Dilema

Dilema
part 13 Kelakuan Ipar


__ADS_3

Aku datang ke rumah mertuaku melewati pintu depan bersama suami dan anakku.


Kemudian kuambil karpet yang masih di gulung dan menggelar karpet itu, suamiku ikut membantu, kuambil sapu, menyiapkan aqua dan menata piring yang berisi buah-buahan.


Ada serta tisu, yang disusun di dalam wadah plastik tisu, yang berbentuk kipas, setelah itu aku pergi kedapur.


Melihat masakan yang sudah siap dan tinggal di sajikan,teringat saat pagi dan siang tadi, mertuaku yang seolah cuek.


Aku diminta ini dan itu oleh tetangga dengan berbagai permintaan, bahan yang kurang dan beberapa peralatan yang tak cukup, aku lah yang di minta tetangga untuk mengambilkan dan membelinya, ada beberapa alat aku mengambilnya di rumahku.


Adik ipar hanya berbicara saja dengan tetangga tapi tidak membantu,kalaupun Dion alasannya, Dion tak rewel dia bermain dengan Ria dan Rika, anakku Faira juga.


Ria, Rika dan Faira menemani Dion,tak kudengar dia menangis, ataupun menjerit.


Saat ada acara di rumah Ibu mertua ini, dan Dion disini ,tak seperti dirumahnya, yang kerap menangis dan berteriak, sengaja dibiarkan menangis oleh Desi.


karena setiap aku mendengarnya bila menangis aku ke rumah adik ipar, tampak dia asyik melihat TV, dan dia menonton dengan fokusnya, heran sekali, tapi mau bagaimana, itulah dia dengan kelakuannya.


setiap pagi dan sore kerjaannya hanya main ke tetangga, pagi dibuatnya tidur,.


Apabila tengah hari ketika matahari sedang panas-panasnya dia mengitari rumah entah apa yang dilakukan, ada-ada saja , kadang ribut tak jelas, jam orang saat siang hari adalah istirahat siang, sedangkan dia tak tau jua apa yang dilakukannya.


Dion , Ria dan Rika lebih sering di tempat Ibu mertua.Kalau berada dirumahnya ada-ada saja yang diributkan.Dari hal kecil sampai hal besar terkadang Desi berteriak dan bertengkar dengan Ria dan Rika.


*

__ADS_1


Saat tadi memasak di dapur bersama para tetangga,adik ipar berbicara sambil melihat Bu Retno memotong ayam, ada juga Bu Siti dan Bu wahdah.


Adik ipar hanya berbicara,dia hanya melihat sambil berbicara dan memperlihatkan gelang emas yang melingkar di tangannya,dibuatlah tangan itu mengacung-acung dan melambai-lambai.


Tangannya yang melambai layaknya pohon kelapa yang tumbuh di tepi pantai ditiup angin sepoi-sepoi.


Dia juga menggigit-gigit kalaungnya, aku malu! Tapi, bagaimana aku melarangnya, ku biarkan dan aku melakukan aktifitas membantu saja, lagian, ku rasa tak masalah , ku buat santai ,geli rasa hati, lucu dan norak menurutku, tapi itulah saudara suamiku.


*


Banyak sekali tamu yang datang, suamiku menyebarkan undangan itu lewat chat wa, dan dibuatlah status juga di wa nya, jadi para temannya juga sebagian datang.


Ketika jam menunjukan jam 9 malam, para tamu sepertinya sudah tak ada lagi yang berkunjung, hanya ada beberapa tetangga dibelakang dan kami pun mebereskan sisa syukuran itu .


Memasukan aqua kedalam kotak yang kosong,karena aqua yg sudah kosong dan ada sebagian masih ada airnya,menyapu dan membereskan yang lainnya.


"Di bantu dong Des!" ucap kakak Ipar.


"Iya kak dedy sayang" sahut adik ipar.


"Makan aja kerjanya, badan kayak drum" ucapnya lagi.


"hahahahaaa" tertawalah Desi dengan mulut menganga"


"Astagfirullahaladzim" memyebutlah kak dedy berucap.

__ADS_1


Desi hanya melengos dan kembali berlalu, dia menuju dapur dan mengambil makanan kembali.


Terlihat kak Dedy hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.


Kak dedy melihat ke arahku, akupun hanya tersenyum.Ku lihat tatapannya tak enak hati padaku, tapi aku memilih diam saja.


Kulanjutkan mendatangi suamiku dan membantunya beberes kembali.Anakku juga ku minta untuk membantu sedikit- sedikit begitu pun dengan Ria dan Rika


Piring dan gelas diputuskan besok saja di cuci karena hari sudah malam.


Ku hangatkan telur masak merah, kare dan rawon serta memindahkan ke dalam wadah tetutup, setelahnya kuhangatkan juga nasi didandang yang masih banyak, agar besok tidak basi.


Jam 11 malam aku ke ruang tengah,ku ingin menjemput anakku agar segera pulang,tenyata dia sudah tidur di kamar bersama Dion, Ria, dan Rika tampak adik ipar menonton TV.


"Kemana aja kamu Nadia, kok tidak bantu-bantu" ucap adik Ipar.


Degh!


" Aku bantu- bantu di belakang"Jawabku pada Desi.


"Mana ada, orang pada sibuk malah ga kelihatan" ucapnya


"Astagfirullahaladzim"


"Asagfirullahhaladzim"

__ADS_1


Aku mengucap dalam hati.


Mendengar itu aku memilih diam,kuambil gendongan karena anakku sudah tidur kemudian aku pulang bersama suami dan anakku.


__ADS_2