Dilema

Dilema
Bagas Dan Moetia


__ADS_3

Bagas kembali bersama Moetia ke apartemen mereka setelah memastikan bahwa kondisi Belinda benar-benar sudah membaik.


Hari sudah menjelang petang, Moetia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Bagas pun mengambil ponsel Moetia yang tadinya dia sembunyikan di meja kerjanya agar Moetia tidak tahu berita tentang konferensi pers kemarin.


Bagas menghidupkan ponsel Moetia dan langsung mendapatkan notifikasi pesan dari nomor Manda.


'Kita harus bertemu, kita selesaikan masalah diantara kita. Ingat hanya berdua. Aku tunggu kamu jam dua siang besok di persimpangan terakhir jalan menuju Rumah Singgah kak Sisilia'


Begitulah pesan yang ditulis dan di kirim oleh Manda. Bagas meletakkan ponsel Moetia di atas meja dan duduk di tepi tempat tidur.


"Tidak mungkin wanita yang keras kepala seperti Manda menyerah dengan mudah kan?" gumam Bagas.


Belum selesai Bagas berfikir, Moetia sudah keluar dari kamar mandi sambil mengibaskan rambutnya yang basah.


Air kibasan rambut Moetia mengenai Bagas, dan Bagas pun mengusap wajahnya sambil menatap terpesona pada Moetia.


Moetia sama sekali tidak bermaksud menggoda Bagas. Dia hanya ingin mengeringkan sisi sebelah lagi rambutnya sebenarnya.


Moetia memandang Bagas yang tengah menatapnya dengan dalam. Moetia menelan saliva nya, tatapan Bagas sudah terbaca oleh nya.


Moetia berusaha menghindari Bagas saat akan berjalan keluar.


"Mau kemana?" tanya Bagas dengan cepat.


"Memasak!" sahut Moetia tanpa menoleh.


Bagas dengan cepat berdiri dan mengejar Moetia, Bagas menangkapnya, memeluknya dari belakang sebelum Moetia sampai meraih handle pintu.


Bagas menempelkan wajahnya dia rambut Moetia, dan menghirup wanginya aroma shampo yang baru saja dia pakai.


"Wangi sekali!" bisik Bagas di telinga Moetia.


"Benarkah?" tanya Moetia gugup.


"Mau memasak dengan bathrobe begini?" tanya Bagas sambil melepas tali bathrobe yang Moetia pakai.


Moetia menahan tangan Bagas.


"Aku akan ganti baju dulu!" serunya mengalihkan perhatian Bagas.


Tapi Bagas tidak bergeming justru semakin nakal, dengan menggigit sedikit bagian pinggir telinga Moetia.


Meskipun bukan pertama kalinya Bagas melakukan tingkah nakalnya ini, tapi tetap saja membuat Moetia merinding di buatnya.


Tangan nakal Bagas mulai meraba naik ke atas yang tadinya hanya memeluk perut Moetia.


Moetia menahan tangan Bagas.


"Tunggu dulu, apa kamu tidak lapar? aku akan memasak dulu, kita masih punya banyak waktu..."


Moetia tidak dapat menyelesaikan kata-katanya karena Bagas sudah lebih dulu menggendongnya dan membawanya ke arah tempat tidur mereka.


Bagas merebahkan Moetia perlahan di atas tempat tidur. Bagas membelai lembut wajah Moetia dari ujung kening sampai ke dagu nya.


Moetia pun diam dan tidak membantah lagi. Dia mengingat bagaimana kemarin suaminya itu merawat dan mengurusnya dengan sangat baik saat dia sakit.


Moetia mengalungkan kedua tangannya di leher Bagas. Hal itu membuat Bagas mengulas senyum di bibirnya.


"Aku mencintaimu!" ucap Bagas dengan lembut sebelum mencium mesra bibir istrinya itu.

__ADS_1


Moetia membalas setiap pagutan Bagas, dia sudah mulai terbiasa dengan hal itu. Perlahan Bagas membuka bathrobe bagian atas yang di kenakan oleh Moetia.


Bagas menciumi leher sampai ke bagian dada Moetia.


Bagas kembali mengangkat kepalanya dan memperhatikan ekspresi Moetia yang menurut nya sangat menggemaskan.


Sangking gemasnya Bagas sampai menggigit dada Moetia sebelah kanan.


"Auh!" pekik Moetia yang merasa sakit akibat ulah Bagas.


Moetia sontak memukul bahu Bagas, tapi yang dipukul malah tersenyum.


"Kenapa setiap kali harus menggigit, tidak bisakah lebih lembut ups!" Moetia menutup mulutnya sendiri setelah sadar apa yang telah dia katakan.


Bagas tersenyum lagi.


"Jadi kamu suka kalau aku lebih lembut padamu? baiklah aku akan lebih lembut!" bisik Bagas yang suaranya sudah sangat serak.


Dan selanjutnya pasangan muda yang sedang dilanda asmara itu melakukan rutinitas wajib mereka hingga jam di dinding kamar mereka menunjukkan pukul sepuluh malam.


Moetia yang kelelahan pun tertidur, tapi Bagas masih berbaring disisi istrinya itu. Dia tidur dengan posisi miring menghadap ke Moetia yang memeluk erat selimutnya hingga sebatas dadanya.


Bagas tersenyum puas saat melihat hasil karyanya tercetak sempurna hampir di seluruh dada dan leher Moetia.


Bagas membelai lembut kepala Moetia. Dia sangat bahagia. Kehidupannya sungguh telah sempurna.


Tapi saat melihat ke arah meja, dan melihat ponsel Moetia. Dia ingat pesan yang tadi di kirimkan oleh Manda.


Bagas mengambil celana pendeknya dan memakainya. Dia turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah meja untuk mengambil ponsel milik Moetia.


Bagas berjalan perlahan agar Moetia tidak terbangun.


"Halo Ren!" seru Bagas dengan cepat.


"Iya! hoam!" jawab Reno sambil menguap.


"Besok pagi datang lah ke apartemen dan bawa ponsel dan nomor baru untuk Moetia, jangan lupa sudah harus ada nomerku dan nomer kedua orang tua kami di ponsel itu!" seru Bagas lalu menutup panggilan teleponnya.


Di tempat lain Reno yang tadi sudah tidur jadi terbengong di atas kasurnya.


Reno masih memandang ponselnya yang sudah tidak menyala.


Reno berdesis kesal,


"Astaga, apa dia tidak bisa menelpon ku besok pagi untuk ini." keluh Reno yang kembali membanting dirinya di tempat tidur.


Bagas memutuskan untuk menghancurkan saja ponsel Moetia, dia mengambil SIM card milik Moetia lalu memotong nya hingga serpihan kecil.


Bagas keluar balkon lalu membanting ponsel Moetia ke bawah.


Bagas memandang ke arah jatuhnya ponsel itu tapi sudah tidak terlihat olehnya.


Bagas menghela nafas lega. Dia sudah memutuskan untuk tidak akan membiarkan Moetia bertemu lagi dengan Manda.


Selain alasan agar Moetia tidak dalam keadaan bahaya, Bagas tidak ingin Manda yang hanya memikirkan dirinya sendiri itu membuat Moetia kembali melakukan apapun demi hubungan persahabatan mereka.


Bagas kembali memasuki kamar, dia melihat Moetia menggeliat dan merubah posisi tidurnya.


"Kamu sengaja menggodaku lagi ya?" tanya Bagas berbisik di telinga Moetia lagi.


Moetia yang merasa terganggu menepis wajah Bagas dengan tangannya. Bukannya menjauh Bagas malah kembali membalikkan tubuh Moetia dan membangunkannya ciuman dan gigitan kecil di bibir istrinya itu.

__ADS_1


Mata Moetia perlahan terbuka, belum dia sadar sepenuhnya Bagas sudah kembali beraksi.


Keesokan harinya, jam di dinding menunjukkan pukul tujuh pagi. Moetia terbangun mendengar suara bel apartemen nya berbunyi.


Moetia berusaha untuk bangun tetapi seluruh tubuhnya terasa remuk.


"Ah, pinggang ku.." keluh Moetia.


Moetia kesulitan untuk turun dari kasur, dan bel terus berbunyi. Dia memutuskan untuk membangunkan Bagas.


Moetia menggoyangkan lengan Bagas dengan kuat.


"Bagas, bangun. Ada yang datang!" seru Moetia.


Bagas membuka matanya dan langsung tersenyum.


"Selamat pagi cantik!" gombal nya lagi.


Meski tahu Bagas hanya menggombal, tapi tetap saja wajah Moetia memerah.


"Ada yang datang!" ucap Moetia.


Bagas terdiam sejenak, dan ingat bahwa dirinya meminta Reno datang pagi ini.


"Oh, itu pasti Reno. Masalah pekerjaan. Aku akan temui dia. Kamu mau aku gendong dulu ke kamar mandi?" tanya Bagas menggoda Moetia yang sejak tadi memegang pinggangnya.


"Diam!" sahut Moetia.


"Semua ini karena ulah mu!" kesal Moetia.


Bagas malah terkekeh.


"Aku gendong ya!" tawar Bagas yang sudah berdiri sambil memakai pakaiannya.


Saat Bagas mendekati Moetia, Moetia malah menghentikannya.


"Sudah, aku bisa. Temui saja kak Reno!" serunya dengan wajah serius.


Tidak ingin membuat Moetia marah, Bagas pun menuruti ucapan Moetia. Dia keluar dari kamar, sesekali Bagas menoleh dan tersenyum melihat Moetia kesulitan berjalan ke kamar mandi.


Bagas membuka pintu dan mempersilahkan Reno untuk masuk.


Reno melihat ke sekeliling ruangan.


"Dimana Moetia? belum bangun?" tanya Reno.


"Hei, berhenti bertanya tentang istriku!" sahut Bagas yang posesif nya mulai kumat.


Reno menepuk jidatnya sendiri.


"Astaga Bagas, cemburu lah pada tempatnya. Aku ini kakaknya!" bantah Reno.


Bagas memicingkan mata nya dan berkata.


"Tidak perduli!" tegasnya.


...❤️❤️❤️...


...Jangan lupa tinggalkan jejak Like Komentar dan Favoritnya ya ❤️...


...Terimakasih ❤️...

__ADS_1


__ADS_2