Dilema

Dilema
Menyusul ke Singapura


__ADS_3

Chairul menghembuskan nafas nya berat, tadinya dia ingin menyimpan masalah ini dari Belinda.


Belinda mendekat,


"Katakan! apa yang terjadi pada anak-anak? Bagas dan Reno baik-baik saja kan?" tanya Belinda cemas.


Chairul menarik Belinda ke pelukannya,


"Mereka akan baik-baik saja, jangan cemas ya!" seru Chairul.


Belinda tahu ada yang tidak beres. Sementara ini dia akan diam dulu. Tapi dia berniat mencari tahu ini dari orang lain.


Sekitar satu jam kemudian, Chairul sampai di kantor Aries.


Sekertaris Aries membawanya ke ruangan Aries.


"Selamat pagi!" sapa Aries mengulurkan tangannya.


"Selamat pagi!" jawab Chairul lalu menjabat tangan Aries.


"Silahkan duduk, sebenarnya apa yang terjadi pada Bagas dan Moetia?" tanya Aries.


Chairul melihat Aries sejenak,


"Setelah perjanjian bisnis mereka dapatkan, ternyata saingan bisnis mereka tidak terima. Mereka menculik Moetia..."


Aries berdiri karena sangat kaget,


"Apa? Moetia diculik?" teriak Aries.


Chairul menghela nafas nya panjang lalu ikut berdiri.


"Benar, tapi sekarang dia sudah aman bersama Bagas dan Theo. Tapi sesuatu yang buruk terjadi pada Reno. Aku merasa harus memberitahukan semua ini padamu, karena Moetia selain karyawan ku dia adalah putri mu! Apa kamu mau ikut dengan kami ke Singapura?" tanya Chairul.


Dengan cepat Aries mengangguk setuju,


"Katakan! kapan kita akan pergi?" tanya Aries.


"Satu jam lagi kita bertemu di bandara, ajaklah istrimu. Moetia pasti senang jika kalian datang!" seru Chairul.


Chairul pun meninggalkan ruangan Aries, tapi dia merasa sedikit heran. Bahkan Chairul sendiri yang datang memberitahunya tentang kabar Moetia.


Tapi Aries mengusir pikiran nya yang tidak-tidak, dia berusaha berfikir positif. Pasti Chairul melakukan itu karena Moetia adalah karyawan nya.


Aries segera pulang ke rumah dan hendak memberitahukan semuanya pada Soraya.


Sementara itu di rumah Bagas, Belinda terus menghubungi anak buah suaminya satu persatu.


"Kenapa tidak ada yang mau bicara!" kesal Belinda.


Roni yang baru masuk ke dalam rumah pun menyapa ibu nya.


"Ibu kenapa?" tanya Roni sambil meletakkan tasnya di atas sofa.


"Hei, kenapa sudah pulang? baru jam delapan ini?" tanya Belinda.


"Ayah yang memintaku pulang, katanya satu jam lagi kita akan menyusul kak Bagas ke Singapura!" jawab Roni.


Belinda makin bingung,

__ADS_1


"Ais, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa ayah mu tidak mengatakan yang sebenarnya pada ibu?" tanya Belinda.


"Itu karena ayah sangat mencintai ibu!" celetuk Roni.


Belinda tersipu,


"Dasar anak nakal, apa yang kamu katakan? kamu masih kecil jangan bicara seperti itu!" protes Belinda.


Belinda mendekati Roni dan duduk di sebelahnya.


"Apa ayah mu bilang akan mengajak ibu juga?" tanya Belinda.


Roni mengangguk,


"Iya, asalkan ibu tidak mengajak si attention seeking lady itu!" jawab Roni santai.


Belinda berfikir sejenak,


"Siapa yang kamu maksud?" tanya Belinda.


Roni malah terkekeh,


"Ibu tidak tahu siapa yang aku maksud, itu lho calon menantu kesayangan ibu. Tapi sayangnya kak Bagas tidak menyukainya!" jawab Roni polos.


Belinda memukul paha Roni,


"Hei, jangan sebut calon kakak ipar mu seperti itu!" protes Belinda lagi.


"Apa dayaku Bu, aku saja tidak suka padanya. Dia selalu menempel pada kak Bagas seperti lalat yang mengerubungi ikan asin!" celetuk Roni lagi.


Belinda hanya menggeleng kan kepalanya berkali-kali, sepertinya dari semua anggota keluarga nya hanya Belinda dan kakeknya Bagas saja yang menyukai Manda.


"Dia hanya terlalu mencintai kakak mu!" bantah Belinda.


Belinda mulai memikirkan ucapan Roni, benar sekali. Bagas bahkan tidak akan pergi dengan Manda jika Belinda tidak memaksanya.


"Ron, menurut mu apa yang kurang dari Manda?" tanya Belinda pada Roni.


Roni terkekeh lagi,


"Kenapa ibu bertanya padaku?" kekeh Roni.


"Selera kalian kan hampir sama! cara berpakaian, makanan dan hobi kalian juga sama. Atau katakan saja, gadis seperti apa yang akan kamu sukai, ambillah contoh orang-orang terdekat kita. Kira-kira siapa yang membuat mu atau kakak mu akan menyukainya?" tanya Belinda memaksa pada Roni.


Roni meletakkan tangannya bersedekap di depan dadanya.


"Kalau aku sih lebih suka dengan kak Moetia, meskipun dia tidak secantik kak Manda, tapi senyumnya sangat tulus, tidak pernah di buat-buat. Dan jika mengajaknya makan atau jalan-jalan aku juga tidak perlu pilih-pilih seperti kak Manda kan. Dia tidak minum es, tidak suka cemilan, tidak suka nonton film Action, ah... sungguh membosankan!" ucap Roni panjang lebar.


Belinda terlihat berfikir sambil terus melihat ke arah Roni.


Belinda mengusap lembut kepala putra bungsunya itu.


"Sayang sekali kamu masih SMA, jika tidak ibu akan sangat senang bila Moetia jadi menantu ibu!" ucap Belinda.


Roni menepis tangan ibunya,


"Ibu apa-apaan sih, ingat ya! Roni tidak mau di jodohkan seperti kak Bagas. Apa ibu tidak tahu kak Bagas selalu mengeluh saat ibu memaksanya dekat dengan kak Manda. Sudah lah, Roni mau membereskan pakaian dulu. Ingat yang Roni katakan tadi ya Bu!" seru Roni.


Belinda malah tersenyum,

__ADS_1


"Yang mana?" tanya Belinda menggoda Roni.


Roni menepuk jidatnya sendiri,


"Yang dibilang ayah, jangan katakan kita akan ke Singapura pada si attension sekking lady itu!" teriak Roni sambil berlalu ke kamarnya.


Belinda pun langsung ke kamarnya dan berkemas.


Aries sampai di rumahnya, setengah jam kemudian.


Dia segera mencari Soraya, ketika dia melihat Soraya di ruang tengah bersama Malika.


Dia segera menghampiri nya, Soraya terkejut melihat Aries sudah pulang.


"Papa sudah pulang, ada yang tertinggal?" tanya Soraya.


Aries menggelengkan kepalanya,


"Tidak ma, cepat bereskan perlengkapan yang kita butuhkan. Kita harus ke Singapura sekarang juga!" jelas Aries.


Soraya dan Malika terkejut,


"Ada apa?" tanya Malika.


"Ada yang terjadi, tapi Moetia belum bisa pulang. Kita harus segera kesana. Ma, cepatlah!" seru Aries.


Soraya segera bergegas menyiapkan perlengkapan mereka. Malika pun membantunya.


"Kira-kira apa yang terjadi ya?" tanya Malika.


"Entahlah, seperti yang kamu dengar tadi. Ada masalah yang terjadi pada Moetia!" ucap Soraya cemas.


"Semoga bukan hal buruk!" sambung Malika.


Soraya mengangguk dan terus berdoa agar putri tunggalnya itu baik-baik saja.


Setelah selesai berkemas, Aries dan Soraya berpamitan pada Malika.


"Kami titip rumah ya Malika, doakan agar Moetia baik-baik saja!" ucap Soraya.


Malika mengangguk paham,


"Iya Soraya, Moetia pasti akan baik-baik saja!" sahut nya.


Aries dan Soraya pun masuk ke dalam mobil mereka dan menuju ke bandara.


Setengah jam kemudian mereka sampai di bandara, Chairul dan keluarga nya sudah menunggu mereka.


Belinda terlihat makin cemas karena kedatangan Aries dan Soraya.


"Ayah, sebenarnya ada apa? kenapa keluarga Moetia juga ikut? apa terjadi hal buruk?" tanya Belinda panik.


Chairul menggenggam tangan Belinda,


"Yang bisa aku pastikan adalah, Bagas baik-baik saja!" jawab Chairul.


"Hanya Bagas? jadi maksudmu tidak dengan Moetia dan Reno?" tanya Belinda yang matanya sudah berkaca-kaca.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...Terimakasih untuk Like, Komentar dan Favoritnya ya 🌹🌹🌹...


...Love u all ❤️❤️❤️...


__ADS_2