
Aku adalah seorang sarjana di Ilmu pemerintahan, namaku Andre Setiawan, aku bekerja di sebuah perusahaan jasa di kotaku,jam masuk kerja jam sembilan pagi, pulang kerja jam satu siang, terkadang jam dua siang.
Karena aku kuliah itulah, aku merasa banyak sekali jasa pada Ibu dan Ayah, banyak sekali biaya yang dikeluarkan sewaktu aku kuliah , saat nya lah aku membalas segala kebaikan Ibu dan Ayah.
Ibu juga berkorban demi aku saat melahirkanku,mengurusku dan membesarkanku, tak suka rasanya apabila Nadia terkadang komplen dengan Ibu, aku ber alasan dan apa saja aku bela.
Nadia yang harus mengalah pada Ibu, apapun itu, Ibu pun orang yang selalu menuruti keinginanku, sifatku yang mudah marah tak ayal Ibu hanya diam saja, kalau saja saat ku marah ada yang mengelak keinginan ku , aku akan marah besar Ibu sudah mengerti aku.
Pernah ketika aku masih sekolah, aku meminta ingin di belikan sebuah motor, Ibu ku beralasan tak ada uang, jadilah aku mengamuk di rumah,ku patahkan apa saja yang kulihat, apa pun itu, Ibu kemudian membujukku, setelah dia menyanggupinya aku berhenti dengan ulahku.
Aku sangat rajin sebelum masuk kerja jam sembilan aku biasanya me cek kebun sawit di kebunku, terkadang bila di kantor ku, tak banyak yang di kerjakan aku ke kebunku
__ADS_1
Untuk sekedar me cek saja kebun itu, melihat keadaan buah, pupuk dan yang lainnya.Penghasilan yang lumayan membuatku rajin, ketika gajian tiba tak lupa aku memberi Ibu uang, pun dengan keponakanku, mereka lebih ku prioritaskan.
Istri ku, ku kasih dari sisa gajiku saja, kubiarkan dia, toh dia bekerja dan mempunyai gaji,selama ini dia tak pernah mengeluh selalu diam saja.
Tak pernah Faira mengeluh dengan Jajan, akupun sering menikmatinya, kadang ku marah , padahal aku tau uang yang ku beri tidak cukup,aku juga ingin dia selalu bergantung padaku.
Lagipula kalau aku tak memberi pada Ibu, bisa diambil kebun yang kurawat sepenuh hati, itu tak boleh terjadi, tapi itu tak akan mungkin dilakukan Ibu.
Aku sering membeli alat pancing keluaran terbaru, yah sekedar hobi saja, Nadia sering keberatan, tapi dia tak biasa berbuat apa-apa.
pulang aku terkadang tak membawa hasil buruan, tak apa yang penting aku represhing, terasa senang itulah aku menyukai berburu, Masalah pengeluaran dapur,biarkan Nadia yang memikirkan kebutuhan rumah tangga, aku tak terlalu ambil pusing.
__ADS_1
Aku heran terkadang dengan Nadia yang selaul berganti-ganti makanan, berganti lauk, tapi tetap saja ada uangnya, padahal aku tak memberi uang banyak,Jajan Faira pun ada,terkadang aku curiga , tapi di hpnya aku tak menemukan apapun, di sekolah tempat dia bekerja aku juga tak menemukan bukti apapun.
pernah aku mengikutinya dia tetap berangkat mengantar anakku dan menjemputnya, anakku di bawanya ke sekolah, masuk ke dalam sekolah itu tanpa ada sesuatu yang mencurigakan, dan mereka pulang bersama.
Aku bergantian menjemput anakku sekolah, karena anakku pulang jam sebelas siang.
Sebenarnya aku takut, Nadia itu cantik, itulah mengapa sebabnya aku tak memberi uang lebih padanya, aku takut dia jadi ngelunjak dan tak menghargai aku.
Faira anakku sangat pintar, bila aku yang mengantarnya atau menjemputya ke sekolah tak alang kepalang, gembira anakku itu,dia sangat dekat padaku, memang lebih dekat dengan Nadia Ibunya, wajar dia seorang Ibu.
Aku kadang mengajak anakku jalan-jalan sore dia tertawa senang, padahal hanya berkeliling saja,entah itu di komplek sebelah atau sekedar membeli es cream, begitulah anak kecil, hal sepele dan remeh saja dia akan bahagia.
__ADS_1
Dulu Nadia ku ajak senang dan mau, tapi sekarang tidak mau lagi, tak tau jua kenapa, alasannya ingin beberes rumah, kadang tak ku hiraukan, mungkin benar adanya, dan tak masalah bagiku.
Keponakanku pun sama,aku perlakukan, sma ku beri jajan atu yang lainnya, aku kadang ikut bermain bersama mereka dan anakku.