Dilema

Dilema
Part 39 Mendaftar Kuliah


__ADS_3

Kuambil tabungannku di dalam dompet yang ku simpan,selesai mengangkat barang jualanku ke dalam rumah,hari sudah mau menjelang magrib.


Ku hitung jumlahnya, lumayan lah aku bisa mengumpulkan uang dan aku akan mendaftar kuliah paruh waktu.


Aku ambil brosur yang di berikan Bu sri padaku sekitar satu bulan lagi pendaftaran kuliah akan di buka, ada rasa bahagia yang tak terkira dalam hati ini.


Mungkin ini adalah jalannku , yang dituntunnya atas rasa yang kujalani.


Tempat kuliah yang lumayan jauh sekitar tiga puluh menit lebih aku akan mencapai kampusnya.


Jadwal yang nanti ku ambil tidak bertabrakan dengan jam mengajar di sekolah,Aku tak memberi tahu suamiku tentang ini, biarlah dulu aku kuliah, aku takut dia akan melarangku nanti .


Bu sri memberitahukan ada temannya juga yang akan mendaftar kuliah yang kebetulan sama denganku, dia mengatakannya beberapa hari yang lalu saat di sekolah.


Bu sri memberikan nomor wa temannya, jadilah aku memiliki teman baru dan agar nanti aku lebih banyak tau tentang informasi pada kampus yang akan aku kuliah disana nantinya.


Dengan aku memulai perkenalan dan menghubunginya, ku katakan aku mendapatkan nomornya dari Bu Sri.


Kemidian tak berlangsung lama,jadi lah kami berteman dan saling bertukar kabar tentang kuliah yang akan kami jalani, kami sepakat akan mendaftar bersama dan semoga segala urusan akan dipermudah.


*


Hari ini aku akan mendaftar kuliah bersama Anita aku berada di rumahnya sekarang, dan kami mendaftar kuliah secara online.


Aku melakukan pembayaran pendaftaran, ada juga penyelesaian administrasi setelah pendaftaran, kemudian kami menunggu jadwal daftar ulang.

__ADS_1


Senang rasanya apa yang di impikan terwujud, rasa bahagia itu memang akan melupakan rasa sakit, dan itu benar, aku mengalaminya sendiri.


Sampai hari ini aku merasa berterima kasih pada diri ini yang tak pernah menyerah dan sampai di titik ini.


Mudahkan segala urusanku ya Rabb, hanya doa dan pinta yang selalu ku ucapkan.


Faira mama sangat menyayangimu , hanya anakku yang selalu ku ingat dalan setiap aktifitasku, aku kuat karena anakku.


Setelah selesai mendaftar secara online akupun segera pulang ke rumah dan membawakan oleh-oleh untuk anakku.


Rasa gembira yang membuncah membuatku selalu bernyanyi dan bersenandung.


"Ma kenapa nyanyi terus?" anakku bertanya dengan ekspresi lucu dan menggemaskan.


Anakku hanya tertawa.


Aku juga tertawa.


"Ayoe kita ngemil, jajanan Faira masih ada ga di lemari" ucapku pada anakku.


Anakku berlari kemudian menuju dapur, mengambil kursi kecil dan membuka lemari.


"Hati-hati sayang" teriakku saat melihat anakku mengambil cemilan di dalam lemari.


Setelah diambil beberapa cemilan,kemudian dia menuju ke arahku.

__ADS_1


"Kita nonton teve, mau?"Seruku pada anakku.


"Mama mau bikin teh sama susu dulu". ucapku lagi


"Mau!" Teriaknya senang


kuhidupkan Televisi kemudian aku berlalu menuju dapur untuk membuat teh dan segelas susu hangat .


Kami pun makan cemilan bersama, senang rasa hati ini melihat anakku dengan segala celotehannya.


Drrt..


Drrt...


Kuambil hp dan kulihat ada pesan wa masuk, dari Anita.


Ku balas pesannya dengan riang.


Drrt...


Drrt..


ku buka wa kembali dari suamiku dia mengirim pesan, pulang nanti habis magrib masih di rumah teman katanya.


Hanya ku balas iya saja, aku sekarang tak terlalu khwatir seperti dulu, dia menghubungi ku tanpa aku bertanya lagi.

__ADS_1


__ADS_2