Dilema

Dilema
Part 26 Botol aqua


__ADS_3

Aku terkejut, Suamiku berbaring si ruang tengah, ada rasa heran ketika melihatnya, kedua tangannya menutup matanya sebelah dan matanya satunya tidak di tutup tetapi terpejam.


"Mas ada apa? Kenapa matanya di tutup seperti Itu? Mas ngapain? ".Aku bertanya padanya, karena terasa aneh saja aku melihatnya.


Dia hanya diam saja, tpi mulutnya mengaduh, kemudian di buka lah tangan yang menutup matanya tadi, matanya basah memicing dan memerah.


"Astagfirullahaladzim" ucapku spontan.


Aku langsung duduk dan melihat matanya.


" Kenapa ini Mas!"


"Sakit" berkata suamiku masih meringis sambil memegang matanya yang terpejam.


Bentar aku pun berlalu ke dapur, kuambil air hangat ku taruh dalam baskom dan mengambil handuk kecil, bergegas ku ke ruang tengah dan nenghampirinya, ku kompres perlahan ,berkali-kali aku lakukan dia masih mengaduh.


Setelahnya aku kembali ke kamar dan mengambil obat mata,buka matanya seruku dan ku teteskan obat mata itu ke matanya sebanyak lima tetes.


Syamiku masih mengaduh, ku suruh mengerjap dan memejamkan mata, ku tunggu beberapa menit, kemudian aku memintanya membuka mata kembali dan ku beri tetes mata lagi dan ku suruh lagi memejamkan mata.

__ADS_1


Lumayan lama ku tunggu dan ku suruh dia tetap memejamkan mata, setelahnya berkurang rasa sakitnya, karena dia tak mengaduh lagi taoi masih sakit katanya, kemudian dia duduk dan bersandar di dinding.


Dia seperti tau apa yang ada dalam pikiranku, keluarlah cerita dari mulutnya.


*


" Mama aku mau mandi" kata anakku


"Oke!"sahutku.


Kuambil baju ganti untuk anakku dan mengambil handuk


kemudian mengajak anakku dan membimbingnya ke kamar mandi, ku sabuni anakku , dan ku bersihkan lalu ku ambil anduk, saat di dalam kamar mandi aku mendengar suara berteriak memanggil nama anakku, ya paling itu suamiku memanggil anakku, aku teruskan saja mengurusi anakku.


Anakku pun sudah pergi ke rumah Dion, karena saat aku mengambil air hangat tadi dia sudah tak ada di dapur.


"Aku menggulung terpal, kuikat dengan karet ban dengan botol aqua,setelah ku ikat kencang, tiba-tiba saja teras ada yang memukulku dari belakang, sangat sakit sekali. Kemudian kurasakan mataku perih bukan main, sakit sekali! Tadi mas berteriak memanggil adek, tapi tak ada sahutan mas merangkak sampai rumah dengan susah payah, mata mas sakit sekali dek" ucapnya panjang lebar.


"Aduh mas hati- hati dong, memang ngapain sampai melakukan itu, buat apa? toe kan.. matanya sampai kayak gitu?" aku berucap sambil memperhatikan matanya kembali.

__ADS_1


"masih sakit" ucapku lagi.


Dia hanya mengangguk, kemudian aku mengambil obat ringan,merek generik untuk menghilangkan rasa sakit, dan ku kedapur mengambil air minum.


Kusodorkan obat padanya dan menyuruh meminum obat itu.


Dia pun menurut, setelahnya aku mengambil bantal untuk dia berbaring.


"Terima kasih sayang" ucapnya.


Aku hanya diam dan mengangguk.


"Mama...!" teriak Faira di dapur.


Tak alang kepala aku bergegas ke dapur dan melihat anakku, aku apabila dia berteriak rasa kebat- kebit jantungku.


Ku dapati anakku di dapur tersenyum, tapi mulutnya manyun sedikit.


"Mama sisiran" ucapnya

__ADS_1


"Iya" lega hati ini mendengar perkataannya.


Ku ajak ke dalam dan mengatakan ayahnya matanya merah, dia pun menghambur sedikit berlari untuk menemui ayahnya, terdengar berbagai pertanyaan dilontarkan untuk ayahnya.


__ADS_2