Dilema

Dilema
Perasaan Tidak Enak


__ADS_3

Bagas terlihat tidak suka karena Moetia memperhatikan Reno.


"Setelah ini, kita akan kemana lagi?" tanya Theo sambil mengunyah makanannya.


"Kalau masih mau jalan-jalan, kalian bertiga saja ya. Aku akan kembali ke hotel." sahut Moetia.


"Kenapa sayang? apa kamu tidak enak badan?" tanya Bagas cemas.


Moetia menggeleng,


"Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit lelah." jawab Moetia.


"Kalau begitu, aku akan menemanimu. Kalian berdua saja yang jalan-jalan!" seru Bagas melihat ke Reno dan Theo bergantian.


"Kami juga akan kembali ke hotel, iya kan Ren?" ucap Theo menyenggol bahu Reno.


Reno bingung karena Bagas juga sedang melotot padanya.


"Em, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke pantai bos Theo?" ajak Reno.


Theo bingung, tumben Reno mengajaknya ke pantai. Biasanya dia tidak suka ke tempat itu.


Tapi Theo tidak memikirkan hal itu lebih jauh,


"Baiklah setelah ini kita ke pantai!" sahutnya bersemangat.


Moetia hanya menghela nafasnya panjang, entah kenapa perasaan nya mendadak tidak nyaman.


Sementara itu di Bandung. Diana sedang pusing mencari keberadaan Gio.


Dihubungi tidak bisa, di apartemen tidak ada. Bahkan saat Diana bertanya pada manager cafe, Gio juga tidak ada di cafe.


Diana pergi ke restoran di bawah apartemen Gio, karena dia merasa lapar.


"Selamat siang, mau pesan apa kak?" tanya Lily ramah.


"Nasi kari ada?" tanya Diana.


"Ada kak, kari ayam atau daging?" tanya Lily


"Daging, oh ya minumnya lemon tea ya!" seru Diana.


"Baik kak, tunggu sebentar!" ucap Lily sopan.


Sambil menunggu pesanannya datang, Diana mencoba mengirim pesan pada Gio.


" Kemana anak nakal ini, merepotkan sekali!" kesal Diana.


Beberapa menit kemudian, Lily datang membawa makanan pesanan Diana.


Diana mengeluarkan alat makan bergambar Doraemon milik nya dari dalam tas, melihat itu Lily tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Diana


"Tidak kak, peralatan makan mu mirip dengan punya kak Gio tadi." jawab Lily lembut.


Diana melebarkan matanya,


"Kamu mengenal Gio?" tanya Diana

__ADS_1


Lily mengangguk dan tersenyum,


"Siapa yang tidak mengenal dia!" jawab Lily


"Tadi Gio makan disini?" tanya Diana.


"Iya, dan dengan menu yang sama seperti yang kakak pesan." jelas Lily


"Apa kamu tahu sekarang dia dimana? aku sudah mencarinya ke apartemen nya tapi dia tidak ada!" tegas Diana.


"Kakak ini, kakaknya Gio?" tanya Lily


Diana mengangguk dengan cepat,


"Jika kamu tahu dimana dia, katakan dengan cepat!" seru Diana.


"Tadi ada beberapa anak geng motor makan disini, salah seorang dari mereka sedikit berselisih dengan kak Gio, karena pacarnya meminta tanda tangan dan berfoto dengan kak Gio!" jelas Lily


Diana terlihat cemas, dia menepuk jidatnya sendiri,


"Astaga Gio! lalu?" tanya Diana pada Lily


"Anggota geng motor itu menantang kak Gio balapan dan yang aku dengar kak Gio menerima tantangannya, mereka akan balapan siang ini di jalan sepi dekat bendara." terang Lily.


Diana segera berdiri dan membereskan barang-barang nya, dia mengeluarkan selembar uang kertas seratus ribuan dan memberikannya pada Lily.


"Terimakasih, kembaliannya untukmu!" seru Diana


"Kakak bahkan belum menyentuh makanannya!" sahut Lily


"Untuk mu juga!" seru Diana sambil berjalan dengan cepat keluar dari cafe.


Diana kembali ke mobilnya dan menghubungi seseorang,


Diana meletakkan kembali ponselnya lalu menyalakan mesin mobilnya,


"Dasar anak nakal, dia ingin balapan? dia pikir dirinya Marquez!" gerutu Diana sambil menjalankan mobilnya.


Sementara itu di hotel Moetia hanya duduk di sofa sambil membolak-balikan majalah fashion yang dia lihat.


"Sayang, jika majalah itu tidak menarik letakkan saja! dan mengobrol lah dengan ku disini!" ucap Bagas sambil menepuk-nepuk sisi kanan sofa tempat dia duduk.


Moetia meletakkan majalahnya,


"Apa kamu tidak ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan?" tanya Moetia.


Bagas menggeleng,


"Tidak ada, hanya menjamu para anggota dewan negeri ini makan malam. Apa nanti malam kamu mau ikut?" tanya Bagas.


"Hanya laki-laki atau ada yang wanita?" tanya Moetia.


Bagas tersenyum smirk,


"Kamu cemburu ya?" tanya Bagas


Moetia menggeleng,


"Tidak, tapi jika hanya para pria aku lebih baik tidak ikut." jawab Moetia.

__ADS_1


Bagas mengangguk paham,


"Mungkin ada para wanita, pelayan restoran kebanyakan wanita. Sekertaris dan asisten mereka juga kebanyakan wanita." jelas Bagas.


"Setelah makan malam akan ada acara apa?" tanya Moetia.


"Tidak ada, mungkin hanya berbincang ringan atau menikmati pertunjukan dari para penari dan penyanyi yang kami undang." seru Bagas.


Bagas mendekati Moetia dan merangkulnya lalu memeluknya,


"Sebenarnya ada apa?" tanya Bagas yang sedikit merasa aneh dengan tingkah Moetia.


"Entahlah, perasaan ku hanya sangat tidak enak!" jawab Moetia.


Bagas memeluk Moetia dengan erat,


"Jangan cemas, semua pasti baik-baik saja. Mungkin kamu hanya lelah, sebaiknya tidurlah!" ucap Bagas lembut.


Bagas membelai lembut kepala Moetia agar Moetia lekas tertidur.


Sementara itu di jalanan sepi dekat bandara, Gio sudah berada di atas motor besar milik salah satu anggota geng motor itu.


Terlihat sorakan dari yang ada ditempat itu. Dan saat seorang gadis berbaju hijau dengan setelan jeans hitam menjatuhkan syalnya, Gio dan seorang pemuda berhelm hitam segera melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.


Gio terlihat tenang membawa motor berwarna merah itu dengan kecepatan tinggi, untuk sementara dia unggul.


Tapi pemuda berhelm hitam itu sepertinya juga tidak terima, dia terus berusaha menyalip laju motor Gio dari belakang.


Semakin kencang mereka melaju, semakin keras teriakan para penonton yang hadir di tempat itu.


Putaran terakhir si pemuda berhelm hitam itu berhasil menyalip Gio dari sisi kanan.


Gio terlihat memicingkan mata nya, dan semakin mempercepat laju motornya, di dekat garis finish Gio berhasil menyalip pemuda berhelm hitam dan memenangkan balapan.


Sialnya, saat Gio menang. Pacar pemuda berhelm hitam itu malah menghampiri Gio.


Membuat pemuda berhelm hitam itu emosi, dia melepas helm nya dan menghampiri Gio yang sedang di puji oleh pacar si pemuda.


"Euis, ngapain kamu samperin dia lagi?" tanya Komar.


"Ih, emangnya kenapa? Euis mah ngefans banget sama kak Gio!" jawab si gadis yang bersikap manja manja gimana gitu sama Gio.


Gio menepis tangan si Euis,


"Maaf ya, aku rasa aku harus pergi sekarang!" seru Gio.


Komar masih tidak terima Gio menang fan pergi begitu saja,


"Enak aja lo, udah gangguin pacar gue. Trus mau pergi gitu aja!" seru Komar menarik perhatian anggota geng motor yang lain.


"Siapa yang ganggu pacar kamu? dia yang nyamperin aku di restoran terus minta foto. Dan kita juga punya kesepakatan, kita balapan, aku menang. Aku bisa pergi dan gak berurusan lagi dengan kalian, begitu kan?" tanya Gio.


"Hah, banyak omong lo.."


Bugh!


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Hayo, penasaran gak siapa yang kena bogem?

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komentar dan Favoritnya ya 🌹🌹🌹🌹🌹


Terimakasih ❤️❤️❤️


__ADS_2