Dilema

Dilema
Part 35 POV Bu sri


__ADS_3

Anakku kuliah dj jurusan IT, sebenarnya Ayahnya ingin dia masuk TNI saja, katanya tak berminat, seperti ayah yang dikirim-kirim keluar daerah.


"Aku kasian melihat Ibu yang di tinggal Ayah Tugas, terkadang Ibu aku lihat menangis bila merindukan Ayah" kata anakku ketika aku bertanya kenapa tak mau menjadi anggota TNI.


"Aku tak mau Ibu juga akan menangis lagi seperti dulu, saat ayah harus mengemban tugas Negara"


itulah yang dikatakan anakku, saat aku menyuruhnya untuk Tes anngota TNI.


Menjadi seoarang istri TNI harus memang kuat dan bermental baja


Saat tugas Negara Isteri seorang TNI harus siap dengan segala konsekuensinya, di tinggal suami bertugas adalah hal terberat.


Ketika mengantar suami bertugas, saat itu hanya ada tangis yang mengalir si pelupuk mata, tak ada kata yang terucap.


suamiku hanya menenangkan dengan mengusap bahu dan berkali-kali mencium tangan ini.


Tidak ada obat dalam suasana hati yang lara, ketika akan melepas pergi.Terasa perih hati ini.


Tapi,apa yang harus dilakukan, ketika Tugas itu harus sipenuhi dan tanggung jawab harus segera di laksanakan.

__ADS_1


Melepas kepergian suami trtcinta adalah hal yang yrraakit yang silalui seorang Iateti Persit,Hanya telepon di sela- sela tugas pengobat Rindu.


Anakku Satria adalah saksi dari air mata yang keluar dari pelupuk mata ini, saat hati ini Rindu pada suami yang jauh disana dalam mengemban tugas Negara.


Pelukan hangat dari Satria yang selalu meredan rasa rindu ini.


Mungkin setiap menyaksikan aku yang menangis saat di tinggal tugas itulah, Satria berdalih dan bersikeras untuk tidak masuk akademi kemilitetan,yang di sarankan oleh Ayahnya.


Aku memakluminya, hanya saja suamiku kecewa padanya, tapi aku berusaha untuk memberikan pengertian pada suamiku,


Anakku yang baru kelas empat SD pun selalu di berikan dukungan untuk bisa mengikuti jejak Ayahnya, tapi dia masih anak keci.


Apabila di tanya cita-cita dia selalu berubah-ubah, pernah dulu ketika masih kelas 2 Sd, yang membuat aku dan suamiku tertawa.


"Aku mau jadi robot" berlagak lah dia dengan membusungkan dada dan berjalan seperti robot, dengan tangan kanan dan kaki kanan maju secara bersamaan, dan tangan kiri maju serta kaki kiri maju mempergakan jalan robot.


Tergelak lah suamiku sat melihatnya.


Akupun tertawa melihat kelakuan Arya anakku itu

__ADS_1


Di lain waktu apabila di tanya dia akan mengatakab mau jadi dokter lah, dengan membawa suntik mainan pada ayahnya dan di suntikkan di bahu ayahnya


Ayahnya hanya terpingkal melihat kelakuannya.


Belum lagi, dia mau jadi polisi, jadi pilott dan apa saja selalu tingkah lucu yang membuat tertawa.


Begitulah Arya,tapi dia memang pandai membuat tertawa, tingkahnya yang lucu dan membuat gemas adalah hal yang terindah yang kulihat dari anakku.


Sementara Satria dengan gaya yang serius, apalagi bila di depan komputer, ada saja yang dia buka, dan selalu bertanya.


Saat memasuki Sekolah SMA dia merengek meminta untuk di belikan laptop, aku pun memberikannya.


Satria memang berbeda dengan Arya yang selaku berubah-ubah yah, kemungkinan hanya faktor usia saja, tunggu nantilah bagaimana perkembangannya.


Semoga saja dia akan mengikuti jejak ayahnya, dan suamiku itu akan senang.


Memang Suamiku sangat menginkan salah satu dari anaknya menjadi seorang anggota TNI.


Tapi aku pribadi tak ingin memaksakan , aku membiarkan dan memberi kebebasan apapun yang di inginkan anak-anak nantinya, yang penting dia senang dan ikhlas menjalaninya.

__ADS_1


Selalu dan setiap kami membahas masalah anak kami , aku tak ingin berdebat agar suamiku juga tak akan memaksakan kehendaknya.


Aku ingin semua berjalan apa adanya dan sesuai keinginan kedua putraku yang teramat sangat kusayangi.


__ADS_2