
" Raina! Gue minta lo pergi sekarang! " Bentak William. Menatap nafsu dengan tatapan ingin membunuh Raina dalam sekejap.
" Aku minta ceritain sejujur jujurnya ya sayang! " jawab Raina dengan tatapan menggoda. Dan tatapan mengejek kearah Tasya.
" siapa perempuan itu?! kenapa sepertinya Nathan dan William gak suka kalau aku dekat dengan mereka didepan gadis itu?! " batin Raina seraya melangkah pergi kearah gerbang vila.
" jadi, siapa gadis itu? " Tanya Tasya datar.
" Di-dia Ra-raina. " jawab Nathan gugup.
" Gue tau! Apa hubungannya dia dan kalian?! Kenapa dia jawab kalau kalian berdua pacarnya?! Kalian berdua pacaran sama satu cewek?! Gila!! " Bentak Tasya yang tak habis pikir.
" Bukan. Dia mantan pacar kita " tegas William.
" mantan? terus kenapa dia masih bilang kalau kalian berdua pacarnya?! " tanyanya lagi.
" stress mungkin " sahut Nathan datar.
" Yang bener jawabnya!! " kesal Tasya.
" kita gatau kenapa dia bisa nganggep kita pacarnya. Dia itu pacar kita dulu, dulu kita teman baik. Dulu Raina gadis yang baik, cantik. Dia teman kita, lama kelamaan dia mepetin gue dibelakang Nathan. Dan dia nembak gue duluan, gue Nerima dia. Ya besok besoknya masih berjalan baik, gue Nathan sama Raina tetep main bareng, tapi Nathan belum tau kalau kita berdua udah pacaran. Tapi sebulan kemudian Nathan sama Raina ilang ilangan. Kalau gue chat mereka selalu jawab lama dan anehnya mereka jawab bersamaan. Dan pada akhirnya karena gue udah rasa aneh dan beda dari mereka berdua. Gue ikutin lah tu kemana Raina pergi. Dan yaps! mereka berdua kepergok lagi pacaran ditaman! " Jelas William dengan tatapan kesal terhadap Nathan.
" Gue gatau ya kalau kalian udah pacaran!! Dan Raina juga langsung nembak gue duluan!! Ya gue terimalah! Kita pacaran juga seminggu yang lalu sebelum Lo pergokin kita! Gue gatau apa apa! " bantah Nathan.
" Ssstttt!!!! diem dulu! Dengerin penjelasan William! Kalau udah Lo baru boleh ngomong! " tegur Tasya.
" Iya iya! bawel!, " cibir Nathan menatap gemas kearah Tasya yang masih menatap William menunggu sambungan penjelasannya.
" terus, pas mereka ketangkap basah. Nathan marah banget ke Raina, ya gue jugalah! Namanya dihianati. Akhirnya, kita berdua putus dari Raina dan juga putus hubungan. Gue sama Nathan juga udah ga kaya dulu lagi, yang dulunya teman baik sekarang kek musuhan. Dan beberapa tahun kemudian, Nathan Dateng kerumah gua dengan tujuan damai. Gue Nerima akhirnya kita baikan walaupun ga sehangat dulu. " sambung William.
" tunggu, apa tujuan Raina memacari kalian berdua secara bersamaan? " Tanya Tasya yang heran mendengar penjelasan William.
" Kita berdua sama sekali ga tau maksud dan tujuan Raina macarin kita berdua bersamaan. Tapi yang jelas, dia wanita iblis! " Geram Nathan.
" Hmm, kayaknya ada tujuan tertentu Raina macarin kalian berdua sekaligus. Apa itu karena harta? " singgung Tasya.
" menurut gue bukan. Karena kalian tau kan, gue dari keluarga yang nggak berkecukupan. Masa iya dia mau manfaatin gue? Apa untungnya coba? Pikir lagi deh, itu nggak masuk akal. " sahut Nathan.
" Bener kata lo Nath, Raina ga mungkin mau manfaatin Nathan. Pasti ada tujuan lain " sambung William.
" iya juga ya, kita harus cari tahu apa tujuan Raina untuk deketin kalian lagi dan muncul tiba tiba begini. Dan hey! gue mau nanya. Setelah kalian tahu Raina macarin kalian berdua, apa kalian tahu kemana dia menghilang setelah itu semua terjadi? " Tanya Tasya.
" Setahu gue dia pindah ke Prancis. Berita dia dan keluarganya heboh waktu itu. " jawab William.
" Heboh? Apa keluarganya termasuk orang penting? " Tasya mulai penasaran asal usul Raina, tidak tahu mengapa.
" Ya, ayahnya adalah seorang pembisnis terkaya dan tersukses dulu. Pabrik perusahaannya benar benar menerjang pesat. Pada tahun 200* " jelas Nathan.
__ADS_1
" 200*?! " seru Tasya. Tasya tidak percaya, karena tahun itu adalah tahun kebangkrutan perusahaan ayahnya.
" kenapa Sya?! " Tanya William khawatir.
" Tahun itu adalah tahun kehancuran keluarga gue! Gue inget banget tahun itu tahun kebangkrutan papa! Karena dia difitnah oleh salah satu saingan bisnisnya! " jelas Tasya, matanya sedih sekali ia curiga kalau ayahnya Rainalah pelaku dari kasus terfitnahnya Ren.
" Benarkah?! Siapa nama saingannya itu?! " Tanya Nathan.
" Setahu gue namanya Arian Hierman! Dari perusahaan yang bernama HIERMANS " jelas Tasya.
" HAH?! " seru William, William tahu jelas asal usul kedua orang tua Raina. Walaupun sudah dihianati tapi ia tetap ingat jelas nama dari kedua orangtua mantan pacarnya itu.
" Kenapa Wi-will?!?! "
" DIA ADALAH ORANG TUA DARI RAINA " Ujar William.
deg..deg..deg..
Jantung berdegup kencang, detaknya sangat cepat. Seolah tidak percaya bahwa orang tua dari mantan pacar dari kedua temannya adalah orang yang berani memfitnah perusahaan ayahnya hanya untuk mendapat kesuksesan.
" a-apa?! jadi Rainalah anak dari orang yang fitnah papa?!!?!?! " lirih Tasya, Tasya terkulai lemas duduk ditanah. Lemas sekali, ia tidak percaya orang yang dicari cari papanya sendiri adalah orang tua dari mantan pacar kedua temannya.
" TASYA!! " Seru William dengan sigap menopang tubuh Tasya yang terkulai lemas ditanah, ia sudah pingsan dipelukan William.
" Kenapa orang itu yang selalu saja beruntung?! " batin Nathan kesal.
" hei! panggilkan Caca! Widya! Oliv! Tania dan juga Brian!! Panggil mereka kesini! " Suruh William. William tahu, pasti Caca dan Brian tau akan masalah ini. Akan masalah kebangkrutan perusahaan Ren dulu.
" Kenapa?!?! Tasya kenapa?!!?!! " tanya Caca cemas. Melihat sahabat SMP nya itu terkulai lemas ditanah lebih tepatnya dipelukan William.
" Tasya! Ta-tasya mengetahui bahwa Raina adalah putri dari Pak Arian Hierman! " Jelas Nathan dengan kalimat terbata bata.
" ARIAN HIERMAN?! " Seru Brian tidak percaya.
" Orang breng*ek itu telah menghilang bertahun tahun! Kenapa yang baru muncul adalah anaknya!!!! " Seru Brian emosi. Bagaimana tidak? Arian Hierman telah dicari cari sekian tahun lamanya oleh perusahaan papanya, dan Perusahaan Ren orang tua Tasya.
" Sebentar, Raina itu siapa? " Sontak Tania. Yang membuat lainnya juga ikut berpikir.
" Dia mantan kekasih kami " jelas Nathan.
" KAMI?! BAGAIMANA CERITANYA?! "
Nathan pun menjelaskan awal kejadian mereka berpacaran disambung cerita William yang membuat semua teman temannya terkejut.
" wanita itu! Keluarganya biang masalah!!! " Ujar Widya.
" hei! Begini! Mengapa Raina memacari kalian sekaligus?! Pasti ada tujuan tertentu kan?! " Sontak Olivia.
__ADS_1
" Pasti! Gue yakin! Dia memacari kalian sekaligus pasti punya tujuan! Ga mungkin dia memacari kalian sekaligus tanpa alasan tertentu!! " sambung Widya.
" Kalian! Salah satu dari kalian boleh gak bawain kompres?! Kalian melihat Tasya begini tapi tidak ada tindakan!!! Cepat!!! " Kesal William. William pun membawa Tasya kekamar Vilanya. Sementara Caca mengambilkan sebuah kotak P3K serta peralatan kompres.
Anak anak lain seperti Olivia, Widya, Brian, dan juga Nathan menemani Tasya dikamarnya. Dan sementara Tania, Tania memberitahu Pak Bayu dan guru guru lain mengenai kondisi Tasya.
" begitu pak, sebaiknya Tasya tidak diizinkan untuk mengikuti ragam kegiatan hari ini. Saya takut keadaanya semakin memburuk " pinta Tania.
" Benar, baiklah bapak izinkan. Dan sekarang, bagaimana dengan kondisi Tasya? Apa dia sudah baikan? " Tanya Pak Bayu cemas. Dia khawatir kalau keadaan Tasya drop, Pak Bayu tahu sekali keadaan Tasya karena diceritai oleh Pak Hendra dan Ibu Hani yaitu kedua orang tua William yang sekarang menjabat sebagai kepala sekolah.
" terimakasih pak, kabar kondisi Tasya selanjutnya akan Tania beritahu lagi. Permisi pak, Bu " Tania langsung segera berjalan kearah kamar vila Tasya dan Widya..
Sesampainya disana, Tania bernafas lega melihat Tasya yang sudah sadar dari pingsan karena syocknya.
" Tasyaaa! Kamu gapapa kan?! aaa!!!...kamuu inii!!! bikin aku cemas banget tadii!!! apa demam mu udah turun? " Tanya Tania bertubi tubi karena ia sangat cemas akan keadaan Tasya.
" Taniaa! gue gapapa kok! don't worry! pegang aja sini! " sahut Tasya terkekeh kecil seraya mengambil tangan Tania untuk memegang dahinya.
" gimana? udah turunkan? "
" i-iya! tadi tu-tubuh lo panas banget! " lirih Tania.
" Oke! Karena aku udah mendingan! boleh ngga kalian keluar dulu? Widya juga, boleh? " pinta Tasya.
" boleh Sya, semuanya keluar dulu yuk? Beri Tasya waktu untuk nenangin dirinya " ajak Widya.
" gapapa Sya? " Tanya Caca yang masih cemas akan keadaan Tasya yang walaupun sudah mendingan.
" udah ah gapapa. Lihatkan tadi aku udah mendingan? Udah jangan khawatir Anatasya Fio Ren ga akan kenapa napa kok!! " seru Tasya menyembunyikan rasa sedihnya.
William sudah tahu dari awal kalau Tasya sadar Tasya akan menyembunyikan yang namanya " rasa sakit " dalam dirinya. Tapi William juga mengerti bahwa Tasya butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Semua teman teman Tasya keluar tanpa terkecuali, Tasya berdiri dan menutup hordeng jendela kamarnya, memberi waktu dirinya untuk menenangkan dirinya dalam gelap.
Bahkan terang lampu kamar tidak ia nyalakan, kamarnya sendu dan hening. Hanya suara jam dinding kamarnya yang terdengar " tik tok tik tok "
Tasya duduk dikasurnya dan mengangkat kedua kakinya memberi tumpuan tangannya, dagunya menempel dikedua tangannya.
" mama...papa...Ta-tasya udah berhasil menemui anak dari Om Arian...dan lebih sedihnya lagi.. itu adalah Raina, mantan pacar dari kedua teman Tasya... "
" Tasya masih sangat sedih melihat kejadian masa lampau sejarah perusahaan Ren..papa mendirikan perusahaannya dengan keringat bercucuran..kerja keras pagi sampai malam..papa lakukan itu semua demi masa depan Tasya..Tasya sangat berterimakasih untuk segala upaya kerja keras papa yang tak ternilai harganya.. "
" Tapi sekarang..gue ga tau kenapa pas pertama kali William dan Nathan menjelaskan hubungannya dengan Raina dimasa lampau..hati gue kaya ditusuk berkali kali..sakit.. "
" entah kenapa itu bisa terjadi sama gue lagi.. "
" Apa sebenarnya ada gue udah ada rasa diantara Nathan dan William? Tapi siapa yang aku sukai diantara mereka? "
__ADS_1
" Tapi, kalau gue hanya sakit karena Raina adalah anak dari Om Arian. Kenapa hati gue ga rela kalau William dan Nathan cerita bahwa ada hubungan diantara mereka sama Raina dimasa lalu? "
" Kok tiba tiba sakit? "