
" ha-hah? "
" Kok jadi gini sih?! Gue harus duduk dimana? "
" Sya! Bareng gue aja! " Seru Nathan.
" Nggak! Tasya bareng gue! " Balas William mengarah Nathan.
" Sya! Bareng gue aja! Jangan dengerin dia! " Ujar Nathan.
Tak ada pilihan, karena terus dipaksa. Akhirnya Tasya memilih duduk bersama Nathan dibagian tengah bus.
" permisi " ucap Tasya seraya melangkah dibangku paling ujung dekat jendela sambung kiri Nathan.
Nathan yang merasa menang dari William pun menatap William dengan pandangan mengejek.
" cih " seru William yang melihat pandangan Nathan mengejek kearahnya.
" Akhirnya " Batin Nathan seraya tersenyum puas.
" Baiklah anak anak, sekarang kita absen ya! " Seru Pak Bayu.
Pak Bayu pun memulai absen dengan anak anak. Semuanya hadir kecuali Abel yang belum kelihatan dari tadi.
" Abel? " Ucap Pak Bayu memanggil nama Abel.
" Sepertinya dia belum datang pak! " Seru ketua kelas bernama Andrew.
" belum datang ya? Baiklah pak Yudi, perjalanan bus kita tunda lima menit dulu menunggu kehadiran Abel. " Seru Pak Bayu kepada supir bus bernama Yudi itu.
" baik pak. 5 menit saja tidak masalah, tapi kalau lebih beberapa menit. Mungkin kita akan terkena macet karena ini masih jam masuk kerja. Kemungkinan kita terkena macet sekitar 65% pak " jawab Yudi.
" Hmm, kita tunggu 5 menit saja ya anak anak. Kalau lebih dari 5 menit Abel tidak datang maka kita terpaksa harus melanjutkan perjalanan. " Ucap Pak Bayu.
" Maaf pak saya terlambat! " Seru Abel yang tiba tiba muncul didepan pintu bus.
" Baik Abel, kamu duduk disamping William ya nak. " Sahut Pak Bayu.
Abel pun duduk disamping William dengan tersenyum menggoda kearah William. Dan tatapan mengejek kearah Tasya.
" Apaan si ni orang " batin William yang sedang memperhatikan tatapan Abel kearah Tasya.
" Baiklah pak, tunggu sebentar. Kita akan memulai doa untuk memulai perjalanan. " Seru pak Bayu.
__ADS_1
" baik pak "
" Anak anak, mari kita berdoa sebelum memulai perjalanan kita. "
Semua anggota dalam bus pun berdoa. Selesai berdoa, bus langsung berjalan menuju Bandung.
Selama perjalanan, seperti biasa. Tasya selalu berada dalam dunia musiknya. Tidur ditemani headset dikedua telinganya seraya menyalakan lagu favoritnya. Sambil melihat pemandangan, hati Tasya begitu damai.
Begitupun dengan Nathan yang dari tadi melihat Tasya dengan senyuman. Ia mulai mengenal diri Tasya lebih dalam.
" ternyata begini, manis.. "
" Sya, gimana keadaan lo? " Tanya Nathan memulai pembicaraan.
" Gue baik baik aja. Oya, mana Bill? Dia nggak kelihatan. " Jawab Tasya.
" Bill? Gue juga nggak tahu. Kenapa Lo tiba tiba nanyain dia? "
" Nggak ada jawaban khusus. Cuman karena dia satu sekolah dan satu kelas sama kita. Kenapa dari tadi dia nggak kelihatan? "
" Mungkin dia nggak tahu ada acara camping, jadi dia nggak daftar ke Andrew "
" ohh, "
Dilain sisi. William terlihat risih karena Abel selalu mengganggunya ketika ia ingin tidur.
" Mesra apaan, Tasya tidur gitu mesra. Nathan juga nggak ngapa ngapain " jawab William kesal.
" ihh mesra tauuu!! "
" Udah ah! Jangan ganggu gue! Gue mau tidur! Rempong banget mulut lu dari tadi! " Seru William menatap tidak suka ke Abel yang dari tadi mengganggunya.
" Ih! Jutek banget sih! Lagian ya! Tasya tuh perempuan cabe cabean!! Jadi, ngapain kemarin lu pake segala nganter dia ke rumah sakit. Kurang kerjaan banget ngurusin si cabe! " Seru Abel yang membuat hati William mulai memanas.
" Diem atau gue jahit mulut lo! " Tegas William yang membuat Abel merinding ngeri.
" i-iya iya!!! "
" Anak anak apa kalian sudah sarapan? " Tanya Pak Bayu seraya membawa sebuah kotak besar berisi roti dan air minum.
" belum pak!!! "
" Sudah pakk!!!! "
__ADS_1
" Mungkin ada yang sudah ada yang belum. Tapi supaya adil, makanan dan minuman ini akan dibagikan keseluruhan. Jadi semua anak dapat ya anak anak. Baik yang sudah makan ataupun belum semua kebagian. " Jelas Pak Bayu seraya memberi satu persatu roti kepada anak anak.
Nathan mendapatkan roti isi blueberry sementara Tasya mendapat roti isi coklat. Tasya dari kecil memang tidak suka coklat. Dari tadi Tasya hanya melihati roti berisikan coklat tersebut dengan pandangan lesu. Nathan yang melihatnya pun heran.
" Kenapa nggak dimakan? " Tanya Nathan.
" Nggak selera " jawab Tasya singkat lalu memasukan roti berisikan coklat tersebut kedalam tas nya.
" nggak selera apa Lo yang nggak suka rotinya? "
" isshh nanya Mulu. Gue ga suka roti isi coklat tau!" Gerutu Tasya.
" Oohh " ucap Nathan yang setelah itu menukarkan roti miliknya ke roti Tasya.
" kok ditukar? " Tanya Tasya heran.
" Lo ga suka coklat kan? Daripada basi plus jamuran di tas lu mending gue yang makan. " Jawab Nathan santai hendak memakan roti Tasya yang ditukarkan dengan roti miliknya.
" te-terserah Lo aja! "
Nathan pun memakan habis roti coklat itu. Memang, Nathan orang yang laperan. Karena tadi pagi sebelum berangkat menuju sekolah, Nathan sudah makan tapi tidak tahu kenapa perutnya merasa harus diisi lagi.
" laper apa doyannn! " Ejek Tasya menatap Nathan gemas.
" dua duanya, lagian Lo kenapa gak suka roti coklat sih? Bukannya cewek cewek suka coklat ya? Kok lu enggak suka? " Tanya Nathan.
" Gak enak tau pahit! "
" Pahit? pahit dari mananya! Ini mah gaada pait paitnya tauuu! " balas Nathan.
" iihh! selera orang beda bedaa!! " gerutu Tasya.
" hehe iya iya! Lagian gue bingung kenapa Lo ga suka coklat. Padahal enak! " sahut Nathan yang membuat Tasya tambah kesal.
" Nggak enakkk!!! " Seru Tasya yang membuat William manoleh kearahnya.
" Terserah Lo deh! " jawab Nathan pasrah.
" Enakan blueberry atau enggak strawberry tau. Manisss!!! " Sambung Tasya.
" mereka ngomongin apaan si. Kesel banget gue ngeliatnya. " batin William.
" heh Wil! Lo ngapain noleh kearah Nathan sama Tasya! Orang pacaran diliatin! " Ucap Abel yang tidak suka melihat William.
__ADS_1
Memang, Abel seperti itu karena sebenarnya memang Abel menyukai William sejak pertama kali mereka bertemu. Yaitu di kantin, Abel suka melirik William diam diam tanpa William mengetahuinya. Tapi, suatu saat ketika Abel mendengar percakapan Brian dan juga Caca pada saat di kantin bahwa William sebenarnya diam diam suka pada Tasya. Itu yang semakin benci terhadap Tasya.
" Diem lo! "