Dilema

Dilema
Lupa Dibeli ya?


__ADS_3

" Ha-hah? Ma-maksud Lo? " Tanya Tasya terkejut karena melihat Nathan yang biasanya lembut sekarang malah membentaknya hanya karena jamur.


" ITU JAMUR BERACUN! JAMUR CONOCYBE FILARIS! " Seru Nathan.


" Ja-jamur a-apa? " Tanya Tasya kedua kalinya yang membuat Nathan tersadar tingkah nya kepada Tasya yang begitu emosi.


Bagaimana tidak mau emosi. Orang yang dicintainya seperti ingin bunuh diri karena memakan jamur beracun. Jelas Nathan marah atas tindakan Tasya.


" Jamur itu beracun. Jamur ini mengandung mikotoksin yang sama dengan jamur Death Cap. conocybe filaris berpotensi fatal kalau dimakan. " Jelas Nathan seraya memijat pelipisnya.


" HAH?! SERIUS LO?! " seru Tasya tidak percaya bahwa jamur yang ia lihat sangat mempesona tadi malah beracun dan hampir membunuhnya.


" Serius. Puji Tuhan Lo nggak makan. " Keluh Nathan seraya menatap cemas kearah Tasya yang masih syock atas perbuatan lalai nya itu.


" ha-hah..maaf ya. Gue nggak tau, maaf udah buat lo cemas kaya gini. Soalnya gue gak tau jamur mana yang beracun dan nggak. Harusnya gue lihat lebih teliti lagi kalau mau makan. " Keluh Tasya menyesali perbuatannya.


" Udah udah gapapa. Yang penting Lo nggak makan jamur itu. Lagian Lo ngapain disini? Ini udah sore lho. Teman sekamar Lo siapa? "


" Iya, teman sekamar gue Widya. Tau nggak! Oliv sekamar sama Abel tau!! " Seru Tasya yang membuat Nathan tersontak kaget mendengarnya karena selain terkejut bahwa Abel sekamar dengan Oliv. Ia juga terkejut karena Tasya menyebut nama Abel. Yang seolah olah ia tahu siapa itu Abel.


" hah serius lu?! Lu tau darimana siapa Abel? " Tanya Nathan.


Tasya pun menjelaskan cerita bagaimana cara ia mengetahui siapa itu Abel. Jelas, itu membuat Nathan cemas, karena Nathan takut kalau Tasya akan khawatir akan ancaman Abel.


" Terus, gimana pendapat Lo? " Tanya Nathan memastikan bahwa Tasya akan baik baik saja meskipun sudah diancam Abel


" Gue gak terlalu mencemaskan itu. Jadi gue have fun aja, santai. " Jawab Tasya.


" Hmm, syukurlah kalau Lo nggak cemas soal ancaman itu. Kirain gue Lo pengecut " Ucap Nathan seraya mengacak acak rambut Tasya yang masih setengah kering itu.


" Ish! Kurang ajar ya Lo! " Gerutu Tasya lalu pergi meninggalkan Nathan.


Tanpa disadari oleh keduanya, ada seseorang yang memperhatikan mereka diam diam. Ya, itu William. Jelas William cemburu akan perilaku Nathan kepada Tasya.


William yang hanya berdiri dibalik pohon, pun menghampiri Tasya setelah ia pergi.


" Lagi dan lagi. " keluh William.


" Kenapa? Lo cemburu? Lo takut semisal Lo nyatain cinta ke Tasya dan ditolak? Dan Tasya malah milih gue? " Ejek Nathan seraya memandang sinis kearah William.

__ADS_1


" Idih, jangan seneng dulu Lo. Siapa tau situasi itu kebalik? " balas William yang tak kalah sinisnya.


" cih! liat aja nanti! " Ucap Nathan lalu berbalik dan meninggalkan William seorang diri.


Dilain sisi, Tasya pergi ke kamarnya untuk menghampiri Widya.


" Sya, Lo udah kasih tau ke anak anak lain? Ini udah hampir jam 6 lho " Ucap Widya.


" Oiya lupa! Yaudah sebentar gue kasih tau anak anak dulu "


Tasya pun membuka hpnya dan menuju group WhatsApp yang dibuat Andrew sang ketua kelas.


< from Tasya for everyone >


Semuanya, Pak Bayu ngasih tau gua supaya share ini kepada kalian. Kita akan kumpul di halaman belakang Vila jam 7 malam "


< from Andrew >


Yaudah, semuanya. Makanan gak boleh kalian bawa ya. Soalnya udah tersedia dihalaman belakang vila nanti.


< from Jojo >


Bawa alat musik semacamnya itu boleh gak? Masa makanan doang yang tersedia, hiburan juga harus ada dong! Biar kita gak bosen bosen amat


< from Andrew >


< From Tania >


Ada bakar bakar nggak Ndrew?


< From Jojo >


Wih! Kalau ada bakar bakar pasti lebih seru ya!


< From Andrew >


Liat aja nanti


Setelah itu Tasya pun merebahkan dirinya ke kasur. Entah apa yang membuat tubuhnya begitu lelah.

__ADS_1


" heii! Lo udah mandi masa berantakan lagi? " Tanya Widya heran melihat Tasya yang begitu kelelahan.


" Hmm tubuh gue capek Wid " Jawab Tasya yang masih mengatur nafasnya.


" Tumben, kenapa emangnya? " Tanya Widya yang hendak mengikat rambutnya.


" Tadi gue hampir aja makan jamur beracun "


" HAH?! JAMUR BERACUN?! " Sontak Widya.


" iya, untung aja Nathan yang ngeliat gue mau makan jamur itu langsung sigap membuang jamurnya! "


" Yaampun! Beruntung banget Lo Sya ditolongin Nathan! " Seru Widya.


" ih lebay ah. Nathan kaya gitu tuh cuman karena rasa sosial. Sesama manusia harus saling bantu! Makanya dia kayak gitu! Jangan lebay ah " Gerutu Tasya.


" iya iyaa "


Sementara dikamar Oliv yaitu dikamar nomor 13. Olivia sedang mengikat rambutnya didepan cermin. Dan tiba tiba saja Abel yang dari tadi diam mulai bicara.


" Gua bingung sama kalian " Ucapnya.


" Kalian? "


" Iya! Lo! Tania! Widya! Nathan! Caca! Brian! dan juga William! Kenapa sih kalian selalu bela si caper! Jijik tau gak! " Seru Abel seraya menatap sinis kearah Olivia yang sedang mengikat rambutnya.


" hmm? maksud Lo siapa? " Tanya Olivia berpura pura tidak mengerti. Karena Oliv ingat ucapan Tasya supaya menahan emosi ketika Abel menjelek jelekan Tasya.


" si Tasya lah! Siapa lagi! " jawab Abel.


" Ohh kirain omongan Lo tadi tuh menuju diri lo sendiri. " Balas Oliv tak kalah sinisnya.


" HEH! JAGA OMONGAN LO YA!! "


" kenapa? kesindir? " balas Olivia seraya melipat tangannya didada.


" Udahlah! Ngomong sama temennya cabe sama aja. Sama sama cabe cabean! " Ejek Abel.


" Ngaca! Ga punya kaca ya dirumah? Kasian, sini gue beliin " Balas Olivia.

__ADS_1


" KACA GUA JUGA BISA BELI! " Seru Abel dengan suara tinggi.


" Kayaknya harga diri lupa dibeli ya? "


__ADS_2