Dilema

Dilema
Part 32 Ide Jualan


__ADS_3

Setelah sholat Dzuhur aku membuat pudding sehabis dari pulang mengajar, ku tuang di dalam wadah cetak plastik milikk.


Setelah itu ku dinginkan dan ku tutup rapat, nanti akan aku berikan pada Ria.


Akan aku panggil saja nanti, anakku juga masih bermain disana,kuambil makanan dan memberikannya pada anakku, biasanya apabila aku sudah pulang pasti.


Mengambilkan makanan untuknya, nanti dia makan sendiri,terkadang lebih banyak kalau Ria dan Rika juga mau makan, aku pulang dan berbaring sejenak menselonjorkan kaki.


Kemudian aku menagambil hp untuk sedikit bersantai, suasana yang tak ribut membuatku nyaman dan tak terasa akupun terlelap.


*


Di sore hari aku terbangun,badanku terasa nyaman, kemudian aku bangun dan menuju dapur, setelahnya ku ambil air wudhu untuk sholat asar.


Kemudian kuambil pudding untuk membawa ke rumah desi, aku ingin memanggil Ria atau anakku untuk mengambilnya, tapi mereka tidak berada diluar, kemungkinan asyik bermain di dalam.


Akupun memutuskan untuk berjalan dan membawa pudding itu ke rumah Desi, aku berjalan dan menuju pintu belakang rumah Desi, ku lihat pintu rumah bagian belakang terbuka setengah, ketika aku melangkah mau masuk.

__ADS_1


" Suruh saja Andre bercerai!dari dulu aku tak terlalu senang dengan Si Nadia itu,Nadia sekarang, tak pernah memberikan uang lagi padaku, apalagi memberiku oleh-oleh, ketika pulang bekerja, tak pernah lagi, rugi aku, huh!"


Suara itu suara Ibu, terdengar sangat kesal.


"Jangan lah nanti Andre marah ! "Sahut ayah mertua.


"Tak bakalan, aku akan memikirkan cara, agar Andre menurut padaku". Ucapnya setengah berteriak.


Degh.


Akupun terkejut, dan membalikkan badan ini, melangkah menjauh dan berjalan ke arah depan , ya aku lewat depan saja, mereka tak akan tau kalau aku sudah mendengar niat buruk Ibu mertua.


Ria ini puding kataku didepan pintu rumah Desi.


Ria beranjak dan mengambilnya, dia mengucapkan terima kasih dan kembali bermain bersama Faira danRika, sementara di pojok kasur du depan TV aku melihat Dion tertidur .


Aku pulang setelah mengantar pudding, hati ini berkecamuk rasanya, ada rasa kesal, geram, kecewa dan benci bercampur jadi satu.

__ADS_1


Seperti itu Ibu mertua padaku, ya.. aku bukan menantu yang di inginkan, sebenarnya bisa saja aku memberi lagi seperti dulu.


Tapi, kebutuhannku bagaimana, aku harus segera mengumpulkan uang dan aku kuliah agar aku lepas dari ini semua.


Aku tak tau suamiku setuju atau tidak dengan perjodohan nanti, aku harus tetap berjaga-jaga.


Kalau memang suamiku menolak aku masih bisa memperbaikimya kembali , tapi kalau tidak aku tak akan terima, selama ini aku selalu mengalah.


Suamiku memberi nafkah yang tak layak, kasarnya suamiku , omelannya, bahkan rasa sakit ini selalu setiap hari masih terasa, untuk wanita lain, aku tak akan terima dan tak akan ku maafkan.


Aku harus mengatur strategiku sendiri, untung saja aku tadi yang pergi mengantar pudding itu, kalau bukan aku, atau aku menyuruh Ria mengambil, tak mungkin aku mendengar apa yang di katakan Ibu mertua di dapur rumah Desi itu.


Lama aku berpikir dan Ide jualan itu timbul di benak ini aku akan berjualan online saja, aku ada beberapa teman yang berjualan online.


Aku akan mengambil barang darinya dan ku jual kembali, dengan mengambil untung sedikit, setidaknya aku mengumpulkan sedikit demi sedikit untuk aku kuliah, agar aku bisa mengikuti tes nanti dan sesuai jurusannku agar linear.


Ini harus aku lakukan agar aku tenang dan nyaman.

__ADS_1


__ADS_2