
prang! Prang! Prang!
Bugh! Braak!prang!
Gaduh sekali suara itu, itu desi dan sumaminya , heran juga ada- ada saja setiap hari masalah, kadang ribut tak Jelas.
seperti ada masalah saja, tak ku gubris, aku mau melihat Televisi dan sedikit bersantai, hari ini hari sabtu aku libur mengajar, anakku ku antar sudah ke sekolahnya.
Kemudian aku akan pulang dulu dan mencuci baju, tadi pagi aku belum mencuci baju yang sudah mulai menumpuk.
Inilah kesempatan menonton televisi, kalau anakku ada di rumah, kartun ada lah yang mendominasi, tak bisa aku memindah saluran kartun yang di kuasai anakku, begitulah kalau punya anak di rumah.
Ku kumpulkan baju kotor dan ku taruh di mesin cuci, kualirkan air dan ku hidupkan mesin cuci setelah itu ku tinggal menonton Televisi kembali.
Biarlah mesin cuci melakukan tugasnya,saat aku membereskan baju di dapur, aku masih mendengar suara ribut.
seperti suara orang berdebat, aku tetap cuek seolah tak terjadi apapun, biasanya aku akan langsung keluar, tapi ini tidak kulakukan sekarang, bagiku kurang begitu penting,.
Hari memang masih pagi jam masih menunjukan jam sembilan lewat , sambil menunggu cucian di selesaikan mesin cuci.
Aku kemudian menonton televisi dan sambil be beres di kamar sedikit dan mejemur baju yang sudah ku cuci.
Tidak terasa sudah hampir jam 11 siang, segera aku bersiap untuk menjemput anakku, kuambil helm, kunci motor dan tas selempang kecik.
Aku melewati pintu depan runah, masuh ada suara Ibu mertua dan ayah mertua di rumah Desi, sepertinya mereka sedang berbicara, aku ambil motor di garasi dan pergi menjemput anakku.
Setelah ku jemput anakku kami tak langsung pulang, aku ke taman dulu bersamanya, duduk di gazebo tengah menikmati pemandangan yang sedikit menenangkan.
Aku memesan juice alpukat dan juice apel dan beberapa cemilan untuk aku dan anakku.
Ku foto anakku berbagai gaya, aku suka melihatnya tertawa dengan riang, setelah pesanan datang, kami pun memakannya anakku terus saja berceloteh dan bertanya ini dan itu.
terlihat sudah banyak orang berseliweran di taman.
__ADS_1
"Bu Nadia" terdengar sebuah suara.
Ku toleh suara yang baru saja ku dengar.
Aku tersenyum, ternyata Pa Riki ada di taman.
Dia menghampiri ku.
"Sama Siapa Bu..?" tanya nya.
Tanpa ku jawab ku pegang bahu anakku dan melihat anakku.
Pasti tau Pak Riki maksudnya.
"oh..sama Faira ya.."
"Bapak juga sama Siapa" aku balik bertanya.
"Udah minum?" ucapnya
Akupun menunjuk gelas juice yang sudah habis setengah.
"Itu juice apa Bu Nadia" katanya
" Alpukat Bapak, nih warnanya hijau gini" sambil ku anggkat dan meminum kembali.
"Bentar aku pesan dulu, Faira mau juice lagi?"
Anakku menggeleng.
"Baiklah Mamanya saja aku pesankan lagi" katanya.
" Jangan Pa, aku sudah kenyang ini" sahutku cepat.
__ADS_1
Pak Riki berlalu, aduh ! Semoga saja dia tak memesan juice itu lagi.
"Mama hp" anakku merengek mau melihat youtube.
Aku sudah tau bila dia seperti itu, kemudian kuberikan hp padanya.
Tak berapa lama Pak Riki datang dan membawa juice alpukat, untung saja dia cuma membawa satu, akhirnya dia tak memesan seperti yang dikatakannya, syukurlah..
Kemudian dia mengambil posisi duduk bersebrangan dengan ku tapi masih dalam satu gazebo.
"Udah lama disini" katanya.
"Lumayan" sahutku
Akhirnya berceritalah tetang apa saja karena kami memang satu pekerjaan jadi apa saja terasa nyambung untuk di obrolkan.
Tak terasa adzan Zuhur menggema dari masjid , sangatt terdengar sekali, emm.., saatnya pulang pikirku, setelah selesai adzan ku tunggu beberapa saat kami pun bersiap pulang.
"Maaf Pa Riki kita pulang dulu" ucapku.
"Oh.. Iya bu, Saya Juga mau pulang" sahutnya,
"Ya" akupun beranjak dari duduk.
Pa Riki pun segera beranjak dari duduk.
Kemudian pulang kerumah.
ku masuk ke dalam rumah bersama anakku, tampak di luar masih ada kedua mertuaku, aku abai saja.
Kemudian suamiku pulang, akupun menyiapakan makan, kemudian aku tadi bercerita ke taman bersama Faira dan bertemu teman kantor.
Suamiku diam saja biasa saja menurutnya, karena aku pergi ke taman itu baginya tak masalah.
__ADS_1