
Aku ingin berdiri sendiri,biarlah mereka seperti itu, aku akan mengumpulkan uang untuk kuliah kembali, agar sesuai bidang pendidikanku.
Aku kuliah dibidang Ekonomi, ya suamiku lah yang meminta ku untuk melamar menjadi guru, agar tak terlalu cape, katanya,pada waktu itu, tak seperti bekerja di Bank, pasti akan pulang sore.
Langkah selanjutnya aku akan mengurus pindah dan pergi dari sini, yang paling penting tak disini lagi.
Hari ini aku menerima gajiku sebagai tenaga pengajar di SD Cempaka Berseri, Sekolah Negeri dan aku sangat senang bila melihat anak- anak yang selalu tertawa, penuh riang dan gembira.
Pulang sekolah ku mampir di sebuah mini market, untuk membeli berbagai keperluanku, ku beli berbagai kebutuhan anakku,sedikit jajan dan yang lainnya.
Kemudian aku ke pasar membeli sayur, ikan dan ayam, lumayan banyak plastik yang ku bawa, kucantolkan di gantungan tengah motorku, ada beberapa barang yang tak muat, ku masukkan dalam jok motorku, setelahnya aku pulang.
Ku parkir motor di samping rumah, ku lepaskan helm, terlihat Ibu Mertua dan Adik Ipar duduk di teras rumahnya, kalau Ibu mertua di rumah adik Ipar, berarti anakku ada disan pikirku.
Aku bunyikan klakson, agar anak ku tau aku pulang,tak berselang lama,anakku memanggil mama dan berlari menghampiri, ku sapa anakku, ku berikan kantong plastik kecil dengan 2 es cream.
Ibu masih melihatku,aku tak peduli, kuambil belanjaaanku,ku turunkan , kemudian kuambil lagi sisa barang di jok motor.
__ADS_1
Aku sudah tak perduli biasanya aku akan membeli sedikit belanjaan untuk Ibu mertua, jajanan untuk Ria, Rika dan Dion.
Sekilas mata ini melihat mereka saling memandang, biarlah tak masalah , lebih baik aku melanjutkan kegiatanku saja.
Akupun berkemas dan mandi, selanjutnya istirahat siang, sepertinya suamiku pergi entah kemana, karena dirumah sepi,biasanya jam siang begini dia sudah pulang, mungkin sibuk atau ada urusan.
Ku simpan beberapa belanjaan dan kutata dalam lemari kaca milikku didapur, ku bersihkan ikan dan ayam dan kumasukkan ke dalam kulkas, kuputuskan nanti saja memasukkan sayur, aku ingin tidur siang dulu bersama anakku.
*
setelah bangun dari tidur siang aku mandi dan sholat asar, kemudian aku menyapu, ku bersihkan sayur dan menyusun dikulkas kembali.
"Ya" sahut ku.
Langkah kaki lebar seperti datang dari arah pintu ruang tengah.
Ku temui sang pemilik suara.
__ADS_1
"Ada apa Mas?" Aku bertanya sambil menautkan alis.
"Jangan boros!Apa-apa dibeli" ucapnya lagi.
Aku diam dan kutatap Ayah Faira itu dengan sedikit heran.
"Beli jajan, sekarang zaman susah, berhemat" ucapnya.
Degh!
Apa-apa di beli, maksudnya,aku sudah tau mungkin dia habis dari rumah Ibu mertua atau dari rumah adik Ipar.
Pantas saja dia seperti ini, aku diam saja, malas menanggapi toh sama saja, akan marah saja bisanya.
Aku berlalu kedapur dan dia juga mengikutiku,ku bereskan kembali pekerjaanku di dapur tadi,kemudian dia mengambil beberapa jajanan di dalam lemari dan dia pun kembali ke ruang tengah.
Marah, tapi dimakan juga, aduh, Bestie, aneh saja rasanya, sabar batinku.
__ADS_1
Kalau saja aku menyahut dan mengatakan apa saja, dia akan marah, dan panjanglah omelannya sekitar sepuluh meter, isteri tak bersyukur lah,membeli yang tak berguna lah, apapun, dan omelannya seperti mulut Ibu- ibu saja. Lebih baik aku diam dan ku biarkan dia mengomel.