
.
.
.
mereka diam beberapa saat lalu Rovert menoleh ke Xabara yang telah memejamkan matanya. Rovert tersenyum tipis lalu bangkit berjalan ke arah Xabara dan membangunkan gadis itu untuk berganti pakaian.
"aku akan bangun nanti biarkan aku istirahat terlebih dahulu." Xabara memutar badan memunggungi Rovert yang tengah mencoba membangunkannya.
Rovert menjatuhkan rahangnya lalu tertawa tanpa suara, "imut sekali." batin Rovert mengalah.
ke esokan paginya,
Xabara telah selesai membersihkan diri dan Rovert kebetulan juga masuk membawa sarapan, penampilan Xabara dengan jubah mandi dan rambut yang basah benar-benar sangat seksi.
"kenapa aku seperti inii?? sadarlah Rovert ini bukan pertama kalinya kau melihatnya seperti itu, kuasai hatinya terlebih dahulu." cerocos Rovert dalam hati.
Xabara dengan santai mengangkat panggilan Aya, "hmm !!? katakan!!" pinta Xabara terdengar serius.
Aya memberitau tugasnya sudah selesai memberi racun pelumpuh separuh badan ke Nandini, Xabara bisa mendengar pertengkaran Nandini dengan Randy.
"kau sedang dimana??" tanya Xabara.
"saya sedang di Apartemen Nona dan suara ini hanya rekaman." jawab Aya dengan serius.
"kalau begitu sisanya biar aku yang urus, apa kau sudah bekerja??" tanya Xabara.
"saya bekerja sebagai pelayan Apartemen ini Nona, saya juga sudah menyuap pemimpinnya kalau pekerjaan saya disini sudah lama bahkan mengancamnya dengan pistol." jawaban Aya membuat Xabara memejamkan matanya.
"kau menodongkan pistol kepadanya?" tanya Xabara sekali lagi.
"iya Nona." jawaban Aya terdengar polos.
"terserah kau saja!!? kenapa kau tidak berubah? bagaimana jika dia tau kalau kau anggota Higanbana??" kata Xabara serius.
Aya tersenyum lebar mendengar omelan Xabara, "Nona tenang saja karna saya memperlihatkan Identitas saya sebagai penembak jitu terbaik dalam seleksi nasional." jelas Aya.
mereka berbincang cukup lama sampai Aya tau kalau Xabara akan pulang sore ini juga, dengan Xabara berada di Singapura bersama Rovert pasti Randy tidak akan pernah mencurigai Xabara seolah hal itu memang kesialan keluarga itu saja.
.
"sudah selesai??" tanya Rovert lalu Xabara memutar kepalanya ke Rovert yang ternyata sedang makan.
__ADS_1
"aku terlalu lapar menunggumu jadi aku makan duluan." jawab Rovert.
Xabara mendengus sambil melangkah menuju Rovert dan duduk didepan Rovert begitu santainya, Rovert membuang muka.
"apa kau tidak akan mengenakan baju?" tanya Rovert.
Xabara melihat penampilannya, "aku sudah terbiasa seperti ini kalau kau mau memakai Jubah mandi terserah kau saja !!? kita bersama tidak harus terkekang kan??"
Rovert kehabisan kata-kata, bagaimana bisa Xabara seorang perempuan tidak takut tinggal bersama lelaki sepertinya bahkan dengan santainya mengatakan hal seperti itu seharusnya kan Rovert sebagai Pria yang berbicara hal itu, mengapa harus Rovert yang tersudutkan disini?.
"aku ini normal dan bisa saja aku kehilangan akal sehat lalu melanggar kontrak kita." gerutu Rovert.
"aku sudah menyiapkan pistol dan kalau hal itu terjadi aku akan langsung menarik pelatuk lalu menembaknya ke bagian intimu itu." jawaban santai Xabara.
Rovert seketika melindungi asetnya, "kejam sekali."
"aku tau." balas Xabara malah tidak marah dikatai kejam.
"ingat peraturanku JANGAN MENGATUR apapun yang aku lakukan!" ujar Xabara memperingati.
Rovert tidak menjawab hanya fokus dengan sarapannya sambil memainkan ponselnya, Xabara pun tak lagi berbicara.
Sore berangkat sekitar jam 17.26 mereka tiba di Bandara Indonesia, tidak ada pembicaraan apapun diantara mereka malah sibuk dengan urusan masing-masing.
"ketempat Mom?" tanya Rovert membuka suara.
Rovert mengangguk setuju tanpa protes dan setelah itu tidak ada perbincangan apapun diantara mereka, sejujurnya Xabara merasa nyaman bersama Rovert yang tidak banyak bicara sehingga Xabara juga tidak kerepotan karna Ia tidak suka Pria banyak bicara.
Rovert? Pria cerewet tapi tidak setiap hari juga bawelnya dan tidak mengekangnya, hal yang Xabara suka tidak mempertanyakan kemana tujuan Xabara.
.
malam harinya,
"kau juga mau keluar?" tanya Xabara melihat penampilan Rovert.
"hmm !!? bukankah kau sudah tau kalau aku Serigala hitam? aku akan menjadi pengikutmu walaupun kau bukan Ketua Higanbana." jawab Rovert.
Xabara tercengang, "ikut aku?? siapa yang memberimu izin?"
"apa aku perlu izinmu? kita sudah berjanji tidak perlu harus mengekang satu-sama lain kan??" sambar Rovert menaikkan sebelah alisnya.
Xabara pun kehilangan kata-kata, "a--aku pergi sendiri saja."
__ADS_1
Rovert bersikeras meminta ikut tapi Xabara tanpa hati menendang Rovert, tak mau kalah Rovert memegang kaki Xabara sehingga mereka bukannya keluar Apartemen malah berdebat saling melotot dan cekcok mulut sungguh lucu.
"aku tidak mungkin membiarkan dia ikut." batin Xabara.
"tidak bolehhh!!?" tolak Xabara menarik kerah jaket Rovert karna terlalu kuat Rovert jadi tidak sengaja mencium kening Xabara.
DEG!!
mereka saling bertatapan satu sama lain lalu Rovert melangkah mundur.
"aku tidak melanggar kontrak, kau sendiri yang menarikku." jelas Rovert.
Xabara diam beberapa saat lalu tersadar dan menatap tajam Rovert, "aku tidak mengizinkanmu keluar, awas saja kalau kau mengikutiku."
Xabara pun keluar dari Apartemen mereka sedangkan Rovert sumringah seketika memegang bibirnya. sambil bersenandung Rovert memilih menuruti permintaan Xabara yang melarangnya pergi, Rovert memainkan Ipednya di sofa.
.
di tempat lain,
Xabara berada tak terlalu jauh dari depan Rumah Randy dan Nandini, Ia mendengar suara benda melayang didalam sana padahal hari sudah malam, Xabara menyunggingkan senyum tipisnya.
"sebentar lagi kalian akan berakhir." gumam Xabara.
tak berapa lama Randy keluar dari Rumah itu dalam keadaan marah memasuki Mobil dan pergi dari sana dengan kecepatan tinggi, Nandini keluar dengan suara aneh yang tidak jelas melambaikan tangannya ke Randy.
"Tunggu ibu Ran??" suara Nandini dengan bibir tidak bergerak sebelah.
Nandini sampai tersungkur memaksa menggerakkan seluruh tubuhnya, sebagian tubuh Nandini tidak bisa bergerak (lumpuh setengah).
Nandini tertawa menyedihkan masih bisa-bisanya wanita itu memaki Xabara si dekil hitam, Xabara didalam mobil sampai berdecak pelan.
"benar-benar manusia tidak tau diri!!? aku tidak sabar ingin melihatmu menangis darah karna dibuang oleh anakmu sendiri." gumam Xabara lalu memilih pergi dari tempat itu tapi tidak menghidupkan mesin ataupun lampu mobil.
Xabara tersenyum tipis dalam perjalanan kembali hingga tiba-tiba Ia berpapasan dengan Mobil Mafia the Cold, Pengemudi didalamnya melihat jenis Mobil yang berlawanan arah dengannya dan tidak ada platnya membuat orang didalamnya segera berbalik arah mengejar Mobil itu.
Xabara melaju kencang lalu melirik ke arah spion ada Mobil yang mengejarnya, alis Xabara bertaut karna tau Mobil itu bersebrangan arah dengannya beberapa saat yang lalu.
"apa dia mengenali Mobilku?" gumam Xabara memperhatikan jenis Mobil itu bukanlah milik Lios.
"ckkk!!" Xabara menginjak gas mobilnya dan seperti biasa akan mengecoh Mobil itu lalu melarikan diri.
.
__ADS_1
.
.