
.
.
.
Xabara didalam Toilet malah mengedarkan pandangannya mencari-cari tempat aman jika Ia menyusup ke tempat ini.
"tidak buruk juga." senyum tipis Xabara.
setelah cukup lama di dalam Toilet Xabara keluar dari Toilet mengelus perutnya sambil menyeringai lebar seperti orang bodoh.
"cepat keluar!" titah Pria gemuk dengan jijik ke Xabara.
Xabara berlari mengikuti Pria itu sambil mengocehi tentang Toilet yang sangat megah seperti perempuan norak yang tidak pernah hidup kaya bahkan Ia mengeluh sok akrab karna pernah kesulitan memakai Kloset saat pertama kali memasuki Rumah temannya.
"diam..! kau ini sudah jelek memcoba menggodaku!" teriak Pria gemuk itu dengan geram ke Xabara yang terus saja mengoceh.
"iya pak." jawab Xabara.
"apa kau panggil aku Pak?"
"lalu aku panggil apa? Om?" tanya Xabara dengan polos dan wajah bodohnya.
"terserah kau saja." merasa malas menanggapi gadis jelek dan bodoh seperti Xabara.
tiba-tiba rekan tadi datang ke Xabara malah meminta Xabara mengambil uangnya ke Tuan Besarnya karna uang mereka sudah habis, si Pria gemuk memukul temannya karna membiarkan orang asing masuk ke Mansion tapi rekannya sudah menjelaskan dengan baik sehingga Xabara tidak akan melihat hal yang seharusnya tidak boleh dilihat.
Xabara hanya memasang raut wajah bodohnya yang tidak tau apa-apa tentang pekerjaan Orang-orang didekatnya itu, bahkan rekan-rekannya saling berbisik mengapa Xabara tidak takut padahal setiap Kurir paketan selalu takut jika memasuki tempat ini.
"ayo! awas kau macam-macam pada Tuan kami nanti." ancam Pria gendut yang baru saja datang akan mengantar Xabara.
Xabara pun menurut sampai tiba di sebuah sofa mewah terlihat seorang Pria gagah dan tampan tengah menatap tajam ke arah Xabara, Xabara tertunduk saja lalu berdiri cukup jauh dari Pria itu.
"oh..! aku sudah lama sekali tidak melihatmu Lios." batin Xabara.
__ADS_1
Pria yang Xabara kenal adalah Lios Dirve sebagian Manusia tau siapa Lios yang ditakuti di dunia Mafia, hanya dengan tatapannya saja berhasil membuat lawannya gemetar ketakutan.
Lios melempar satu amplop berisi uang ke Xabara.
Xabara segera menundukkan kepalanya dan meminta izin apa Xabara boleh mengutipnya, perkataan Xabara yang sangat konyol itu berhasil membiat bibir Lios berkedut sangat tipis.
"cepat ambil !." titah bawahan Lios.
Xabara mengelap-ngelap tangannya hingga kening Lios berkerut.
"kenapa tanganmu?" tanya Lios dengan nada menusuk.
"maaf Bos! tadi saya habis buang air besar di Toilet belakang, takutnya ada yang tersangkut dan saat pegang uangnya bau, nanti saya bisa tidak dipercaya oleh seseorang." jawab Xabara meyakinkan sambil nyengir dengan wajah bodohnya.
"dipercaya oleh seseorang?" gumam mereka semua langsung mengeluarkan senjata api dan menodongkannya ke Xabara.
Xabara memasang raut wajah bodohnya, "apa itu pistol mainan?" tanya Xabara memegang salah satu pistol yang di todongkan padanya.
"cepat katakan kau orang kepercayaan siapa?" bentak si gendut dengan marah.
Xabara melihat sekitar dengan raut wajah tidak mengerti lalu Lios berdiri berjalan ke arah Xabara sambil mengelilingi Xabara dan bertanya kebenarannya.
"benar? kau tidak tau ini tempat apa?" tanya Lios menyeringai memegang dagu Xabara.
Xabara mengggeleng kepalanya dengan mata takjub memandang Lios bahkan bibir hitamnya memuji Lios sangat tampan layaknya perempuan jelek yang suka Pria tampan.
Lios memberi kode sehingga para bawahan Lios menurunkan senjatanya, Lios bersidakap dada memandang Xabara yang memang tidak terlihat takut padanya bahkan berbinar layaknya seorang anak kecil mengidolakan boyband tampan.
"kau boleh pergi!" kata Lios.
Xabara pun mengutip Uang yang berserakan bahkan menghitungnya dengan baik dengan wajah tak tau malunya Xabara meminta tips tentu saja Lios tertawa untuk pertama kalinya, hal itu berhasil membuat bawahannya merinding karna Lios tidak pernah tertawa selepas itu.
Xabara mengerjab-ngerjab, "ada apa? anda sangat kaya hanya minta Tips beberapa lembar uang merah tidak akan membuat anda rugi kan?"
Lios memberikan tips yang banyak ke Xabara sehingga gadis hitam itu sangat gembira dan menarik salah satu Pria gendut untuk mengantarnya keluar, Xabara meloncat-loncat senang tapi gerakan Xabara dilihat oleh Lios yang tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tuan?"
"tidak apa..! rasanya menyenangkan ada orang yang tidak tau siapa aku." jelas Lios dengan senyuman tipis nya itu.
Xabara Keluar dari Mansion itu lalu disambut oleh Kurir yang asli begitu khawatir sebab Xabara terlalu lama, Xabara mengatakan Ia banyak dapat Tips lalu membaginya dengan Kurir itu yang bahagia karna dapat bagian juga.
"kalau Orang itu bertanya kamu kenal aku dimana bilang saja aku ini hanya orang yang tidak sengaja kamu kenal kebetulan butuh uang." ujar Xabara serius.
Pria Kurir itu tidak mengerti makna kata-kata Xabara tapi mengangguk saja, Xabara tau gerak-geriknya tadi diawasi oleh Lios yang tertarik dengan tingkahnya yang tidak kenal Lios. Xabara tau bagaimana karakter Lios menginginkan sesuatu pasti akan didapatkan walau dengan cara di curi atau dirampas.
Xabara tidak menemukan apa-apa di Mansion Lios dan malam harinya Ia menyamar serba tertutup seperti Ninja memasuki Mansion Lios berdasarkan dari denah yang Xabara kenali tadi siang.
Xabara memasuki Ruangan yang sangat dijaga ketat oleh Para Penjaga tadi dan Ia bisa melihat banyaknya perempuan di kurung berpakaian seksi tapi sudah koyak-koyak, menghitam dan berantakan belum lagi luka di tubuh mereka tengah tertidur, terdengar isakan serta rintihan.
"oh..! ini para penipu yang mengaku Ratu Higanbana ke Lios?" batin Xabara menebak lalu pergi dari sana karna itu bukan urusannya juga, salah mereka sendiri mengapa mengaku sebagai dirinya padahal tidak bisa apa-apa.
Xabara bahkan sudah tau letak CCTV di sekitarnya sehingga Ia aman, Xabara memasuki Ruangan Kerja Lios.
"dia pasti tidak ada disini kan?." batin Xabara.
Xabara mengintip dan melangkah pelan tapi tidak bersuara, dengan cepat Xabara meletakkan sesuatu dibalik meja yang tidak akan mungkin di ketahui orang pintar sekalipun.
"aman." senyum tipis Xabara lalu melompat dari jendela dan tangannya memegang pagar balkon Kamar Lios.
Xabara memasuki kamar Lios yang balkonnya tidak di tutup, Ia memainkan sebuah pisau jikalau tiba-tiba Lios bangun karna bagaimana pun Lios adalah seorang Ketua Mafia yang tidak mungkin bodoh jika mendengar suara apapun pasti terbangun.
Xabara meletakkan merangkak lalu meletakkan sesuatu dibalik ranjang Lios dan berguling tanpa mengeluarkan suara ke arah meja Lios meletakkan setangkai Bunga Higanbana di meja Lios sekedar menyapa saja dari Ratu yang sebenarnya.
Xabara berjalan ke arah Balkon sambil melangkah mundur dan mundur lalu tidak sengaja sikunya mengenai pintu jendela sehingga Lios terbangun.
"haiishh!" umpat Xabara.
Lios berlari ke arah Xabara yang juga segera menutup pintu balkon dengan cepat, Lios mencoba membuka Pintu Balkon nya sementara Xabara melambaikan tangannya ke Lios seperti gadis genit lalu meloncat ke bawah.
.
__ADS_1
.
.