Dilema

Dilema
Masa Lalu Mengacaukan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Soraya sudah datang menjenguk Manda di klinik. Dia membawakan sarapan untuk Manda dan Malika.


Saat Soraya datang Manda terlihat sedang menyisir rambut nya.


"Selamat pagi," sapa Soraya lalu meletakkan rantang makanan di atas meja lalu meraih sisir yang do pegang Manda dan menyisir rambut Manda.


"Pagi Tante, maaf aku membuatmu cemas lagi," ucap Manda sedih.


"Sudahlah sayang, yang terpenting sekarang kamu baik-baik saja. Coba ceritakan pada Tante apa yang membuatmu berfikir untuk diet lagi, tubuh mu sudah langsing dan ideal Manda!" seru Soraya.


Malika mengambilkan beberapa makanan yang dibawa Soraya lalu meletakkan nya di atas piring dan meletakkan nya di hadapan Manda.


"Salah seorang model baru yang ikut dalam pemotretan kemarin mengatakan bahwa Manda sudah kelebihan berat badan. Karena gaun yang seharusnya Manda pakai tidak muat di badan Manda! dan bodohnya anak ini malah terlalu menyimpan kata-kata perempuan lidi itu dalam hati!" jelas Malika kesal.


"Ibu.." sela Manda.


"Aih, kurasa pakaian itu memang bukan pakaian untuk orang dewasa, mungkin kru nya salah ambil pakaian untuk mu sayang!" kata Soraya lalu melihat Manda dari kiri ke kanan.


"Lihatlah, kamu sudah sangat kurus sekali!" ucap Soraya.


"Tapi pakaian itu muat padanya, Tante!" bantah Manda.


"Berarti benar kata ibu mu, perempuan itu adalah perempuan lidi. Ck ck, kasian sekali dia, jika di jalan anginnya kencang dia pasti akan terbang, benarkan Malika?" tanya Soraya pada Malika sambil tertawa.


Malika pun ikut tertawa, dia menoleh ke arah putrinya yang sedang makan dan tersenyum lebar karena candaan Soraya.


Setelah selesai sarapan dan berganti pakaian, Malika mengajak Manda untuk pulang.


"Bu, Tante. Manda langsung ke lokasi pemotretan saja ya, mereka sudah menghubungi Manda sejak tadi!" ucap Manda.


"Sayang, kamu baru sehat. Apa sudah mau langsung bekerja?" tanya Soraya cemas.


Manda mengangguk,


"Manda sudah merasa sangat baik Tante," sahut Manda.


"Baiklah, hati-hati di jalan ya!" seru Soraya sambil melambaikan tangan nya.


Manda pergi menaiki sebuah taksi, Malika dan Soraya pun pulang ke rumah Moetia.


Sementara itu di Singapura, Bagas dan Moetia hari ini berencana pergi ke Sentosa Island.


Tapi keributan kecil terjadi di kamar Moetia, Bagas meminta Moetia memakai setelan panjang ketika akan keluar nanti.


"Bagas, yang benar saja. Aku makin terlihat bulat dengan baju ini!" protes Moetia.


"Sayang, bukankah kamu tidak suka pakaian yang terbuka. Ini sangat cocok!" bantah Bagas yang meminta Moetia memakai jaket nya agar bentuk tubuh nya tidak terlihat.


Moetia melepaskan jaket Bagas dan meletakkan nya di sandaran sofa.


"Katakan! sebenarnya ada apa ini?" tanya Moetia.


Bagas menarik pinggang Moetia agar mendekat padanya,


"Sayang, aku hanya ingin menjauhkan mu dari pandangan jahat para pria!" jelas Bagas.


Moetia menatap Bagas dan memicingkan matanya,


"Hei, bukankah pria yang punya pandangan jahat sedang berada di depan ku!" sindir Moetia.

__ADS_1


Bagas malah mencium pipi kanan Moetia dengan cepat,


"Pakai saja ya!" seru Bagas.


Moetia mengalah dan memakai mantel jas Bagas yang menurut Moetia sedikit berat dan panas, tentu saja bahkan sekarang kan sedang musim panas.


Sementara di luar kamar, Reno dan Theo sudah bosan menunggu pasangan Issabella swan dan Edward Cullen itu keluar dari kamar.


"Hei Ren, gedor saja pintunya. Kita bahkan belum sarapan!" keluh Theo yang berjongkok di depan pintu kamar Moetia.


"Kalau kamu berani, lakukan saja! Aku masih mencintai pekerjaan ku bos Theo!" jawab Reno.


Theo berdecak kesal, tak lama kemudian Moetia dan Bagas pun keluar.


Melihat pakaian yang di pakai Moetia, Theo yang tadinya berjongkok berdiri dan tertawa sangat keras.


"Ha ha ha, Moetia. Kamu salah kostum, lihatlah di luar matahari sangat terik. Kenapa kamu pakai mantel setebal itu?" tanya Theo terkekeh.


Reno juga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat penampilan Moetia. Sementara Bagas malah tidak perduli dan menggandeng tangan Moetia melewati Theo dan Reno.


Moetia hanya bisa menghela nafas nya panjang, karena setelah ini Theo pasti tidak akan berhenti mengejeknya.


Ketika berada di dalam mobil, Moetia mencoba melepaskan mantel yang dia pakai, tapi Bagas melarangnya.


"Bagas, ini di dalam mobil! tidak ada orang lain!" protes Moetia.


"Lalu dua pria di depan itu, kamu anggap apa?" tanya Bagas.


Moetia hanya berdecak kesal, sambil melirik tajam Theo yang terus menertawai nya. Melihat Theo tertawa, Bagas menendang kursi Theo.


"Diam, atau ku turunkan kamu disini!" seru Bagas.


Reno hanya menggeleng kan kepalanya, melihat tingkah Theo dan Bagas. Sesekali dia melirik Moetia yang terlihat kesal tapi mencoba untuk tidak marah.


Reno tahu benar, Bagas sungguh memperlakukan Moetia sangat berbeda. Meskipun dulu dia mencintai Calista, dia tidak pernah mengurusi cara berpakaian Calista yang kala itu malahan lebih parah daripada Moetia.


Bahkan Bagas tidak se agresif seperti saat ini, dulu Calista harus membujuk dan merayu Bagas dulu untuk sebuah ciuman. Selanjutnya tentu saja, Calista akan mendapatkan kartu tanpa limit dari Bagas.


Tapi dengan Moetia, Bagas bahkan selalu ingin berada di sisinya. Reno melirik Bagas sekilas lalu kembali fokus menyetir.


Mereka tiba sudah tiba di Mount Faber. Theo lagi-lagi mengeluh kenapa mereka harus ketempat yang sama lagi.


"Ayolah tuan-tuan sudah berapa kali kita kemari, apa kalian tidak ingin ke destinasi yang lain?" tanya Theo bosan.


Reno hanya memperhatikan reaksi Bagas yang tidak memperdulikan Theo dan hanya sibuk menjelaskan sesuatu pada Moetia.


"Wah, naik cable car? seperti di Taman mini itu?" tanya Moetia senang.


Bagas tersenyum dan menangkup wajah Moetia,


"Kamu tidak takut kan?" tanya Bagas.


Moetia dengan cepat menggelengkan kepalanya,


"Tidak, ayo!" ajak Moetia yang kedengarannya sangat tertarik.


Mereka berempat bergegas berjalan menaiki bukit faber menuju lokasi Singapore Cable car.


"Lihat, kita kembali bersusah payah menaiki bukit seperti ini kan! menyebalkan!" keluh Theo.

__ADS_1


Bagas hanya berdecak kesal,


"Tidak ada yang mengajak mu!" sahut Bagas.


"Baiklah, aku yang mau ikut sendiri. Semua salahku. Seperti tiga tahun lalu, kamu juga menyalahkan aku karena mengikuti mu, hingga kamu tidak bisa berduaan di dalam cable car bersama empt..."


Reno segera menutup mulut Theo, tapi Moetia terlanjur mendengarnya dan menghentikan langkahnya.


Bagas terlihat panik, dan menggenggam tangan Moetia,


"Sayang.."


"Aku mau kembali ke hotel saja!" seru Moetia menyela ucapan Bagas.


Moetia berbalik dan menghentakkan tangan Bagas, Moetia berlari menuruni bukit.


Bagas dengan cepat mengejarnya, Reno hanya memelototi Theo sekilas lalu menyusul Moetia dan Bagas.


"Aku lagi, aku lagi kan!" gerutu Theo lalu menyusul mereka.


Bagas mendahului Moetia dan berdiri di depannya menghalangi langkah Moetia.


"Sayang, dengarkan aku. Jangan seperti ini Moetia!" pinta Bagas memegang erat kedua bahu Moetia.


Moetia menepis tangan Bagas, lalu melepaskan mantel dari tubuhnya dan melemparkannya pada Bagas.


"Minggir!" teriak Moetia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Moetia, sayang! Aku mohon dengarkan dulu. Itu semua hanya masa lalu!" jelas Bagas.


"Lalu kenapa tidak mengajakku ke tempat lain saja? kenapa harus kesini, ke tempat masa lalu mu?" tanya Moetia kesal.


Bagas panik, dia bingung bagaimana menjawab Moetia.


Moetia bertambah kesal karena Bagas terlihat bingung, dia mendorong Bagas dan melewatinya.


Reno menahan Bagas yang ingin menyusul Moetia,


"Bos, biar aku yang bicara dengannya. Dia kesal padamu! dia tidak akan mendengarkan mu!" saran Reno.


Bagas mengusap wajahnya gusar,


"Baiklah, tolong antarkan dia ke hotel Ren!" perintah Bagas.


Reno mengangguk dan segera mengejar Moetia.


Sementara Theo terlihat ragu saat mendekati Bagas karena Bagas menatap nya dengan penuh amarah.


"Theodore Denisovich!!!" teriak Bagas.


...🌟🌟🌟🌟🌟🌟...


...Janganlah lupa untuk meninggalkan Like kalian ya ❤️ para readers ku tercinta....


...Juga boleh tinggalkan komentar kalian agar author rajin berbenah novel ini 😘...


...Hadiah dan favorit nya juga boleh 😄😄😄...


...Terimakasih 💕💕💕...

__ADS_1


__ADS_2