
Aku mengirim pesan chat wa pada sahabatku, ku katakan aku akan kerumahnya, sekalian mengambil barang online pesanan beberapa pelanggan.
Aku rasanya mau curhat pada Dita sahabatku itu, ku katakan padanya aku tak membawa motor aku tadi diantar, diapun bersedia menjemputku ke sekolah, senang sekali hati ini sahabatku begitu pengertian.
Dita sahabatku itu seorang Ibu rumah tangga, tapi dia mempunyai usaha Online ada toko baju di rumahnya.
Hanya saja baru-baru ini aku kepikiran bekerja sama dengan nya walaupun usaha kecil-kecilan, kata Dita biar tak susah apabila anak minta uang jajan, agar tak terlalu meminta kepada suami.
Dia beargumen enak kalau punya uang sendiri. Ucap Dita bersemangat saat aku mau menjadi rerseller jualannya.
*
Lama sekali aku menunggu, teman di kantor sudah pada pulang. Berkali-kali aku melihat jam di tangan, Dita tak kunjung datang, aku telepon tak ada jawaban..
"Lagi menunggu siapa Bu?" ucap Pa Riki.
"Teman pa".sahutku.
"Bapak belum pulang" ucapku lagi.
"Belum untuk apa pulang, Ibu masih disini".
Aku mengeryitkan dahi, dan tertawa.
"Bapak aneh". Kembali tertawa sambil menyahut.
"Ya memang aneh, aneh karena Ibu". Sahut Pa Riki kemudian dia juga tertawa.
Drrt..Drrt..
Ponselku bergetar.
"Aduh sorry say..!aku lagi mampir di mini market nih, beli camilan buat sahabatku tersayang, ini aku lagi antri, tunngu ya!".
__ADS_1
Aku mengerucutkan bibir.
"Lama tau nunggunya" aku perdengarkan suara merajuk pada sahabatku itu.
"Maaf say!" hehee
"Jemput aku dulu baru ke mini market biar kita sama-sama,membeku aku jadi patung nungguin kamu say" ucapku
"hahahaa" terdengar suara Dita tertawa.
Setelahnya telepon dimatikan oleh Dita.
"Dasar" kataku.
"Kenapa Bu, apa temannya gak jadi datang" bertanya Pa Riki.
"Jadi Pak" sahutku
"Oh.., kirain gak jadi datang, nanti saya anterin aja" kata Pak Riki lagi.
Drrt..Drrrt
Ponselku bergetar.
"Aku sudah di depan pintu gerbang say" kata Dita
"Iya" sahutku.
"Pak duluan Ya" ucapaku pada Pak Riki.
"Ya, hati-hati". Sahut Pak Riki lagi.
Akupun berlalu dan bergegas mendatangi Dita yang lagi di depan pintu gerbang sekolah.
__ADS_1
*
"Naik say.." kata Dita
Akupun naik ke atas motor, dan berlalu lah motor itu dengan kencang,ku cubit pinggang Dita, Dia hanya tergelak dan tertawa.
Sampai di rumah akupun masuk Dita juga, dia langsung mengambil minuman dan menyiapakan banyak sekali cemilan, sampai melongo aku di buatnya,
"Kamu mau apakan cemilan itu Dit". ucapku
"Buat kamu lah bestiee!Masa buat abang pejnual pentol lewat" berkata Dita dengan lucu seperti suara bebek.
"Iya kali..nngapain ssbanyak itu" kata ku lagi.
Buatt sahabatku yang cantik dan imut kayak kelinci plus kue bakpau dengan pipi gembul" kemudian mencubit pipiku.
"Ihh..apa an sih! Sakit tau"ucapku sambil meringis
Kemudian kami tertawa bersama.
"Biarin aja kalau ga habis bungkus lagi! gampang kan! lagian itu cemilan semua kesukaan kamu say".Ucap Dita dengan bersemangat.
"aduh co cwet banget sih say.."
Mengobrol lah kami, kemudian Dita menghidupakan TV.
"Bentar say aku sambil buka toko dulu ya? kamau ga apa- apa kan tinggal bentar di samping ini juga?" Ucap Dita
"Iya, aku ikut ya" Sahutku
Jadilah aku membantu Dita membuka tokonya.
"Bawa aja jajananya say,kita ngobtol disini aja" Dita berkata padaku.
__ADS_1
"Oke" sahutku lagi
Begitulah Dita sahabatku aku yang sibuk dengan mengajar jarang sekali ke rumahnya, persahabatan kami dimulai pada saat aku awal-awal pindah kesini, saat itu kami bertemu di taman saat memesan mie ayam kebetulan saat itu tertukar pesanan juice kami, dan terjadilah pembicaraan seru setelahnya, dan kami berteman sampai sekarang.