
Sesampainya di Bandung. Udara dingin dan hamparan rumput hijau menyambut kedatangan mereka.
" Anak anak, kita sudah sampai di tempat penginapan. Kalian langsung ke tengah tengah lapangan ya. Semuanya harus berkumpul terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar masing masing. "
" Baik pak " Jawab anak anak.
" Sya, bangun Sya. Kita udah sampai! " Seru Nathan membangunkan Tasya yang dari tadi tertidur sepanjang perjalanan.
" ha-hhah? Iya iya! Ini gue bangun!! " Jawab Tasya seraya merenggangkan dirinya lalu berdiri mengambil tasnya.
" Pakai jaket lo, udara diluar lumayan dingin. " Tegas Nathan lalu keluar dari bus.
Tasya pun keluar dari bus disambung anak anak yang lain.
" Taniaaaa!!! Olivv!! Cacaaa!!! Udara disini dingin banget! Tapi asrii!! " Seru Tasya menghampiri Tania, Oliv dan Caca yang sedang berfoto menikmati pemandangan alam yang terbentang luas.
Disisi lain, William menghampiri Nathan yang tengah memperhatikan Tasya dari jauh.
" Tadi lu ngapain aja sama Tasya? " Tanya William memandang tidak suka kepada Nathan.
" Pacaran " jawab Nathan santai.
William pun tersontak kaget mendengar jawaban Nathan yang begitu santainya mengucapkannya padahal Nathan tau William juga menyukai Tasya.
" HAH?! " seru William tidak percaya.
" kenapa? Lo cemburu? " Ejek Nathan menatap mengejek kearah William yang dari tadi menekuk wajahnya.
" cih! gitu aja bangga! belum juga nyatain perasaan! Kalau udah nyatain perasaan dan ditolak jangan nangis ya. Kan laki laki " Balas William seraya berjalan cepat meninggalkan Nathan yang kesal terhadap ucapannya. Namun juga termenung berusaha mengartikan ucapan William.
" iya juga ya. Apa kalau gue nyatain perasaan ke Tasya gue bakalan ditolak? " batin Nathan.
Mereka berdua pun menyusul gerombolan anak anak lainnya.
" Baik pak " Ucap Andrew kepada Pak Bayu yang hendak pergi menghampiri guru guru lainnya.
" Semuanya. Apa kalian udah nyiapin keperluan yang udah gua infoin dihari sebelumnya? " Tanya Andrew kepada segerombolan siswa siswi.
" Udah semua ndrew! " seru Jojo.
" Yaudah, sekarang dengerin gue! Teman sekamar terdiri dari dua orang! Teman sekamarnya bebas ya. Kalian pilih sendiri. " Seru Andrew.
" Yoi Ndrew. Kunci kamarnya mana? " Tanya Jojo.
" Maaf ya Jo, Vila ini nggak pakai kunci, pakenya kartu. Dan kartu nya ada di Pak Bayu. Oya apa kalian udah siapin keperluan keperluan yang udah gue infoin dihari sebelumnya? " Jelas Andrew.
" Udah Ndrew "
Disisi lain. Tasya sedang berkumpul bersama teman teman perempuannya itu. Siapa lagi kalau bukan Caca, Tania, Widya dan juga Olivia?
" yahh, kita nggak sekamar Sya! " Keluh Caca.
" Iyaa gue sekamar sama Widyaa "
" yaudah Ca gapapa. Tasya aman kok! " Seru Widya menggoda Tasya.
" sip! " balas Caca.
" hei! Aku bukan bayi yang dititipkan orang! Enak ajaa!! " Gerutu Tasya seraya melipat tangannya.
" hehe! bercandaaa Sya! "
" Eh! Oiya Tan. Gue sekamar sama lo! " Ucap Caca yang sedang mengecek wa groupnya.
" iya! "
__ADS_1
" yah kalian! Gue sekamar sama siapa dong!!! " Serutu Oliv.
" Bentar gue cek dulu Liv " Ucap Tania.
" Eh! Eh! Eh!!! Liv!!! "
" Kenapa Tan? Gue sekamar sama siapa emangnya?"
" LO SEKAMAR SAMA ABEL LIV! " Seru Tania seolah olah tidak percaya apa yang diinfokan oleh Pak Bayu dipesan group Wa.
" HAH?! APA?! SERIUS LO TAN?! " Sambung Widya.
" SERIUS! COBA KALIAN BACA PESAN GROUP NYA! " jawab Tania.
Tasya pun heran, siapa itu Abel? Karena ia tidak pernah berkenalan ataupun bertemu dengannya.
" hei! Abel itu siapa? " Tanya Tasya.
Tania, Olivia, Caca dan juga Widya pun tersontak kaget karena mereka lupa ada Tasya disana. Mereka tidak mau Tasya tahu karena tidak mau membuat Tasya khawatir akan ancaman Abel yang ingin mencelakai Tasya karena kepopulerannya yang diatas Abel.
" ha-hah? e-e-enggak! kita nggak ngomongin Abel! " Ucap Tania.
" Benarkah? Kayaknya kalian bohong! Cepat kasih tau! Atau aku gak akan cerita apapun lagi ke kalian! " Ancam Tasya berusaha mencari tahu siapa itu Abel.
" udahlah kasih tau aja. Rahasia kalau dipendam lama lama juga pasti akan kebongkar! " Ucap Olivia.
" i-iya! be-bener ju-juga sih! Yaudah gih Wid! Kasih tau! "
" ih apaan si Tan! Kasih tau lah! "
" Yaampun Ca! Tinggal kasih tau aja. Yaudah Sya, gini. Abel tu orang yang ga suka sama lo! " Jelas Widya.
" Masalahnya apa? Gue ga pernah punya masalah sama Abel. Ketemu aja belum apalagi punya masalah! Enggak ada Widyaa "
" Gini deh, Abel tuh ga suka sama Lo karena semenjak ada Lo di sekolah kita. Kepopuleran Abel menurun, karena Lo lebih populer dari Abel. Ya pasti itu karena kecantikan, sama kepintaran Lo yang membuat Lo populer disekolah kita. Abel ngomong kalau dia akan celakain Lo Sya! Makanya gue sama Olivia ancam supaya dia dikeluarin dari sekolah. Karena dia juga orang yang terlahir dari keluarga yang ga begitu punya. " Jelas Widya.
" Maksud Lo Sya? "
" Gini Liv, namanya orang benci atau ga suka. Pasti orang itu akan ngejelek jelekin orang yang ga dia suka. Jadi, tahan emosi lo kalau dia lagi ngomongin sesuatu yang jelek tentang gue. Oke? " Jelas Tasya seraya menepuk pelan pundak Olivia agar Oliv mengerti apa yang ia ucapkan.
" kalau bisa ya? " canda Olivia.
" isshh! harus bisa lah!! Yaudah gue mau ke Pak Bayu ngambil kartu dulu. " Jelas Tasya lalu berjalan menjauh lalu menuju Pak Bayu yang sedang duduk bersama guru guru lain.
" Sya! Ambilin buat gue sama Tania juga ya!! " Seru Caca.
" Iya!! "
Tasya pun menghampiri Pak Bayu yang sedang duduk bersama guru guru lain.
" Selamat Sore Pak, Tasya ingin mengambil kartu untuk kamar nomor 2 dan 18. "
" Ohh ini Tasya yaa? Pantas sekali, cantik dan berprestasi. " Ucap salah satu guru yang ada disamping Pak Bayu.
" Terimakasih Bu Helen "
" Yasudah ini kartunya nak, selamat bersenang senang bersama teman teman yang lain. Dan bapak ingin pesan bahwa jam 7 malam nanti infokan kepada anak anak lain untuk berkumpul dibelakang vila ya. Bapak tunggu bersama guru guru lain. " jelas Pak Bayu lalu memberi kartu pada Tasya.
" baik pak. Terimakasih infonya, nanti Tasya akan share infonya kepada anak anak lain juga. Tasya permisi ya "
" silahkan nak "
Tasya pun pergi ke kamar Vila nya nomor 18. Tepat didepan kamar Tania dan Widya. Karena deretan ruangan terdiri dari 20 kamar.
Tasya pun menaruh kartu tersebut didepan pintu.
__ADS_1
nit...
Pintu pun terbuka. Jelas kamar disana rapih dan bersih. Sangatlah nyaman. " Sekolah hebat sekali bisa memilih vila seperti ini. Biasanya kartu kartu ini diterapkan dihotel. Tapi ini malah ada di vila. " Batinnya.
Tasya pun masuk ke kamar itu. Disambut jendela berhordeng terbuka, jadi sinar matahari bisa masuk kedalam ruangan itu. Kebetulan jendela kamar Tasya tepat pada halaman belakang vila yang sangat luas. Ditemani rerumputan hijau yang tumbuh disana.
" wah, jadi nanti aku dan semuanya akan berkumpul ditempat itu? Cocok!! " Tasya pun menelfon Widya serta Tania dan Caca supaya menghampirinya agar Tasya bisa memberikan kartu kartu kamar kepada teman temannya itu.
" iya cepat ya!! " ucap Tasya lalu mematikan panggilan video itu. Lalu merebahkan dirinya ke kasur, tepat didepan jendela kasur itu berada.
" huffttt.. koperku ada di Widya kan? Semoga dia yang bawa koperku yang ketinggalan! "
Beberapa menit kemudian, Widya masuk membawa dua koper. Jelas, itu adalah koper miliknya dan koper Tasya yang ketinggalan.
" heii Tasya! Mana kartu gue? " Tanya Widya meminta kartu miliknya. Karena masing masing kamar diberi 2 kartu kamar.
" iya itu ambilnya di meja! "
" Kartuku juga ada dimeja itukan Sya? " Sambung Tania.
" Iyaaa! "
" haduh! pegal banget! Lo bawa batu apa Sya! " keluh Widya yang merasa pegal karena membawa 2 koper sekaligus. Ditambah koper milik Tasya yang cukup berat.
" haduh maaf ya ngerepotin Lo Wid ".
Tania dan Caca yang melihat Tasya dan Widya yang ambruk karena kelelahan pun ikutan numbruk di kasur Tasya dan Widya. Tania di kasur Tasya dan Caca dikasur Widya.
" aaaa kalian ngapain sih!!! " gerutu Tasya seraya mendorong Tania yang hampir jatuh.
" iii Tasyaa! aku juga capek tauu! "
" Aku jugaaa!! Lagian kalian juga punya kamar sendiri kenapa ditempat kita! " Sambung Widya
" lebih Deket disini! " jawab Caca tanpa ada rasa bersalah.
" hmm. Terserah kalian! Gue mau beresin barang barang gue di lemari dulu " Tasya pun membuka resleting kopernya dan memindahkan barangnya satu persatu ke lemari.
Tasya pun memilih pakaian yang akan ia pakai nanti. Dan pakaian yang ia pilih adalah celana panjang jeans hitam tebal dan pakaian putih berlengan panjang. Tak lupa Hoodie yang selalu ia pakai berwarna putihnya.
" Gue mau mandi dulu ya! " Seru Tasya lalu masuk ke kamar mandinya itu.
Selesai mandi, Tasya mengeringkan rambutnya karena hari ini adalah hari jadwal Tasya untuk keramas.
" Rajin amat kamu Sya, emang hari ini ada apa? " Tanya Tania.
" Jam 7 malam nanti kita disuruh ngumpul dibelakang Vila sama Pak Bayu. Jadi kamu tolong share ke anak anak lain juga yaa "
" Apa?! Ini sekarang udah jam berapa?! " Seru Caca dan Widya bersamaan.
" Udah jam 5, kamu cepet mandi gih. Kalian juga Tan Ca, Cepet beresin barang barang kalian di kamar kalian. Habis itu mandi, nanti telat lho "
" iya iyaa " jawab Tania lalu menarik tangan Caca mengajaknya untuk pindah ke kamar mereka.
Widya pun merapikan barang barangnya ke lemarinya disebelah kanan lemari Tasya. Lalu masuk ke kamar mandi.
" Cepet ya Wid, gue mau keluar sebentar " Ucap Tasya lalu pergi keluar kamar dan menuju ke luar Vila.
Saat Tasya hendak keluar vila, Tasya tertuju pada jamur jamur yang tumbuh disamping vila. Jamur itu berwarna kuning kecokelatan, tinggi sekitar 3 cm, dan berbentuk payung. Tasya mengira itu adalah jamur biasa yang biasa mamanya masak untuknya.
Tasya pun memetik jamur tersebut lalu hendak mencuci jamur tersebut dikeran samping pohon besar yang tumbuh didepan Vila.
" eemmm! kayaknya enak! Apa aku coba sedikit aja ya? " Seru Tasya.
Tasya pun hendak memakan jamur tersebut. Tapi tiba tiba, Nathan melihat Tasya ingin memakan jamur tersebut lalu berlari dan segera membuang jamur tersebut ke tanah sehingga membuat Tasya tersontak kaget karena ulah Nathan.
__ADS_1
" Na-nath!! Lo ngapain sih?! Itu jamur lho! Enak! Mama gue biasa masak jamur itu! " Bentak Tasya yang sudah terlanjur emosi melihat sikap Nathan.
" MAU MATI LO?! "