
Moetia sudah berkaca-kaca, dia ingin sekali memeluk papa nya itu.
Tapi dia masih takut karena kejadian di rumah sakit waktu itu.
"Apa kamu tidak ingin memeluk papa?" tanya Aries sambil merentangkan kedua tangannya di hadapan Moetia.
Tanpa menunggu lagi Moetia menguatkan dirinya untuk bangun lalu turun dari tempat tidur.
Moetia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk memeluk papa yang sangat dia rindukan itu.
Moetia menubruk Aries dan karena pelukan Moetia yang begitu kencang Aries sempat terhuyung mundur kebelakang selangkah.
Moetia menangis di pelukan papa nya itu. Moetia menumpahkan segala kesah nya. Dia memeluk Aries dengan erat.
Reaksi yang sama di tunjukkan Aries, dia memeluk Moetia dan sesekali mengecup puncak kepala putri sulung nya itu.
"Maafkan Moetia pa! maafkan Moetia!" lirih Moetia.
Aries belum berbicara, matanya sudah berkaca-kaca tapi sekuatnya dia tidak ingin menangis di depan putri nya dan juga Bagas.
Reno sungguh terharu, dia mendekati Bagas yang juga berkaca-kaca melihat adegan seorang ayah yang dengan lapang dada mendatangi putri nya yang telah membuatnya kecewa.
Bagas melihat Aries sangat tulus pada Moetia, hal itu membuatnya menarik Reno untuk keluar dari kamarnya.
Aries mengajak Moetia kembali duduk di tepi tempat tidur nya. Aries menyeka air mata Moetia dengan jari tangannya.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Aries pelan.
Moetia mengangguk perlahan.
"Sudah membaik pa! Moetia minta maaf sudah membuat papa kecewa! Moetia.."
Ucapan Moetia terhenti karena Aries kembali berbicara.
"Sejak kapan kamu berhubungan dengan Bagas? kenapa tidak pernah menceritakan nya pada papa dan mama?" tanya Aries menatap Moetia sambil mengelus kepalanya lembut.
Moetia menundukkan wajahnya, dia merasa sangat bersalah karena dari awal tidak menceritakan tentang jalinan cintanya dengan Bagas.
Moetia mengangkat kepalanya dan memandang Aries dengan tatapan sedih.
"Sebenarnya hari dimana Manda datang untuk berlibur terakhir kali, adalah hari dimana pertama kali aku bertemu dengan Bagas pa, saat Manda tidak langsung kerumah ternyata dia di rumah Bagas, saat itu aku ke pantai karena merasa sedih Manda tidak langsung datang ke rumah kita, dan saat itu juga aku bertemu dengan Bagas yang ternyata sedang menghindari Manda." jelas Moetia pelan karena kondisinya yang masih lemah.
"Kamu membujuk Bagas datang ke rumah sakit, apa saat itu kalian sudah berkencan?" tanya Aries.
__ADS_1
Moetia mengangguk pelan. Melihat dan mendengar jawaban putrinya, hati Aries ikut terluka. Dia pun meraih kepala Moetia dan kembali memeluknya.
"Kamu juga yang memaksa Bagas bertunangan dengan Manda?" tanya Aries.
Air mata Moetia kembali menetes, Aries menyadari hal itu. Tidak ingin membuat putrinya kembali sedih. Dia pun akhirnya berhenti bertanya dan hanya mengusap kepala Moetia dengan lembut dan merangkulnya di dalam pelukannya.
Reno yang sedang membuatkan secangkir kopi untuk Aries, melihat Bagas terdiam dan melamun.
Reno meletakkan kopi itu di atas meja makan dan menegur Bagas.
"Apa yang kamu cemaskan?" tanya Reno menepuk bahu kanan Bagas.
Bagas menoleh karena terkejut tapi tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Reno ikut duduk di kursi yang berada di samping Bagas.
"Om Aries sudah memaafkan Moetia, apalagi yang perlu kamu cemaskan?" tanya Reno lagi.
"Om Aries memang memaafkan Moetia, tapi apa dia akan menerima ku? Mungkin tidak jika Om Aries akan membawa Moetia bersamanya?" tanya Bagas mengeluarkan kecemasan yang dari tadi memenuhi kepalanya.
Reno terdiam sejenak, dia berfikir juga. Benar kata Bagas, om Aries sangat tidak menyukai Bagas. Jika dia sudah memaafkan Moetia kemungkinan besar Aries pasti akan membawa Moetia pulang ke rumahnya.
Reno kembali menepuk bahu Bagas.
"Seandainya Moetia di bawa pulang oleh papanya, kamu akan bagaimana?" tanya Reno.
Bagas tidak ingin berpisah dengan Moetia tapi dia juga tidak ingin membuka jarak antara Moetia dan kedua orang tuanya.
(Author : Kata-kata ini seperti nya familiar kayak pernah nulis atau baca di bab berapa gitu ✌️✌️✌️).
Setelah menunggu beberapa lama, Reno melihat kearah kamar Moetia dan Bagas.
Dia melihat Moetia di papah oleh Aries berjalan pelan keluar dari kamar menuju ke ruang tengah, tepatnya di ruang tv.
Reno segera meraih cangkir kopi yang tadi di buatnya memang untuk Aries.
Bagas ikut berjalan di belakang Reno, dia tidak berharap banyak akan di sapa oleh Aries.
Moetia duduk di sebelah Aries di sofa panjang di depan meja televisi.
"Silahkan om, di minum dulu!" ujar Reno sopan meletakkan secangkir kopi yang dia buat di atas meja di hadapan Aries.
"Terimakasih!" sahut Aries lalu meminumnya beberapa kali dan meletakkan nya kembali.
__ADS_1
Pandangan Aries beralih pada Bagas.
"Aku tadi sudah mengajak Moetia untuk pulang!" seru Aries datar.
Deg!
Jantung Bagas berdegup kencang, ternyata apa yang tadi dia pikirkan benar. Aries akan membawa Moetia pulang ke rumahnya.
Bagas menatap Moetia yang masih fokus pada Aries dan tak menoleh padanya.
'Moetia lihat lah kemari, jangan pergi!' batin Bagas sangat berharap Moetia tidak pergi.
Reno ikut bengong, dia juga sedang sama khawatir nya seperti Bagas. Jika Moetia pulang yang Reno cemaskan adalah bagaimana dia akan menghadapi Manda yang sudah pasti sangat kesal dan emosi padanya.
"Tapi Moetia menolak.." lanjut Aries.
Bagas menghela nafas lega dan terulas senyum tipis di bibirnya.
"Jadi..." seru Aries dengan wajah serius kembali menatap Bagas. Tapi kemudian dia mengalihkan pandangannya pada Reno.
Aries berdiri dan menepuk bahu Reno.
"Om titip Moetia ya, dia sudah menceritakan tentang kamu. Om percaya kamu akan menjaganya seperti adik mu sendiri kan?" tanya Aries pada Reno memastikan Reno menjaga Moetia dengan baik.
Reno mengangguk mantap.
"Baik om, aku pasti akan menjaga Moetia dengan baik!" jawabnya dengan penuh keyakinan.
Moetia melirik ke arah Bagas yang terlihat jelas tidak suka dengan cara Aries.
Bagaimana bisa Aries malah percaya pada Reno, sedangkan ada suaminya sah nya disini.
Moetia mengulas senyuman pada Bagas. Mengisyaratkan agar dia menyapa Aries.
"Pa, jangan cemas. Selain kak Reno, Bagas pasti akan menjaga dan merawat aku dengan baik. Sejak kemarin dia bahkan tidak makan dengan benar karena sibuk menjaga ku!" jelas Moetia lembut meyakinkan Aries bahwa Bagas juga bisa di percaya.
Aries hanya berdehem pelan.
"Hem, baiklah aku akan pesankan makanan untuk kalian bertiga. Moetia sayang, papa harus kembali dulu. Besok papa akan mengajak mama mu kemari!" seru Aries sambil mengusap lembut kepala Moetia lagi.
Moetia tersenyum, hatinya sangat tenang dan bahagia. Dia sudah mendapatkan maaf dari ke dua orang tuanya. Apalagi yang lebih indah dari itu.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komentar dan Favoritnya ya ❤️❤️❤️...
...Terimakasih ❤️❤️❤️...