Dilema

Dilema
I'm Fallin' in Love with You


__ADS_3

Moetia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, jalanan cukup ramai saat sore begini.


Moetia menepikan mobilnya saat ponselnya terus berdering.


"Halo!" sapa Moetia sambil memasang earphone di telinganya.


"Moetia kamu dimana?" tanya Manda di ujung telepon.


Setelah memasang earphone Moetia kembali melajukan mobilnya lagi.


"Lagi di jalan, kenapa? kamu kedengaran nya panik!" tanya Moetia


"Moetia aku melihat Calista, dan apa kamu tahu apa yang membuatku kaget?" tanya Manda.


"Apa! Calista?" tanya Moetia balik.


"Iya Moetia, dia lumpuh. Aku sekarang sedang ada di rumah sakit, tadi aku mengalami insiden kecil di lokasi pemotretan, dan saat aku ke rumah sakit aku melihat Calista duduk di kursi roda. Aku tidak percaya ini, wanita itu akhirnya mendapatkan balasan yang setimpal!" seru Manda puas.


"Manda, jangan seperti itu. Kamu adalah public Figueres, tidak baik bila ucapan mu ini terdengar oleh orang lain!" ucap Moetia menasehati Manda.


"Tenang saja, aku sedang di lorong rumah sakit. Dan apa kamu tahu? ternyata dia sudah bercerai dengan suaminya. Yang mengantarkan nya control adalah ibunya, sayangnya saat aku mencari informasi tentang nya pada perawat disini mereka menutup mulut mereka rapat-rapat!" ucap Manda kesal.


Moetia sebenarnya sudah tahu cerita ini, beberapa hari lalu dia bertemu dengan seorang pelayan hotel yang tahu begitu banyak gosip tentang kehidupan anak gubernur.


Tapi Moetia tidak ingin membahas masalah ini dengan siapapun. Selain tidak ingin membuka luka lama Bagas, Moetia merasa ini bukan urusannya.


"Hei, Moetia menurut mu apa Bagas akan senang mendengar kabar ini?" tanya Manda.


"Aku tidak tahu Manda!" jawab Moetia dengan cepat.


"Lalu bagaimana dengan mu? apa yang terjadi? apa luka mu parah?" tanya Moetia


"Tidak, aku hanya lecet. Ini semua kesalahan kru yang tidak kompeten, mentang-mentang Theo tidak ada mereka bekerja dengan tidak profesional!" seru Manda kesal.


"Bersabarlah Manda, apa mau aku jemput?" tanya Manda.


"Kamu juga mau pulang?" tanya Manda


"Sebenarnya aku ada janji dengan Gio, tapi jika kamu ingin pulang denganku. Aku akan kesana dulu mengantarkan kamu!" seru Moetia.


"Begitu ya, Moetia aku pulang sendiri saja. Aku tidak ingin mengganggu kencan mu dengan Gio!" ejek Manda


"Manda aku dan Gio..."


Tut! Tut! Tut!


Manda sudah memutuskan panggilan teleponnya.


Moetia hanya bisa menghela nafasnya, lalu melanjutkan perjalanan ke cafe.


Setelah sampai di cafe, seperti biasanya Moetia langsung masuk ke ruang istirahat khusus Gio.


"Hai," sapa Moetia masuk dan duduk di sofa.


Gio yang sedang memilih kostum menoleh,


"Sudah datang, kelihatan nya kamu lelah sekali!" seru Gio lalu duduk di sebelah Moetia.


"Tidak, aku sudah pesankan makanan. Kamu sudah makan belum?" tanya Moetia.


Gio menggeleng,


"Belum, kebetulan sekali. Terimakasih ya!" ucap Gio sambil tersenyum.


"Sama-sama. Oh ya, bagaimana kontrak kerjamu dengan perusahaan Theo?" tanya Moetia.


"Semua baik, Moetia tadi pagi kak Gina telepon dan meminta kita fitting baju untuk jadi pengiring pengantin saat dia menikah," jelas Gio.


Moetia menepuk jidatnya sendiri,


"Astaga, aku lupa mengabari Gina. Maafkan aku Gio, sepertinya aku tidak bisa hadir dan menjadi pengiring pengantin untuk Gina!" jelas Moetia.


"Kenapa?" tanya Gio sedih.


"Aku ada pekerjaan selama satu Minggu di Singapura, maafkan aku ya!" seru Moetia menggenggam ke dua tangan Gio.


Gio menarik tangannya yang di genggam Moetia,

__ADS_1


"Apa dengan Bagas?" tanya Gio sedih.


Moetia mengangguk perlahan,


"Tapi bukan hanya dengan Bagas, ada Reno juga yang akan pergi dengan kami." seru Moetia.


"Kapan kamu berangkat?" tanya Gio masih dengan ekspresi sedih di wajahnya.


"Besok pagi, aku akan menemui Gina malam ini dan minta maaf padanya!" seru Moetia.


"Tidak perlu Moetia, kamu harus bersiap-siap untuk keberangkatan mu besok pagi, aku yang akan menjelaskannya pada kak Gina. Mungkin seharusnya kamu juga tidak kemari!" seru Gio memalingkan wajahnya dari Moetia.


Moetia merasa sangat bersalah, dia menyentuh bahu Gio dengan lembut.


"Kamu marah?" tanya Moetia lembut.


Gio hanya diam dan masih membelakangi Moetia.


"Gio, maafkan aku karena sudah mengingkari janjiku padamu dan pada Gina. Tapi ini urusan pekerjaan, bukankah kita harus profesional dalam pekerjaan. Bukankah masih ada acara resepsi bulan depan, aku akan menebusnya saat acara itu, bagaimana?" tanya Moetia masih dengan sangat lembut.


Gio mulai menoleh dan kembali menghadap ke Moetia,


"Benarkah?" tanya Gio.


Moetia dengan cepat mengangguk-anggukan kepalanya.


"Baiklah, jangan lupa oleh-oleh untuk ku ya!" seru Gio.


Moetia terkekeh melihat ekspresi wajah Gio yang menurut nya sangat manis.


Tak lama makanan yang Moetia pesan datang. Moetia makan bersama dengan Gio. Mereka makan sambil ngobrol seperti kebiasaan mereka selama dua tahun terakhir ini.


Tapi tatapan mata Gio, sedikit berbeda. Ada kesedihan dan rasa tidak rela Moetia harus pergi bersama Bagas.


Gio tiba-tiba meletakkan sendok nya dan menyentuh pipi Moetia,


"Ada apa?" tanya Moetia kaget.


"Ada nasi ya di pipiku?" tanya Moetia sambil tertawa.


"Kembalilah secepatnya!" lirih Gio.


"Aku ke toilet dulu ya, nanti aku akan langsung ke depan melihatmu tampil!" ucap Moetia lalu meninggalkan ruangan Gio.


Gio hanya diam sambil menatap tangannya yang tadi menyentuh wajah Moetia.


Beberapa menit kemudian Moetia keluar dari kamar mandi dan ke ruangan tempat Gio tampil.


Moetia tersenyum saat Gio sudah memainkan Gitar akustik nya.


Gio juga melihat ke arah Moetia sambil bernyanyi,


🎵Kurasakan ku jatuh cinta


Sejak pertama berjumpa


Senyuman mu yang selalu


Menghiasi hariku


🎵Kau ciptaan-Nya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkan mu


Dan kuharapkan engkau tahu


🎶Kau yang kuinginkan


Meski tak ku ungkapkan


Kau yang ku bayangkan


Yang selalu ku impikan

__ADS_1


🎶🎶Aku jatuh cinta


Telah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I'm fallin' in love


I'm fallin' in love with you


🎵Kau ciptaan-Nya yang terindah


Yang menghanyutkan hatiku


Semua telah terjadi


Aku tak bisa berhenti memikirkan mu


Dan kuharapkan engkau tahu


🎶Kau yang ku inginkan


Meski tak ku ungkapkan


Kau yang ku bayangkan


Ku impikan (Inginkan)


🎶🎶Aku jatuh cinta


Telah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I'm fallin' in love


I'm fallin' in love with you


🎶🎶Aku jatuh cinta


Telah jatuh cinta


Cinta kepadamu


Ku jatuh cinta


I'm fallin' in love


I'm fallin' in love with you


With you


Moetia benar-benar merasa ada yang aneh dengan tatapan dan sikap Gio beberapa waktu ini.


Moetia membenarkan posisi duduknya saat Gio menghampiri nya dan duduk di dekatnya.


"Bagaimana penampilan ku?" tanya Gio


"Sepertinya biasanya, selalu luar biasa! lagunya sangat bagus, aku pernah bertemu dengan salah satu klub penggemar mu. Mereka sangat menyukai mu!" seru Moetia senang.


Gio hanya tersenyum tipis dan menatap Moetia dengan dalam,


"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Gio


Moetia lagi-lagi membenarkan posisi duduknya, sedikit menjauh dari Gio,


"Maksud mu?" tanya Moetia ingin memperjelas.


"Iya, bagaimana dengan mu? apakah kamu menyukai ku?" tanya Gio


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️ ...


...Jangan lupa tinggalkan jejak Like, Komentar dan Favoritnya ya 🙏❤️🙏...

__ADS_1


...Terimakasih ❤️❤️❤️...


__ADS_2