
Manda sudah tiba di rumah Bagas, dia segera membunyikan bel rumah Bagas.
Pelayan membukakan pintu dan mempersilahkan Manda masuk.
Manda segera ke dapur karena yakin bahwa Belinda pasti ada di sana.
Dan benar saja, Belinda bersama kedua pelayannya sedang menyiapkan makan malam.
"Selamat malam Tante!" sapa Manda pada Belinda lalu mendekati dan memeluknya.
"Malam sayang, kamu sudah datang. Lihatlah, kamu memang selalu bisa tampil sempurna Manda!" puji Belinda.
"Terimakasih Tante." sahut Manda.
Belinda mengajak Manda ke ruang makan dan menyiapkan semua peralatan yang akan dipakai.
Melihat ada tiga tambahan piring, Manda pun bertanya siapa yang akan bergabung bersama mereka.
"Tante, apa akan ada tamu yang datang?" tanya Manda.
Belinda tertawa,
"Ha ha ha, oh iya. Tante lupa memberitahukannya padamu. Adik Austin datang dari Singapura, jadi Tante juga mengundangnya bersama Theodore juga!" jawab Belinda.
Manda tersenyum senang, jika para sahabatnya itu datang. Itu artinya Bagas tidak akan beralasan menolak makan malam ini.
"Benarkah Tante, adik Austin dulu juga adalah teman satu angkatan ku sewaktu kuliah, kira-kira dia masih mengingatku tidak ya?" seru Manda.
"Benarkah, Tante senang mendengarnya. Audrey adalah gadis yang manis. Kalian pasti akan cepat menjadi akrab!" sahut Belinda.
"Semoga saja Tante!" balas Manda.
Mereka berdua melanjutkan persiapan mereka, hingga suara bel pintu berbunyi.
Pelayan Bagas segera membuka pintu, dan benar saja Austin sudah datang bersama Audrey dan Theo.
Mereka bertiga di persilahkan langsung ke ruang tengah. Ketika pelayan memberitahu nya bahwa teman-teman nya sudah datang, Bagas pun turun kelantai bawah dan menemui ketiga sahabatnya itu.
"Selamat datang!" sap Bagas.
Theo malah terkekeh melihat Bagas hanya memakai kaos dan celana pendek.
"Ayolah tuan muda, tidak bisakah kamu menghargai kami. Lihatlah aku bahkan memakai pakaian formal begini!" seru Theo menyombongkan dirinya.
Audrey mendekati Bagas dan menanyakan tentang Moetia.
"Kudengar Tante Belinda akan mengenalkan calon menantunya padaku, kamu sedang bermain api ya?" bisik Audrey.
Bagas pun melihat ke arah Austin dan Theo.
"Apa kalian belum mengatakan segalanya pada gadis ini?" tanya Bagas.
"Tidak sempat!" jawab Austin dan Theo berbarengan.
"Kalian sungguh lamban!" keluh Bagas.
__ADS_1
Audrey malah terkekeh geli melihat ekspresi dari masing-masing wajah ketiga sahabat itu.
"Sudahlah, dimana Tante. Aku bawakan hadiah untuknya!" seru Audrey.
"Mungkin di ruang makan, kalau begitu kita kesana saja!" ajak Bagas.
Theo malah mendekat ke Austin.
"Sepertinya kita akan melihat pertunjukan yang menarik."
"Aku peringatkan padamu, jangan memperkeruh suasana, kamu yang selalu membuat masalah tapi aku dan Reno yang harus selalu menyelesaikan nya!" keluh Austin.
"Ck, aku janji tidak akan membuat masalah!' sahut Theo lalu meninggalkan Austin dan menyusul Bagas dan Audrey.
Austin berusaha untuk percaya pada apa yang dikatakan Theo. Dia pun menyusul mereka ke ruang makan.
"Selamat malam Tante!" sapa Audrey lalu menghampiri Belinda dan memeluknya.
Belinda sangat senang melihat Audrey, dia mencium pipi Audrey berkali-kali.
"Sayangku, Tante senang sekali kamu memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Tante sangat kecewa ketika Tante ke Singapura kemarin dan kamu tidak ada disana!" ucap Belinda sangat antusias bertemu dengan Audrey.
Manda terlihat ingin menyapa Audrey, tapi dia ragu karena Audrey tak kunjung melihat ke arah nya.
"Ini untuk Tante, aku sendiri yang merancangnya khusus!" seru Audrey sambil memberikan sebuah kotak hadiah ukuran kecil dengan pita berwarna gold.
Belinda dengan senang hati menerima hadiah itu lalu mencium pipi kanan dan kiri Audrey lagi.
"Terimakasih sayang, Tante merasa tersanjung lho! Audrey William memberikan Tante rancangan khusus nya!" ucapnya sambil terus mengukir senyum di wajahnya.
Manda sudah tidak tahan lagi melihat kedua orang yang dari tadi mengacuhkannya di hadapannya itu.
Sementara Bagas hanya melihat mereka dari kejauhan sambil menunggu Theo dan Austin.
"Tante!" panggil Manda.
Belinda menoleh ke arah Manda.
"Oh iya, Tante sampai lupa! sayang ini kenalkan tunangan Bagas! namanya Manda. Katanya dia juga satu angkatan dengan mu saat kuliah!" seru Belinda.
Manda tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Audrey.
"Muthia Amanda!" ucap Manda memperkenalkan dirinya.
Audrey menjabat tangan Manda sekilas.
"Audrey, tunangan Theodore Denisovich. Benarkah? Tante! tapi aku tidak mengingatnya!" ucap Audrey.
"Itu, kita beda jurusan. Tapi aku ikut ekskul yang sama dengan Bagas dan Theo!" sahut Manda.
"Benarkah? entahlah, aku lupa!" sahut Audrey lagi.
Belinda yang merasa suasana agak canggung segera memanggil pelayan agar memberitahu Chairul dan Roni bahwa makanan nya sudah siap.
Bagas, Theo dan Austin juga sudah duduk di kursi mereka masing-masing.
__ADS_1
Makan malam kali ini memang untuk menyambut Audrey. Jadi tentu saja Belinda dan Chairul lebih banyak bicara pada Audrey.
Manda merasa agak kesal karena tidak ada yang mengajak nya bicara.
Manda menoleh ke Theodore, dia juga terlihat begitu mencintai Audrey. Bahkan Theo mengambilkan makanan untuk tunangannya itu.
Manda menoleh ke arah Bagas. Dan hal itu membuatnya bertambah kesal saja.
Bagas sama sekali tidak mau melirik ke arahnya.
Setengah jam kemudian, makan malam selesai. Belinda meminta agar Manda mengobrol dengan Audrey.
Belinda mengajak Audrey dan Manda ke halaman belakang dan sengaja meninggalkan mereka dengan alasan ingin membuatkan kopi untuk Chairul.
"Jadi kamu berhasil membuat Bagas bertunangan denganmu?" tanya Audrey terus terang.
Manda sedikit tersinggung dengan pertanyaan Audrey.
"Pertanyaan mu, seolah-olah aku memaksa Bagas bertunangan dengan ku!" kesal Manda.
Audrey malah terkekeh kecil.
"Kamu begitu perasa ya! aku bahkan tidak mengucapkan kata-kata itu!" seru Audrey.
Manda berdecak kesal.
"Benarkah! kalau begitu maaf. Aku memang terlalu perasa!" sahut Manda.
"Begitu ya, tapi yang kulihat berbeda. Kamu bahkan tidak bisa merasakan perasaan Bagas padamu. Apa yang aku katakan benar kan?" tanya Audrey santai.
Manda sudah mengepalkan tangannya, Audrey seperti nya dari tadi sengaja membuatnya kesal.
"Sebenarnya apa masalahmu denganku?" tanya Manda mulai kesal.
Audrey lagi-lagi tersenyum.
"Kenal saja tidak! lalu masalah apa yang akan ada diantara kita! jangan terlalu memandang tinggi dirimu sendiri. Itu tidak baik!" ucap Audrey menekan kata tidak baik pada Manda.
"Jangan membuatku kesal, atau aku akan mengatakan sesuatu tentang tunangan mu dan akan membuatmu menangis!" gertak Manda.
Audrey sekarang merasa yakin, pendapatnya tentang wanita di hadapannya ini benar. Wanita ini keras kepala dan tidak tahu malu.
"Apa yang kamu tahu tentang Theo, apa tentang dirinya yang selalu berpura-pura mengejar mu karena Bagas selalu menolak mu!" seru Audrey dengan ekspresi serius.
Manda terkejut, tadinya dia ingin mengatakan bahwa Theo selalu mengejarnya untuk membalas Audrey. Tapi Manda tidak menyangka Audrey tahu bahkan yang lebih mengejutkan lagi, Theo melakukan itu untuk menghiburnya saja.
Ketika Manda terdiam karena terkejut. Audrey berdiri tepat di hadapannya.
"Aku dan Theodore Denisovich sudah berpacaran satu tahun sebelum kamu mengenalnya. Apapun yang dia lakukan itu juga atas persetujuan ku, aku tadinya kasihan padamu karena kamu begitu gigih mencintai Bagas tapi Bagas malah menyukai wanita penyihir seperti Calista. Tapi aku rasa aku salah! kamu memang tidak pantas memperoleh cinta dari Bagas. Kamu dan Calista sama-sama menyedihkan!" tegas Audrey.
...❤️❤️❤️...
...Jangan lupa tinggalkan jejak Like Komentar dan Favoritnya ya ❤️...
...Think u ❤️...
__ADS_1