Dilema

Dilema
Part 23 POV Safira


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 10 malam, terdengar bunyi bel, aku pun berjalan dan membuka pintu.


Suamiku pulang, ya suamiku pulang selalu malam seperti ini, ku ulas senyum dan mencium tangannya,saat dia memasuki rumah, kulihat dia melepaskan sepatu dan kaos kakinya.


setelah itu, dia berlalu, pergi ke kamar untuk segera tidur atau membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, aku pun kembali dengan laptopku di ruang tengah.


Tak berapa lama aku sudah asyik dengan laptopku, tepat jam sebelas malam, aku menghentikan aktifitasku di laptop.


Rasa kantuk seketika menyerang, ku matikan laptop dan kuletakkan di meja kerja ku, sebenarnya aku mempunyai ruang kerja di rumah ini.


Aku ingin menunggu suamiku pulang sambil bekerja dengan laptopku, aku tak ingin bi surti menyambutnya pulang, lagi pula sudah jam sepuluh malam, dia sudah ku suruh istirahat tadi.


Bi surti kasian,dia sudah tua, bi Surti adalah seorang janda di dekat tempat tinggalku, dia memutuskan tinggal di sini dan hanya sesekali pulang kerumah untuk membersihkan rumahnya atau sesekali menginap.


Bi Surti sudah hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara dan dia mengangapku sebagai anakknya akupun tak masalah.


*


Namaku Safira Deandra, aku adalah seorang wanita karir, jabatanku masih memang sekretaris di sebuah perusahaan, tapi aku berambisi untuk mempunyai sebuah perusahaan dan ku bangun sendiri suatu saat nanti.

__ADS_1


Kegiatan ku sehari- hari hanya mencari informasi dan belajar bagaimana membuat sebuah perusahaan, aku selalu menggali informasi dari manapun, aku banyak tau apapun.


Tak heran setiap ada meeting aku lah yang di utus utuk menyiapkan presentasi, setiap branding dengan perusahaan kami selau memenangkannya.


Atasan di perusahaan sangat bangga padaku, apa pun perkataanku selalu di turuti, apalagi menyangkut kemajuan perusahaan atasanku tak akan ragu untuk mengatakan iya.


Ku akui aku memang punya kharisma, setiap aku bertemu dengan para investor, mereka akan takluk padaku, selain aku cantik aku juga cerdas , ucapanku sangat meyakinkan.


Mereka akan menanam saham dengan jumlah besar, tanpa ragu.


Di setiap even kami selalu hadir, aku lah yang selalu di tunjuk perusahaan untuk mengelolanya, tak ku pungkiri memang aku di topang dengan sejumlah tim yang sangat kompeten.


Aku membeli mobil itu dengan harga cash,uang tabunganku mencapai sepuluh digit,ada empat mobil di garasi milikku,dua milikku dan dua milik suamiku.


Aku juga mempunyai beberapa rumah pribadi di berbagai kota,suamiku juga memberikan jatah bulanan yang fantastis,tas branded dan baju bermerek selalu melekat di tubuh ini.


Aku begelimang harta, hanya saja kehidupan rumah tanggaku hambar terasa, menikah karena perjodohan dan aku masih dengan ambisi ku saat ini.


**

__ADS_1


ku masuk ke dalam kamar dan mencuci wajah ini, setelahnya aku duduk di depan meja riasku, kuambil tisu wajah dan kubersihkan kembali wajahku.


kupqnfang wajah di cermin, terlihat sempurna, wajahku terasa ringan, kulihat suamiku sudah tertidur dengan setelan piyama di tubuhnya.


Aku sengaja masuk, saat suamiku sudah tidur,baru aku memasuki kamar, aku tak ingin mengganggu apabila dia pulang sudah malam seperti ini, pasti dia sangat lelah, karena dengan banyak bisnis yang di gelutinya.


Bisnis suamiku mulai dari bisnis properti, perumahan, toko sepatu, 3 buah toko ponsel yang berada dikawasan berbeda dan sebuah rumah makan padang di dekat sebuah bank ternama dikotaku adalah milik suamiku.


Aku rasa dia sangat sibuk, apalagi dia mengajar di sekolah SD Negeri di kota kami, tetapi hanya sebagian saja yang tahu tentang bisnisnya itu, suamiku memang tak pernah menggumbar apapun yang dimilikinya,


Mengajarpun hanya menggunakan motor bebek saja, dan dia menyukai itu, hanya sesekali dia menggunakan mobil diantar supir kami.


suamiku sangat baik hanya saja di dalam rumah kami bersikap seperti teman, tak seperti rumah tangga pada umumnya, tapi aku santai saja, lagi pula aku tak terlalu menghiraukan karena suamiku pun sama.


Berkomunikasi sekedarnya saja, dan kami akan sibuk dengan kegiatan masing- masing setelahnya, tak ubahnya seperti anak satu kos.


yang hanya


cuek, tetapi tidur bersama dan hanya sibuk dengan rutinitas masing- masing.

__ADS_1


__ADS_2