
.
.
.
"begitu ya?" gemas si istri penjual RM pinggir pantai itu menyahut.
Rovert menoleh ke Orang baru menyahut itu, Ia melihat Si penjual dengan wanita itu berangkulan seakan mengenang masa muda melihatnya bersama Xabara, Rovert menebak mereka sepasang suami-istri.
"Istrinya cantik sekali Tuan." puji si Istri penjual.
Rovert tersenyum merangkul bahu Xabara sambil menatap istrinya dengan mesra, Xabara sibuk makan saja sepertinya janinnya memang membuatnya suka makan.
Rovert terkekeh melihat bibir Xabara belepotan, terkadang Ia merasa beruntung bisa melihat sisi berbeda Xabara ketika sedang hamil kalau lagi tidak hamil pasti galak dan wajahnya datar terus.
"hmm? apa di tempat ini ada orang yang pindahan dari Kota ya pak? bu?" tanya Rovert serius ke sepasang suami-istri itu.
mereka yang ditanya saling pandang satu sama lain, "pindahan dari kota ya?"
"kami tidak bermaksud apa-apa hanya saja ada beberapa hal yang sangat penting untuk dibahas, kami butuh seorang saksi atas kejadian kebakaran suatu Rumah setelah di bant*i oleh Penjahat." Rovert.
"kapan terjadinya Tuan?" tanya si Ibu.
"puluhan tahun yang lalu." jawab Rovert.
"apa ada Bu?" tanya suami si penjual rumah makan ke Istrinya.
Si Istri dari penjual itu tampak berpikir, "memang ada yang pindah ke tempat ini belasan tahun yang lalu katanya tidak bisa tidur nyaman lagi disana karna kejadian tragis tapi tidak mengatakan apa-apa."
Rovert tersentak, "dimana tinggalnya Bu?"
"sebenarnya kalian mau jalan-jalan atau seorang detektif?" tanya si Pria (penjual).
Rovert tersenyum tipis, "kalau saya detektif saya tidak akan bawa Istri saya pak."
"bapak ngomong apa sih? kenapa sama tamu begitu? mereka keliatan baik dan ramah." omel si Istri penjual.
"maaf bu ! kita harus waspada juga bu, 10 tahun yang lalu juga ada yang memasuki kawasan kita katanya bertamu tapi tiba-tiba memasang bom di laut jadi ikan-ikan pada mati."
Rovert mendengar pembicaraan mereka segera mengeluarkan kartu namanya.
"saya adalah Rovert Maldev pemimpin Perusahaan besar di Kota nama Perusahaannya kalian pasti mengenalnya kan?"
si Ibu mengambil kartu nama Rovert, "Rovert Maldev?" beo mereka pelan.
"Hahh?? X Company Group?" pekik si Istri penjual dengan syok.
"ehh?" si Suami pun syok memandang Rovert tidak percaya.
"awalnya saya tidak mau memberitau identitas saya karna tau reaksi kalian akan seperti ini tapi mendengar ada penipu memasuki kawasan kalian saya tidak punya pilihan lain selain memberitau kebenaran kami." Rovert.
__ADS_1
si Istri menatap Xabara, "ja-jadi it-itu Nona Xabara?"
"Ibu mengenal nama Istri saya?" tanya Rovert.
dengan polosnya si Ibu menganggukkan kepalanya, Ia takjub ternyata Xabara jauh lebih cantik dari ekspetasinya, walau jaringan di tempat mereka sulit tapi ketika lagi bagus bisa melihat berita di Ponsel juga sering di TV.
Rovert hendak memakan lagi tapi ketika ia mengaduk dengan sendoknya tidak ada apapun, Ia pun menoleh ternyata Xabara tengah nyengir kuda menghabiskan jatah Rovert.
Rovert bukannya marah malah tersenyum begitu lebar lalu mengecup kening serta puncak hidung Xabara,
"istriku lapar sekali ya? hmm?" Rovert mencubit gemas pipi Xabara yang mengangguk pelan mengelus perutnya.
suami-istri penjual makanan laut itu begitu kagum dengan kemesraan Xabara bersama Rovert, lalu si Ibu menawarkan tempat tinggal supaya Rovert dan Xabara bisa menginap.
"benarkah bu? apa ada kamar?" tanya Rovert ramah.
"tidak ada kamar, kalau disini modelnya sewa Rumah Tuan tapi tidak semahal menyewa kamar hotel karna tempatnya juga tidak mewah." jawab si Ibu.
"tidak apa Bu..! Istri saya ini yang saya khawatirkan." balas Rovert.
Rovert dan Xabara dibawa ke Rumah yang ditawarkan sepanjang perjalanan Rovert mendengar cerita tentang penipu yang pernah memasuki kawasan mereka, karna kejadian itu para Nelayan sempat terpuruk tidak dapat hasil tangkapan serta tidak bisa dijual.
"kalau saya boleh memberi masukan bu lain kali tidak usah terima tamu yang selain dari sepasang." saran Rovert.
"maksudnya selain sepasang bagaimana Tuan?"
"misalnya tamunya laki-laki sesama laki-laki, begitu juga sebaliknya kecuali sepasang suami-istri seperti kami." jelas Rovert.
"tidak apa bu! waspada itu wajar." balas Rovert.
.
Rovert dan Xabara tengah duduk berdua di kursi rotan, Rovert bisa melihat Xabara mode serius.
"apa dia akan berubah kalau sedang lapar?" batin Rovert menahan senyumnya.
"bagaimana Rovert? apa perlu kita keluar mencari saksi itu?" tanya Xabara.
"aku bisa saja langsung melakukannya tapi apa kamu tidak lelah sayang? kita istirahat 1 jam ya? aku tidak mau para masyarakat di sini mencurigai kita ada maunya saja kalau bergerak cepat."
"perusahaanmu bagaimana?" tanya Xabara.
"aku sudah mengerjakan semuanya dengan cepat dalam 1 harian tanpa berhenti, menginap 3 hari tidak akan perusahaan dalam bahaya."
Xabara menganggukkan kepalanya, "terimakasih sudah mau berkorban untukku."
"Cinta itu juga butuh pengorbanan sayang, apapun akan aku korbankan untukmu."
"apapun akan Papa Korbankan demimu gadis kecil Papa yang tangguh."
Xabara tersenyum lalu Rovert heran mengapa Xabara menatapnya seperti itu.
__ADS_1
"Apa Cinta memang butuh pengorbanan?" tanya Xabara.
"iya." jawab Rovert tersenyum lembut.
"Rovert apapun yang kamu katakan mengingatkanku pada Kakek dan Papaku." ucap Xabara.
Rovert mengerjab bingung, "aku tidak meniru mereka sayang !? aku tidak pernah melihat mereka walaupun aku tau banyak hal tentang mereka lewat media."
"kalau begitu tetaplah baik padaku dan katakan apa saja yang ada dalam pikiranmu, aku menyukai itu." balas Xabara.
Rovert tidak membantah hanya mengelus kepala Xabara dengan lembut.
setelah Istirahat selama 1 jam, mereka berdua berkeliling Kompleks perumahan sederhana itu.
"apa Ibu tadi bilang dimana tinggalnya Rovert?" tanya Xabara.
"belum, sepertinya mereka belum mempercayai kita." jawab Rovert.
Xabara menghela nafas, "aku tidak sabar ingin tau apa alasan orang itu pindah, apa kejadian tragis yang dia katakan itu adalah yang menimpa Keluargaku?"
"kita akan tau sebentar lagi sayang, aku sangat pandai bernegoisasi." bisik Rovert.
Xabara tersenyum tipis lalu melihat tangannya yang bergenggaman dengan Rovert, Rovert seperti sosok pelindung bagi Xabara walau enggan mengakuinya tapi kata-kata Rovert mengingatkan Xabara pada Orang tersayangnya.
"aku akan melindungimu Rovert." ucap Xabara tiba-tiba.
Rovert menghentikan langkahnya lalu membalik tubuhnya ke arah Xabara dengan lembut Ia memegang kedua bahu Xabara.
"bukan kamu yang melindungiku sayang tapi kita harus bekerja sama untuk saling melindungi satu sama lain, bagaimana? kita juga harus melindungi anak dalam perutmu. apa itu bisa?"
Xabara tersenyum manis sungguh cantik sekali Xabara seperti itu dimata Rovert.
"kamu baik." puji Xabara.
"ya!! Pria baik ini milikmu Lady Xabara." balas Rovert mengecup punggung tangan Xabara.
Xabara tertawa mendengar godaan Rovert, "aku sudah lama tidak mendengar sebutan Lady itu."
"oh ya? siapa yang memanggilmu Lady?" tanya Rovert.
"dia." jawab Xabara.
"siapa dia?" tanya Rovert menaikkan sebelah alisnya.
Xabara hanya tersenyum lalu berjalan duluan meninggalkan Rovert yang masih kebingungan, Rovert mengejar Xabara dan bertanya siapa Dia yang dimaksud Xabara.
.
.
.
__ADS_1