Dilema

Dilema
Aries Bertemu Moetia


__ADS_3

Hai semuanya...


Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh. Selamat hari raya idul Adha bagi yang merayakan. Aunty juga merayakan.


Mohon maaf lahir dan batin ya semuanya 🙏


Mohon maaf jika selama aunty berkarya, aseekkk... ✌️dalam kata-kata ada yang tidak berkenan.


Please dimaafkan ya 🤗


Selalu jaga kesehatan dan kebahagiaan kalian semua...


Patuhi selalu anjuran pemerintah dan selalu taat pada protokol kesehatan.


Happy reading...


❤️❤️❤️


Manda tiba di sebuah apartemen yang disarankan oleh seorang temannya yang dia kenal di lokasi syuting.


Manda dan Olivia masuk ke apartemen yang sudah dia sewa ditemani oleh Olivia tadi.


"Bagaimana menurut mu?" tanya Olivia.


Manda melihat sekeliling dan mengangguk-anggukan kepalanya berkali-kali.


"Lumayan, cukup bagus dengan harga segitu!" jawab Manda.


Olivia duduk di kursi dan menyalakan televisi, semua fasilitas sudah bada di dalam apartemen ini. Manda hanya menyewa apartemen ini selama sebulan. Karena dia tidak berfikir untuk pergi selamanya dari kehidupan Bagas.


"Kenapa pindah ke apartemen? bukankah rumah mu sangat bagus, terlihat nyaman dan besar?" tanya Olivia.


Olivia tahu tempat tinggal Manda yang sebenarnya adalah rumah Moetia karena Olivia pernah mengantarkan Manda pulang saat pemotretan sampai tengah malam.


"Itu bukan rumah ku!" sahut Manda.


Olivia sedikit terkejut karena terakhir kali dia mengantar Manda, Manda bilang itu rumahnya.


Olivia jadi bisa menarik kesimpulan bahwa pasti telah terjadi sesuatu antara Manda dan keluarga nya hingga dia keluar dari rumahnya.


"Baiklah, aku tidak akan ikut campur urusan pribadi mu! tapi aku ingin mengatakan sesuatu sebelum aku pergi. Rumah bukan sekedar tempat kita bisa pulang dan beristirahat, tapi rumah adalah tempat dimana kita di lindungi dan tempat dimana kita bisa merasa aman. Dimana kita bisa merasakan hangat nya keluarga!" nasehat Olivia.


Manda malah berdecak kesal lalu membanting dirinya di sofa.


"Tidak usah bicara seperti itu Oliv, aku sudah bilang itu bukan rumah ku. Itu rumah om dan Tante ku. Aku sedang tidak ingin bercerita tentang mereka, aku sangat kesal!" ujar Manda.


Olivia hanya mengangkat bahunya sekilas.


"Terserah padamu, aku akan pesankan makanan untuk kita. Sebaiknya kamu bereskan dulu barang-barang mu. Dua jam lagi kita ada pemotretan!" seru Olivia.


Manda bergegas untuk bangkit lalu membawa kopernya ke dalam kamar. Dia menata pakaian nya ke dalam lemari. Juga alat-alat makeup nya dia menatanya di meja rias.


Manda menatap cermin sambil menekankan kedua telapak tangan nya ke atas meja rias.

__ADS_1


"Aku akan tunjukkan pada kalian semua, aku bisa sukses tanpa kalian. Moetia sahabat macam apa kamu, teganya kamu mengkhianati ku!!!" geram Manda sambil menggenggam erat tepi meja rias dan menggertak kan gigi nya.


Aries menemui Chairul di kantor nya, dan dia tetap disambut baik meskipun sambutannya pada Chairul di rumahnya tadi tidak terlalu baik.


Aries bertanya dimana dia bisa menemui Moetia, tapi sayangnya Chairul juga tidak tahu dimana apartemen Bagas. Sebenarnya hal mudah bagi Chairul mencari tahu tapi dia ingin Aries berusaha menemukan putrinya sendiri.


Chairul juga sedikit kesal, karena Aries begitu membenci putranya dan mengusir putrinya sendiri.


"Aku sungguh tidak tahu dimana mereka! aku bahkan belum bertemu mereka sejak terakhir kali nya di rumah sakit itu!" jelas Chairul.


Aries merasa kecewa dengan jawaban Chairul.


Chairul menepuk bahu Aries perlahan.


"Berfikir lah dengan tenang, aku senang kamu sudah mengambil keputusan yang tepat untuk mencari Moetia, kamu beruntung punya putri yang baik dan sangat manis seperti dia." ujar Chairul.


Aries mengangguk paham, dia juga tahu tidak mungkin Chairul akan memberitahunya dengan mudah. Setidaknya dia sudah berusaha.


Aries keluar dari kantor Chairul dengan perasaan cemas dan kecewa yang berbaur menjadi satu.


Dia menghela nafas panjang dan mengingat seseorang yang mungkin bisa membantunya.


Dia kembali masuk ke dalam kantor dan menghampiri resepsionis. Dia bertanya dimana ruangan Reno.


Si resepsionis cantik pun menunjukkan arah padanya. Aries memasuki lift dan menuju ke lantai dimana ruangan Reno berada.


Aries langsung membuka pintu ketika sampai di ruangan Reno.


Reno sedang duduk dengan tenang memeriksa beberapa dokumen yang menumpuk diatas meja kerja di hadapan nya.


Mendengar namanya di panggil, Reno segera menoleh ke arah sumber suara.


Reno spontan berdiri dan mendekat ke sisi Aries.


"Om Aries, ada apa? ada yang bisa ku bantu?" tanya Reno berbasa-basi dengan sopan.


Aries menepuk bahu Reno pelan.


"Kamu pasti tahu dimana Moetia kan?" tanya Aries.


Reno sedikit ragu untuk memberitahukan alamat apartemen Bagas pada Aries.


Tapi melihat sikap tulus Aries, Reno memutuskan untuk berkata jujur padanya.


"Apakah om sudah memaafkan Bagas dan Moetia?" tanya Reno ragu.


Aries menghela nafas nya panjang.


"Entahlah, tapi ku dengar Moetia sedang sakit? sakit apa dia?" tanya Aries yang tidak bisa menutupi kecemasan yang jelas terlukis disana.


Reno mengangguk.


"Kemarin dia hampir saja terkena hipotermia.."

__ADS_1


"Apa???" tanya Aries terkejut sampai menyela penjelasan dari Reno.


Reno sedikit lega, Aries begitu mengkhawatirkan Moetia.


"Untung saja Bagas..."


"Jangan bicara tentang Bagas!" ucap Aries menyela lagi tapi kali ini nada suaranya sangat ketus.


"Bisa kamu ajak om kesana, om ingin melihat keadaan Moetia!" pinta Aries.


Reno mengangguk setuju, dia menelpon Vivian dan memberitahukan kepada Vivian agar menunda semua jadwal pertemuan nya hari ini.


Setelah urusan kantornya di handle oleh Vivian, Reno mengajak Aries ke apartemen Bagas.


Tidak sampai setengah jam Aries dan Reno sudah berada di depan pintu apartemen Bagas.


Reno membunyikan bel dan...


"Om Aries!" sapa Bagas begitu membuka pintu lalu melihat Aries di hadapannya.


"Silahkan masuk om!" seru Bagas ramah.


Aries melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Matanya langsung menyasar ke segala arah mencari keberadaan putri tunggalnya itu.


"Moetia sedang istirahat di kamar, dia baru saja minum obat!" jelas Bagas yang mengerti dengan gelagat si ayah mertua nya itu.


Bagas memimpin jalan Aries menuju ke kamarnya, Bagas langsung membuka pintu kamar dan memanggil Moetia.


"Moetia!" panggil Bagas.


Moetia yang tadi sedang berbaring menoleh ke arah pintu mendengar panggilan Bagas.


"Iya... papa !" lirih Moetia melihat Aries yang sedang berdiri di ambang pintu.


Moetia berusaha untuk bangun dan duduk, melihat Moetia bangun Bagas dengan cekatan bergegas membantunya.


Aries bisa melihat dengan jelas senyuman Moetia dan Bagas yang saling memandang. Sungguh penuh kebahagiaan.


Aries mendekati Moetia dan berdiri tidak jauh darinya.


"Bagaimana keadaan mu?" tanya Aries.


Moetia sudah berkaca-kaca, dia ingin sekali memeluk papa nya itu.


Tapi dia masih takut karena kejadian di rumah sakit waktu itu.


"Apa kamu tidak ingin memeluk papa?" tanya Aries sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan Moetia.


❤️❤️❤️


Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komentar dan Favoritnya ya ❤️


Terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2