Dilema

Dilema
Part 27 Hujan dan Jaket


__ADS_3

Hujan sangat lebat sekali, aku tak pulang,ku putuskan untuk meredakan hujan dulu baru pulang ke rumah, teman di kantor ada beberap tidak pulang, dan kebanyakan mereka pulang dengan membawa mantel dan menerobos hujan itu.


Apa tidak menggigil itu badan, kalau hujan sepertu ini berkendara, tak apa-apa mungkin aku saja yang lebay.


Dingin sekali terasa cuaca.


Ku kirim wa pada suamiku apakah anakku sudah di jemput atau belum dia mengatakan sudah, sekarang hujan lebat dan Faira ada di kantor tempatnya bekerja.


Alhamdulillah bathin ini, ya memang hari ini Faira dia yang menjemput ke sekolah.


Aku duduk di kursiku dengan tangan melipat di dada, entah dari mana Pak Riki sudah ada di samping kursiku dia berdiri dan menawarkan jaket miliknya padaku.


"Bu"tangannya menyerahkan jaket padaku.


Aku melihat ke jaket,dan melihat pada orang yang memberikan jaket itu.


"Terima kasih pa, ga usah, ga dingin-dingin banget Juga" ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


" Pakai aja Bu" katanya lagi


" Gak pa, gak usah" elakku


"Bu.. Pakai aja" ucapnya lagi


Kuambil jaket itu, dari pada terus dia seperti itu, risih rasanya, lagi pula teman-teman di kantor masih ada, setelah itu Pa Riki kembali menuju kursinya.


"Cieee..." ucap bu sri dengan tiba- tiba.


Aku hanya nyengir saja dan tersenyum.


Aku jadi serba salah, tak ku ambil,dia masih saja ngotot menyerahkan jaketnya sekarang mau bagaimana di pakai aku ga enak hati, gak di pakai seperti tak menghargai, Aduh...bestieee!


Ada rasa bersalah dan sedikit gugup dengan Jaket ini, Pak Riki hanya menawarkan bantuan, tapi kenapa sedikit memaksa ku pikir, aku takut suami ku bertanya.


Aku tak bermaksud apa-apa, apabila dia melihat dan bertanya apa yang harus ku katakan, biar saja jaket nya di dalam tas tak usah di keluarkan.

__ADS_1


Setelah hujan reda akupun pulang. Sekitar sepuluh menit aku sudah sampai rumah karena Jalanan tidak terlalu padat hanya saja aku lebih berhati-hati.


Jalanan licin habis hujan, sesampainya di rumah aku langsung mencuci tangan di keran di samping garasi, ada sabun juga disana yang sudah ku siapkan.


Kebiasaan ini terus berlagsung semenjak wabah corona melanda, aku seolah terbiasa dengan kebiasaan baru ini.


Di dalam tas,pun selau ada handsanitizer, bila habis aku membeli lagi, tak apalah bersih memang nyaman.


Aku ganti baju setelah memasuki rumah, jam menunjukan jam dua siang, kuambil hp di dalam tas dan menghubungi suamiku, dia mengatakan nanti dulu pulangnya karena Faira tidur di kantor, menunggu Faira bangun dulu baru pulang ke rumah.


Ku masukkan hp kembali ke dalam tas, tanganku meraih jaket Pa Riki tadi, ada rasa takut dalam dada, aku tidak bermaksud apa pun, aku tidak memakainya tapi jaket ini ku bawa pulang, ingin tadi ku taruh di laci meja, tapi aku tak mau Pa Riki tersinggung.


Ku masukkan kembali Jaket Pak Riki, besok akan ku kembalikan padanya.


Selanjutnya aku menyeduh teh, agar terasa hangat di situati hujan seperti sekarang ini.


Aku sudah memasak tadi pagi ada beberapa lauk dan sayur,tapi mie kuah enak di makan hangat- hangat dingin begini.

__ADS_1


selesai makan mie akupun merebahkan diri dengan berselimut, kemudian menelpon suamiku,menanyakan Faira anakku.


Aku tenang saja di sana juga ada selimut dan perlengkapan bantal, pasti anakku tidur dengan nyaman, tak sabar rasanya bertemu anakku, buah hatiku, putri kecilku , dia sudah makan pastinya suamiku itu pandai saja mengurus putri kami.


__ADS_2