
" Ahahaahaha! Mantan gak tuh? " Ejek Caca seraya menghampiri Tasya dan Bill disambung Tania, Olivia dan juga Widya.
" Ahahaha. Ternyata gini ya kalau orang habis baikan sama mantan! Kaya orang pacaran! Padahal udah mantan hahhaha!! " Sambung Widya.
" Ihhhh! Kalian ini! Kasian tu Tasya! Wajah nya udah ditekuk gitu! Ululululuuu " Balas Tania seraya membelai lembut pipi Tasya yang membuat Tasya risih.
" iii kalian!! "
" ulululuuuu " ejek Widya.
" Eh ngomong ngomong Nathan sama William mana?" Tanya Tasya seraya melihat sekelilingnya mencari keberadaan Nathan dan William.
" ooh biasa dia lagi ngantin. Liat noh diujung sana" Sahut Olivia.
" ohh gitu, yaudah susul yuk? " Ajak Tasya seraya menghampiri meja Nathan dan William.
...----------------...
Hai semuanya, ini ada sedikit perubahan di cerita. Anak anak sekolah akan camping di kota Bandung. Jadi bukan di puncak ya.
...----------------...
Di sore hari, Tasya melakukan packing untuk camping yang diadakan sekolahnya di Bandung.
" Lebih baik aku bawa pakaian tebal atau kaos biasa? "
" Dua duanya aja deh. "
Tasya pun memasukan satu persatu pakaiannya. Baik pakaian tebal ataupun pakaian tipis dan berlengan pendek.
tok..tok...tok..
" masuk "
" Tasya? Kamu lagi packing nak? Sudah selesai belum? Kalau sudah mama mau ngobrol berdua sama kamu " Ucap Vania seraya menutup pintu kamar.
" Emm, palingan tinggal sedikit lagi ma. Tunggu sebentar di sofa aja ya " Jawab Tasya seraya melipat bajunya dan menaruh rapi didalam koper berwarna hitamnya.
Vania pun duduk di sofa berwarna putih dekat meja belajar Tasya.
Selesai Tasya mempacking pakaiannya. Tasya duduk manis disamping mamanya.
" Mama mau ngomong apa? Apa ada masalah? " Tanya Tasya menghadap ke Vania.
__ADS_1
" Tidak nak, jadi gini. Bagaimana dengan sekolahmu? Apa semuanya lancar? "
" Lancar lancar aja kok ma. Kayaknya mama mau ngomongin hal lain deh. "
" Memang nak, bagaimana dengan hubungan kamu dan Bill? Mama dengar Bill satu sekolah denganmu "
" Hubungan Tasya dan Bill udah baik baik aja ma. Kami sepakat untuk berbaikan setelah bertahun tahun. Lagipula kata mama, bermusuhan berlama lama itu nggak baik kan ma? "
" iya nak, tentu saja tidak baik. Tapi mama khawatir jika kamu sedih. "
" Sedih? Aku pertama kali saat lihat dia ada disekolah yang sama disekolah Tasya. Jujur Tasya ngerasa syock dan sedih. Tasya udah susah susah ngelupain Bill dari masa lalu Tasya, eh malah ketemu lagi. Tapi mama tenang aja, Tasya udah nggak ngerasa sedih lagi kok. Kita udah baikan dan sepakat mengubah hubungan spesial, permusuhan menjadi teman biasa. Mama jangan sedih lagi yaa. "
" iya nak, yasudah. 2 jam lagi kamu turun ya, kita makan malam. Jangan sampai kamu sakit lho, nanti ngga bisa camping dong "
" Hehe iyaa maaa "
Keesokan paginya, Tasya siap didepan mobil yang disetir Ren ditemani Vania disampingnya. Memakai pakaian jenis turtleneck berwarna putih serta jaket jeans berwarna putih juga. Dan juga sepatu kets ditemani kaus kaki yang berwarna sama menyelimuti tubuh cantik Tasya.
" Anak papa cantik banget siih. " puji Ren melihat penampilan anaknya.
" iya loh Tasya, siapa dulu mamanya! " sambung Vania.
" aku loh yang buat " ejek Ren yang membuat Vania merona dibagian wajah.
" Udah udahhh, kalian berdua yang buat Tasya lho. Udah ya ayo kita berangkat, nanti Tasya ketinggalan bus lagi. " Seru Tasya dan masuk kedalam mobilnya.
Ren pun mengegas mobilnya sampai di sekolah putrinya itu.
Sesampainya disekolah, semua mata tertuju pada kecantikan Tasya yang keluar dari dalam mobil disambung Vania dan Ren. Satu keluarga yang benar benar membuat semua orang yang memandangnya terpesona.
" aihhh, itu Tasya dan kedua orang tuanya? Gila gue kalah style sama orang tua Tasya. " Bisik salah satu murid yang memandang Tasya dan kedua orang tuanya.
" iya, keren abis style nya. Emang ya buah jatuh gak jauh dari pohonnya. Kerennnn abisssss "
" ih gila itu Tasya dan orang tuanya? Baru pertama kali gue liat pemandangan bidadari dan keluarganya turun dari mobil. "
" Tasya emang paket komplit dahhh. Kalah tuh sama Abel. "
" aihh malah bandingin Tasya sama Abel. Kalah jauh kalii. Bagaikan bidadari ketemu mimi peri hahahaaaa. "
" jangan gitu brooo, Abel tuh cantik tau. "
" cantik dari mana. Kan dia yang ngomporin kita supaya timpukin kertas ke Tasya! " Ucap salah satu satu murid yang membuat Nathan.
__ADS_1
" maksud Lo? " tanya Nathan yang membuat orang yang membicarakan Abel dan Tasya merasa merinding karena ucapan berat khasnya.
" ja-jadi A-abel yang nyuruh kita untuk ngelemparin kertas ke Tasya. Kita gamau tapi dia paksa. " jelas anak murid itu.
Karena kesal, Nathan menonjok dinding sekolah dengan tangannya.
" Abel, jangan harap setelah perbuatan Lo yang satu ini gue maafin Lo. Ga akan "
Tak lama kemudian, ada mobil berwarna hitam sport mulai masuk dari gerbang sekolah Tasya. Dan ternyata itu adalah mobil keluarga William.
" gila broo dua keluarga ini ga bisa ditandingin kekayaannya sama orang biasa kaya kita. "
" heii udahlah jangan bacot! Nanti kita ditonjok William lagi karena ngebicarain dia sama keluarganya "
" Oh, halo selamat pagi Pak Ren. " Sapa Hendra.
" Selamat Pagi Pak Hendra " jawab Ren ramah.
" Hai kakak Tasyaa!! " Seru Alex dan memeluk Tasya dengan pelukan kecilnya.
" hai Alex " balas Tasya seraya menggendong Alex.
" Alex, turun ih. Kak Tasya keberatan tuh, Alex udah nambah 2 kilogram lho Tasya " Ucap Hendra seraya terkekeh melihat putra kecilnya itu yang sangat manja kepada Tasya.
" yaampunn, Pantesan gembul banget om pipinya. Gemess ihh " balas Tasya seraya mencubit gemas pipi Alex.
" Anak anak, mari kita langsung naik bus. Ini sudah jam 6 kita harus cepat kalau tidak mau macet. " Seru Pak Bayu memerintahkan anak anak untuk masuk kedalam bus.
" baik pak " jawab anak anak segerombolan.
" Alex turun dulu yaa, Kak Tasya mau pergi. " Ucap Tasya seraya menurunkan Alex.
William menghampiri Alex dan mengecup keningnya.
" Alex, kak Will berangkat dulu ya. " Ucap William lembut.
" Iya kak, hati hati hati ya kak Will, kak Tasya "
Tasya pun berpamitan dengan kedua orang tuannya begitupula William, Caca, Brian, Olivia, Tania. Hanya Nathan yang berangkat sendiri karena mamanya belum terlalu sehat untuk diajak keluar rumah.
Tasya pun masuk kedalam bus disambung anak anak lain. Tapi sayangnya, tempat duduk yang kosong hanya ada disamping Nathan dan juga William.
" Sya! Lo duduk bareng gue aja! " Seru Nathan dan William bersamaan.
__ADS_1