Dilema

Dilema
Part 19 Ria dan Rika


__ADS_3

"Faira,ada dimana, aku didepan, main yuk"ucap suara di luar, anakku beranjak ke depan dan berteriak.


"kaka!"


Kulihat keluar, dan ku suruh Ria dan Rika masuk kerumah , Faira pun antusias, kemudian mengambil beberapa mainan.


Begitulah Ria dan Rika, sehari saja tak bermain dengan Faira dia langsung ke rumah,aku senang dengan mereka berdua, terlihat akur bersama anakku, walau kadang ada rasa iri pada mereka.


Aku mengangggap mereka tidak tahu apapun, mereka cuma anak- anak, Ria yang baru kelas 4 SD dan Rika yang baru kelas 2 SD, iri dsini adalah mereka di beri uang.


Saat itu aku melihat sepulaang kerja dan ke rumah Ibu untuk menjemput Faira, tak tau juga aku mau kesana, biasanya aku berkemas dan berganti pakaian setelahnya baru ku jemput anakku.


Aku masuk lewat pintu belakang yang selalu terbuka lebar, terdengar musik kasidahan , mungkin mertua ku memutar musik di Televisi dengan kaset berbentuk piringan bulat kecil, dia selalu memutar alat itu.


Jadi suara motorku yang datang tak terdengar dari sana.

__ADS_1


Ku ucapkan salam saat masuk ke rumah Ibu, tak ada sahutan, karena tak ada orang yang terlihat, ku lepas sepatu dan ku langkahkan kaki menuju area dapur.


Aku berjalan, kemudian menghentikan langkah di ruang sekat antara dapur dan ruang TV, tampaklah rumah itu dengan kasur busa di depan TV, dan semakin jelas lah suara musik lagu kasidahan itu.


Faira bermain bersama Rika bermain , dan didepan Televisi suamiku terlihat menyerahkan uang lembar ratusan ribu.


Ria menerima uang itu menghitung, disampingnya ada juga Ibu mertua terlihat menggenggam tangan dengan gulungan seperti kertas, aku yakin itu juga uang, bergemuruh dalam dada, hati ini terkejut bukan main.


Seperti ini kah batin ku, ku ambil foto dari jarak jauh, tak tau juga, tangan ini mengambil hp di dalam tas dan berinisiatif untuk me motonya.


"Faira" ku panggil anakku, agak keras suara ini agar semuanya mendengar.


Anakku pun menoleh dan berlari mendatangiku.


Ibu mertua seperti salah tingkah sementara Rika berdiri dan akan menuju kamarnya,kemungkinan dia akan memyimpan uang yang di berikan suamiku.

__ADS_1


Suamiku pun beranjak dari duduknya dan merebahkan tubuhnya di kasur busa di depan TV.


Aku tersenyum pada Ibu mertua dia juga tersenyum.


Ku ajak anakku pulang,ingin ku ambil lauk dan sayur yang sudah masak,yang kubeli di warung makan ada ikan tongkol segar yang kubeli di penjual ikan,di dekat toko waserba arah menuju tempatku kerja.


Toko itu melewati gang masuk ke sekolah Negeri tempatku mengajar, semuanya ingin ku berikan pada Ibu, tapi ketika melihat kejadian ini, hatiku terasa hambar.


"Astagfirullahaladzim" aku mengucap dalam hati.


Jangan seperti itu, tak elok kata hatiku terasa mengucap, kuambil kembali dan ku serahkan pada Ibu mertua, sudah niat memberi kenapa tak jadi pikirku.


semoga berkah saja niat hati ini.


Lembaran uang yang di hitung Ria sama seperti lembaran yang di berikan padaku, dan terkadang uang yang dipberikan padaku itu diminta atau di pakai untuk keperluan suamiku.

__ADS_1


Itu hanya uang jajan, dan dia masih kecil, berarti dia lebih banyak dari aku kalau itu hanya uang jajan, kebutuhan yang lainya kan di rumah Ibu,bukan main, selama ini aku tak tau, dan ternyata.


__ADS_2