Dilema

Dilema
Part 22 POV Utami


__ADS_3

Menantuku berubah sekarang tak seperti dulu, tak pernah memberiku uang, aku tak bisa memanfaatkannya, dia seolah cuek, tak seperti dulu yang selalu peduli padaku.


Bila bertemu dia hanya senyum, biasanya dia bertanya, atau memberikan ku sedikit uang, terkadang menawariku titipan bila dia mau pergi, dulu dengan mudahnya ku sebut barang yang ku inginkan, salalu, walau hanya sepotong roti dia bawakan untukku,tapi ini aku susah sekali mencari celah untuk mengambil perhatiannya, huh!


Bila gajian tiba, membelikan ku oleh- oleh saat dia pulang mengajar,apabila dia datang dari mana pun apa saja, selalu ada buah tangan untukku,aku titip apapun padanya dia selalu mau, dari yang kecil sampai yang besar dan tak pernah dia meminta uang.


Aku senang memanfaatkannya, di minta tolong atau di suruh dia selalu sigap, tak seperti Desi yang selalu minta uang sebelum diusuruh.


Kenapa sebab Nadia tak seperti dulu, akupun tak tahu,ku pikir dia hanya sibuk saja.tapi pemasukkan ku berkurang,pusing aku dibuatnya.


Nadia sekarang seperti menjaga jarak denganku tak tau alasannnya kenapa, ingin ku bertanya pada Andre tapi aku sungkan. Aku takut Andre marah dan mengatakan aku lah yang membuat dia seperti itu,kalau Andre marah habis total pendapatanku.

__ADS_1


Sekarang, aku tak mau itu terjadi, bisa jadi Andre membenciku dan tak terima, dia memang susah di atur dan sangat keras kepala.


Andre memang pemarah tapi dia sangat menyayangi isterinya, aku tau dia tak memberi uang pada Nadia,tapi aku tak bisa melarang itu, karena aku yang akan merugi, aku nanti yang tak di kasih jatah, ku biarkan saja, lagi pula Nadia juga bekerja.


Aku harus memutar otak agar bisa mengendalikan anakku,jangan sampai uang yang di berikannya padaku malah di pangkas bahkan tak sama sekali, aku tak mau.


Andre selalu memberikan uang padaku, tak bekerja dan di rumah saja aku mendapatkan uang , Faira pun tak masalah, Faira tak pernah merepotkannku.


Akan aku jodohkan saja Andre dengan anak temanku biar aku bisa tetap mendapatkan uang.


Anak temanku sekaligus sahabat karibku, dia dulu tinggal disini, rumahnya dijual karena anaknya lah yang membelikan rumah yang mewah di kabupaten lain dengan rumah bertingkat.

__ADS_1


Anaknya yang pertama ku dengar sangat sukses dan punya perusahaan besar,serta memiliki berbagai macam usaha properti, aku harus mencari tau dimana tempat tinggalnya.


Aku akan mencari no hpnya lagi anaknya ada dua orang dan semuanya sukses, Sarah dimana nian kau berada, aku ingin jumpa denganmu, semoga saja nanti kita bertemu dan ku ajak kau berbesan denganku.


Akan ku nikmati uang dan hartamu itu, karena kita berteman dan bersahabat dan nanti kita akan berbesan, senangnya rasa hati ini, membayangkannya saja aku sudah sangat senang.


Tetang cucuku Ria dan Rika biarkan saja, mereka terkadang tidur di rumahku, lagi pula ada kamar Ria dan Rika di rumahku.


Masalah makan untuk Ria dan Rika aku tak mau tau,aku sering memasak yang tak di suka Ria dan Rika jadi mereka tak merepotkannku,mereka bisa saja pulang kerumah untuk makan.


Desi pasti memasak, tak mungkin dia tidak memasak, kerjanya hanya makan saja, alasannya hanya Si Dion dan Dion,badannya saja sangat gendut seperti drum, kadang aku marah ketika ke rumahnya, tapi Dion lah yang membuatku tak jadi marah.

__ADS_1


__ADS_2