Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
balas


__ADS_3

.


.


.


"Lios?" panggil Ray kesal.


"ckkk! apaa?" tanya Lios malas.


kalau bukan karna menemukan XeniaXabara mana mau Lios bekerja sama dengan Ketua Mafia lainnya bahkan Colder pun mati ditangan Xabara.


"apa sosok ninja tadi adalah Nona XeniaXabara?" tanya Ray.


"aku tidak tau kalau tidak mengujinya." jawab Lios membuang muka lalu meninggalkan Ray yang belum puas jawaban Lios.


"lebih baik kau bantu aku mencari sosok itu." titah Lios dengan tegas.


Ray pun mengangguk serius, "baiklah ! jika aku yang menemukannya maka kita akan resmi menjadi Rival cinta."


Lios tidak menjawab hanya sibuk memperhatikan sekeliling, semua hutan akan dikelilingi tapi tidak ada tanda-tanda mereka menemukan Sosok XeniaXabara.


"aaahhh! "


Brakkkhhh


semua mata menoleh ke asal suara dan berlari mengejar sosok ninja itu berhasil menjatuhkan bawahan Lios.


"Kejar!!" teriak Lios.


Aya terus saja berlari hingga tiba-tiba Aya berhenti melihat 30 Anggota Higanbana muncul dihadapannya.


"Ayaa?" Mex mendekati Aya dan memperhatikan Aya.


"kalian? sedang apa disini?" tanya Aya malah heran dengan pertolongan rekannya.


"Nona memerintahkan kami !" jawab rekan Mex.


"Akhi..? Ehhh??." Ray menemukan sosok ninja itu tapi melihat banyak orang berpakaian Ninja didekat gadis itu membuatnya membulatkan mata tak percaya.


DEG!!


"Ka--Kalian??" Ray memperhatikan lambang Higanbana di lengan baju kanan setiap Ninja itu kecuali Aya dan Xabara mereka berdua selalu membawa bunga Higanbana, artinya Aya dan Xabara memiliki kemampuan diatas rata-rata anggota Higanbana lainnya.


segerombolan bawahan Lios dan kawanan lainnya tiba dan kaget melihat kedatangan teman Aya.


"kau memanggil temanmu Ratu XeniaXabara." kata Lios.


"ciih...! kau tidak akan pernah bertemu dengan Ratu kami." kata Mex.


"serang!!" teriak Lios tanpa menunggu lagi.


walau takut melawan para Mafia Higanbana yang tidak pernah muncul kini ada di hadapan mereka semua, nama Higanbana benar-benar membuat siapapun merinding terutama dikalangan Mafia.

__ADS_1


Lios menyerang Aya, sementara Mex sibuk menghabisi bawahan Lios yang banyak tapi tidak kewalahan.


"hati -hati." teriak Mex ke Aya.


Lios menyerang Aya bertubi-tubi sedangkan Aya terus mengelak sambil bersalto beberapa kali, lalu menendang kaki Lios sampai terjatuh tapi ternyata Lios bukanlah Pria bodoh. namun, Aya tidak tertipu karna Xabara mengatakan bahwa Lios memiliki kemampuan jauh diatasnya.


"kau bukan dia." kata Lios yang mengenal kemampuan Xabara.


"memang apa yang kau tau dari Ratuku?" sinis Aya yang tak lagi berpura-pura.


Lios berdecak, "kalau begitu aku akan menyandera mu demi membuat Ketuamu datang menjemputmu." kata Lios menyeringai.


Aya memainkan pisau nya lalu menarik nafas dalam-dalam demi menyelamatkan dirinya supaya tidak menjadi beban bagi Xabara nanti maka Aya harus melawan dengan kekuatan penuh dan menggunakan akal yang harus licik.


Aya berlari ke arah suatu pohon lalu Lios mengejarnya tiba-tiba Aya memanjat dan melemparkan belatinya hingga mengenai lengan Lios yang meringis seketika tidak sempat mengelak.


"K--Kau curang." kata Lios.


Mex yang sudah berhasil menjatuhkan lawannya segera mengambil belati Aya.


"sayangnya racun nya tidak banyak aku yakin kau masih bisa selamat." kata Aya berdecak kecewa hanya membawa belati itu saja.


Aya sudah berhasil membunuh Putri Jenderal Barron dengan Belati itu tapi semua racun yang menyelimuti belati itu sudah menyebar luas di tubuh Barina Barron sehingga Belati yang mengenai Lios tidaklah banyak.


"mundur!!" teriak Lios yang tidak mau mati konyol sebelum menemukan Xabara yang asli.


"apanya yang mundur?? bawahan kita sudah babak belur dan tidak bisa jalan karna manusia Higanbana yang menakutkan ini." gerutu Ray pun wajahnya penuh luka.


Mex hendak mengejar Ray dan Lios tapi rekannya meminta bubar saja sebab ada yang melihat para warga di ujung hutan sedang berkemah yang artinya mereka bisa saja datang ke tempat ini.


"kau bisa jalan?" tanya Mex mendekati Aya.


"aku bisa jalan! terimakasih atas bantuan kalian semua teman." ucap Aya tersenyum lembut.


"sama-sama! ayo kita pergi !!?" ajak mereka semua serentak.


para Mafia yang babak belur ditangan anggota Higanbana hanya bisa menahan rasa sakit di tubuh mereka, Higanbana bermain dengan racun tentu mereka tau tubuh mereka sebagian pasti terkontaminasi oleh Racun walau tidak mematikan tapi bisa membuat mereka mengalami kelumpuhan otot selama 24 jam.


Aya dibawa pergi dari sana oleh kawanan Higanbana.


sementara ditempat lain,


Ray berhasil membawa Lios yang terkapar tidak berdaya karna goresan luka dari Aya.


"mereka pantas mendapat julukan Mafia terkuat." gumam Ray merasa merinding baru melihat sekumpulan Mafia Higanbana yang 30 Orang tidak masuk hitungan Xabara dan Aya secara langsung.


Dunia Mafia tau kalau Higanbana hanya memiliki 30 Orang tapi kemampuan mereka bisa mengalahkan ratusan orang, jumlah sedikit tapi sangat bisa diandalkan dan ditakuti musuhnya.


"Lios? kau mati?" Ray menampar-nampar wajah Lios.


Ray meringis memegang lengannya yang juga sempat terkena jarum dari anggota Higanbana, sungguh pasukan terbaik milik Higanbana itu lah yang membuat banyak Lelaki kuat menginginkan Higanbana terutama Ketuanya.


.

__ADS_1


Aya kembali ke Xabara setelah membersihkan diri.


"kau baik-baik saja Aya?" tanya Xabara memegang bahu Aya.


Aya tersenyum lebar, "kenapa Nona harus mengumpulkan mereka semua? bagaimana kalau kita ketahuan?"


Xabara memukul kepala Aya, "aku tau ini akan terjadi tapi aku tidak bisa menolak binar matamu itu yang ingin memperbaiki kesalahan kecil."


Aya nyengir kuda, "saya berhasil menghabisi Jal*ng kecil itu dan melumpuhkan Lios! saya yakin dia tidak akan bisa bergerak selama 1 bulan lamanya."


"biarkan saja dia mengalami siksaan itu, anggap saja hadiah terakhir dariku kalau dia berani mencoba menargetkanku lagi, sepertinya memang kematian yang cocok untuknya." kata Xabara.


Aya berdecak sebal seharusnya Ia membunuh Lios tapi Xabara memperingati Aya kalau Aya itu sedang beruntung, Lios tidak bisa dianggap remeh sambil melangkah pergi.


"Nona mau kemana?." tanya Aya.


"aku akan memberi pelajaran terakhir pada Randy." jawab Xabara.


Aya hendak mengikuti Xabara.


"kau Istirahat saja." titah mutlak Xabara, alhasil Aya diam tidak lagi bergerak mengikuti Xabara.


.


.


Xabara mendatangi Rumah Randy dengan wajah serta kulit hitamnya.


"Hitam Ka--Kau?" Randy kaget melihat kedatangan Xabara.


"aku mau melihat penderitaanmu langsung." senyum lebar Xabara.


Randy terbelalak lalu bangkit dan mencengkram tangan Xabara tapi dengan santainya Xabara menginjak kaki Randy.


"aakkhhh." Randy mengangkat sebelah kakinya.


"dasar itik jelek kau berani melukaiku?" geram Randy dengan wajah yang sangat merah.


Xabara tersenyum tipis, "bagaimana rasanya dipecat dan kehilangan semuanya?"


Randy mengepalkan tangannya, "apa maksudmu? sebenarnya apa hubunganmu dengan Nona Xabara?" tanya Randy dengan nada meninggi.


Xabara melipat kedua tangannya hingga Randy semakin marah dengan kesombongan perempuan jelek itu, Randy mengamuk memaki Xabara yang memang pembawa sial untuknya.


"aku dibantu oleh Nona Higanbana untuk membalaskan dendam padamu." sinis Xabara.


Randy seketika membeku ditempat, "A--Apa maksudmu?."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2