusaha dengan cara tradisional ya. " Jelas Pak Bayu lalu memperlihatkan sekumpulan kayu ditengah tengah mereka.
" Beneran pakai cara tradisional pak? " tanya Nathan.
" Iya nak, bapak ingin tahu seberapa keras usaha kalian " Jelas Pak Bayu.
" Liv, ambil 10 batu kerikil. Kita gosok gosokan keduanya. " Sambung William.
" bentar, gue ambil "
" ini, " ucap Olivia lalu memberi Tasya, Nathan, William dan juga Widya masing masing 2 buah batu.
" Beneran nih? " Tanya Widya.
" Usaha aja dulu " Jawab Tasya lalu menggosokkan kedua batu tersebut secara cepat.
" Semangat Tasya! William! Nathan! Oliv! Widya! " Seru Tania menyemangati sahabat sahabatnya itu untuk membuat sebuah api.
Mereka berempat pun juga melakukan hal yang sama. Walaupun sedikit pegal, tapi menurut mereka ini sangat menyenangkan!. Sampai Tasya berhasil mengeluarkan percikan api dari kedua batu tersebut yang digosokan secara terus menerus.
" eiii! Aku berhasil!!! Lihat!! " Seru Tasya lalu melemparkan kedua batu tersebut ditumpukan kayu.
" Bagus Sya! " Balas Widya.
" Bagus Tasya! hebat! " Seru Pak Bayu.
" Kerennn Tasyaaa!!! " Seru Tania seraya bertepuk tangan.
" Baiklah anak anak, karena Tasya bisa menyalakan api unggun menggunakan cara alami. Maka bisa kita lanjutkan acara barbeque kita! " Seru Pak Bayu yang membuat siswa siswi senang mendengarnya.
" Beneran pak???? " Tanya Tania.
" Iya dong! Baiklah, Tasya, William, Nathan, Widya dan juga Olivia silahkan kembali ke tempat kalian. "
" baik pak "
Tasya pun kembali duduk disamping Tania dan Caca.
" Hebat!! " Ucap Caca pelan lalu bertepuk tangan.
Tasya pun tersenyum atas pujian sahabat lamanya itu.
" Andrew. Bawa daging sapi, daging ayam, jagung kesini ya. Taruh saja di meja ini " Ucap Pak Bayu menghadap Andrew.
" Baik pak, Apa alat panggangan juga dibawa? "
" Bawa saja. Ajak 1 orang temanmu untuk membantu mengangkat alat panggang itu. " Tegas Pak Bayu.
" Baik pak, Jo sini! "
" ah emang harus gua gitu?! " Gerutu Jojo seraya berdecak kesal karena ajakan Andrew.
" Ayolahh! Nanti gua bakarin jagung deh! " Ucap Andrew seraya merangkul Jojo.
" beneran ya? "
" yoi! "
Beberapa menit kemudian, Andrew dan juga Jojo membawa alat panggangan untuk dijadikan alat barbeque.
" Daging sama Jagungnya mana? " Tanya Tasya.
__ADS_1
" Belum gua ambil. Bentar lagi gua ambil kok, tangan gua pegel abis ngangkat alat panggangannya itu " sahut Andrew.
" Gua yang ambil aja ya? kasian toh tangan lu sama Jojo. Sampai merah begitu, berat banget ya? "
" Berat! Yaudah Sya, makasi ya " jawab Jojo seraya memperlihatkan tangannya yang memerah.
" iya sama sama. " Tasya pun pergi ke dapur bagian Vila untuk mengambil sebuah daging sapi, daging ayam, dan juga jagung.
Beberapa menit kemudian, Tasya keluar dari vila membawa bahan makanan tersebut lalu ditaruh dimeja.
" lho Sya? Kok Lo yang bawa? bukannya tadi Andrew sama Jojo yang disuruh ya? " Tanya Widya.
" Iya, tadi tangan mereka berdua merah. Jadi gua yang gantiin bawa " jawab Tasya seraya kembali duduk ditempatnya.
" ohh gitu "
" Yasudah anak anak! Mari kita mulai saja acara kita malam ini. " Seru Pak Bayu.
Mereka pun memulai acara barbeque mereka. Seru dan perasaan hati yang gembira terlukis di wajah mereka. Ada juga yang bakar bakaran, semuanya ada dalam malam itu.
" hai Sya " Sapa Nathan menghampiri ditemani William dibelakangnya.
" hai Sya! " sambung William.
" hai juga, Nath, Wil. " jawab Tasya ramah seraya memakan jagung bakar.
Diam diam, Nathan tersenyum melihat wajah cantik Tasya yang tersinari cahaya api unggun dan juga diselimuti Hoodie berwarna putih. Ditambah geraian rambutnya yang berterbangan mengikuti arah angin. " Sungguh mempesona " batinnya.
William pun sama. Ia terkekeh melihat Tasya yang antusias sekali memakan jagung sampai habis. Bahkan sudah ada beberapa jagung disampingnya yang sudah ia makan.
" Kalian ngga makan? " Tanya Tasya.
" Tadi udah " jawab William.
" Lo kalau makan rakus banget si hahaha " Kekeh William melihat tingkah Tasya yang seperti anak kecil baginya.
" Biarin! Gue suka makan! Terserah gue lah! mulut! juga mulut gue! " gerutu Tasya.
" apa apaansi! " batin Nathan yang kesal melihat mereka berdua.
" hei kalian! apa enggak engeh kalau gue juga ada disini! " Seru Nathan.
" iya! tau kok! lagian lo gak ngomong apa apa. " sahut Tasya.
" hei! Ada yang bisa main gitar dan bernyanyi ditengah lapangan ini? Gue bosen! " Gerutu Jojo.
" Benar juga, lebih seru jika ada yang memainkan alat musik dan bernyanyi. Itu akan menambah keseruan bagi kita semua! " Sambung Pak Bayu.
" heh! apa apaan si! kok gue!! "
" Wah bagus itu! Kita belum pernah dengar Tasya bernyanyi lho. Dan siapa yang akan mengiringi? " Tanya Andrew.
" Gue aja! " Sahut William yang membuat seluruh mata tertuju padanya.
" e-e-e ya-yasudah! Silahkan William, " Ucap Pak Bayu.
William pun maju ke tengah lapangan didampingi Tasya disampingnya.
Perasaan cemburu melingkupi tubuh Nathan melihat Tasya berdampingan dengan William. Ingin sekali ia memukul William, tapi ia tahu, ia bukan siapa siapa dan tidak ada hubungan spesial antara dia dan Tasya.
" Nih Will! " Ucap Jojo lalu memberi gitarnya ke William.
William pun mulai memetikan satu senar dan memencet senar yang berada diatas frat. Lalu memulai intro.
Tasya mulai menghayati alunan melodi yang diberikan William dalam gitarnya lalu mulai menyanyikan sebuah lagu.
- HIVI -
......................
Ketika 'ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya
Masihkah ada dia di hatimu bertahta?
Atau ini saat bagiku untuk singgah di hatimu?
Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
__ADS_1
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku..
Tasya mulai berhenti dibagian kedua. Membiarkan William juga ikut bernyanyi.
Kini 'ku tak lagi dengannya
Sudah tak ada lagi rasa
Antara aku dengan dia
Siapkah kau bertahta di hatiku hai cinta
Karena ini saat yang tepat untuk singgah di hatiku
Namun siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu...
Dibagian ke tiga. Tasya pun melanjutkan melodinya, membuat orang orang yang menonton mereka terangah angah. Caca dan Brian yang melihatnya pun tersenyum karena Tasya mulai menunjukan bakatnya didepan orang banyak lagi.
Pikirlah saja dulu
Hingga tiada ragu
Agar mulus jalanku
Melangkah menuju ke hatimu
Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?..
Dibagian terakhir, mereka menyanyikan lagu bersama. Membuat orang yang melihatnya terpesona akan penampilan Tasya dan William malam itu.
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti 'ku tak merasa
Ada yang berbeda di antara kita
Dan tak mungkin 'ku melewatkanmu hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta katakanlah jangan buat sia-sia
Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?..
Sehabis menyanyikan sebuah lagu. Banyak orang yang menonton bertepuk tangan atas penampilan Tasya dan William. Ada juga yang memvideokan penampilan mereka sampai akhir. Banyak yang terkejut karena selama ini ternyata Tasya bisa menyanyikan sebuah lagu kecuali Caca dan Brian.
__ADS_1
Dimalam itu, semua orang merasakan kehangatan dan keseruan yang empunya tempat tersendiri dihati mereka. Widya juga sangat senang memiliki teman teman baru yang pastinya berbeda dari teman teman sebelumnya.
" sungguh? "