Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
mendatangi


__ADS_3

.


.


.


Rovert terperangah melihat Xabara yang begitu cantik dengan semua yang melekat di tubuhnya itu.


"sayang?" Rovert mendekati Xabara dan mengecup pipi Xabara begitu mesra.


Xabara tersenyum tipis lalu memegang bahu Rovert sehingga Rovert heran apa yang Xabara lakukan.


"tunggu sebentar..!" pinta Xabara.


Rovert mengangguk patuh sehingga Ratu terkikik melihat kepatuhan Putra nya itu yang telah menemukan pawangnya.


Xabara mengeluarkan sebuah brosh cantik dari Berlian asli dan memasangnya di Jas Rovert sehingga menambah penampilan Rovert semakin gagah seperti seorang Pangeran dari suatu Kerajaan, Rovert memandang itu dengan bingung.


"aku pinjam tubuhmu untuk mempromosikan bros berlianku ya?" kata Xabara tersenyum manis menepuk bahu Rovert dan merapikan rambut Rovert.


Rovert sumringah, "baiklah sayang, gunakan aku sebanyak apapun yang kamu mau."


Xabara menoleh ke Ratu yang tertawa lalu Xabara mengedipkan sebelah matanya ke Ratu sehingga mereka berdua tertawa bersama-sama.


Rovert memperhatikan Brosh cantik itu namun tidak membuat Rovert terlihat lucu, Ia merasa Brosh berlian itu sungguh cantik dan membuatnya begitu gagah walau tidak bercermin tapi Rovert tau matanya tidak pernah salah menilai.


"ayo kita berangkat!" Rovert menyodorkan lengannya.


Xabara melingkarkan tangannya ke lengan Rovert dan Ratu menuntun Xabara keluar, Rovert tak heran lagi melihat perhatian Ratu pada Xabara melebihi kasih sayang seorang Ibu pada Rovert sendiri yang anak kandung.


"sayang? kamu harus hati-hati sayang? jangan minum wine ya ? nggak boleh minum Wine baik yang memabukkan maupun yang tidak, kamu dengar sayang?" ceramah Ratu.


"iya Mom..? aku akan menjaga cucumu dengan baik." balas Xabara.


Ratu menangkup pipi Xabara dengan gemas, "sayang kamu manis sekali seandainya kamu lelaki dewasa pasti Mom sudah menjadikan mu suami Mom."


Xabara terkekeh sedangkan Rovert memasang tampang datarnya.


"aku pergi Mom!" izin Xabara.

__ADS_1


"iya sayang, hati-hati ya?" pinta Ratu menuntun Xabara memasuki Mobil yang dibuka pintunya oleh Rovert bahkan Ratu menunduk memastikan gaun menantunya tidak tersangkut lalu Ia sendiri yang menutup pintu Mobilnya.


"hati-hati nak?" pinta Ratu ke Rovert.


"Yes Mom." Rovert mengecup kening Ratu lalu memutari Mobilnya.


Xabara membuka kaca Mobilnya, "Mom masuklah cuaca sangat dingin."


"iya sayang, kamu juga jangan lupa hati-hati minum nya ya? terkadang ada wine yang wangi buah jangan diminum." peringatan Ratu sekali lagi.


Xabara terkekeh sebab Ratu tidak tau saja kalau Xabara sangat tau bedanya Wine, sampanye dan bir. segalanya sudah Xabara ketahui tapi omelan sayang Ratu itu sungguh membuat hatinya begitu hangat.


Mobil Rovert meninggalkan pekarangan Mansion sementara Ratu terus berlari kecil melambai ke Xabara, sebenarnya Ia merasa cemas Xabara pergi ke Pesta karna takut Xabara tidak sengaja meminum minuman keras yang akan membahayakan janinnya.


Rovert melirik Xabara yang membalik tubuhnya ke arah Ratu sampai tidak terlihat lagi, Rovert mengelus kepala Xabara yang menoleh ke arahnya.


"Mom memperlakukanmu seperti itu kamu tidak merasa direndahkan sayang?" gemas Rovert.


Xabara menggeleng kepalanya, "Mom hanya tidak tau kalau aku XeniaXabara."


Rovert tersenyum, "baiklah asalkan kamu tidak keberatan itu sudah cukup bagiku."


Rovert terkekeh mendengar pertanyaan polos Xabara, "sudah hanya sedikit."


"benarkah? kenapa aku merasa perutku segini saja?" tanya Xabara sambil memegang perutnya serta meraba-rabanya dengan teliti.


Rovert diam saja sebab Ia sangat tau bentuk tubuh Xabara yang selalu menggairahkan baginya, setiap inci tubuh Xabara sudah terekam jelas dalam ingatan Rovert sehingga tau perbedaan bentuk tubuh Xabara walau hanya setengah cm saja.


setibanya di Acara Pesta, mereka berdua disambut dengan baik oleh Zein yang memiliki Acara.


Rovert merangkul pinggang Xabara begitu posesif sambil menatap tak senang Zein yang selalu terang-terangan mengagumi Istrinya.


"aku sudah mengguncang Keuangannya tapi masih saja berani menargetkan Istriku, pesona Istriku memang terlalu mematikan sampai bisa mengangkat rasa malu setiap laki-laki demi memilikinya." batin Rovert.


"Nona anda cantik sekali." puji Zein begitu terpesona dengan gemerlap berlian yang melekat di tubuh Xabara.


Xabara mengangguk lalu menepuk punggung tangan Rovert yang merangkul erat pinggangnya, "bisa cepat Rovert? kakiku sudah pegal."


Rovert yang sedang terbakar api cemburu seketika seperti disiram badai kembang api dengan lambang Love (cinta), Ia sumringah mendengar rengekan manja Xabara segera Ia menuntun Xabara memasuki Pesta mengabaikan Zein yang masih terpana dengan Xabara sedang merengek manja padahal merengeknya ke Rovert.

__ADS_1


Rovert bertemu banyak rekan kerjanya yang baik-baik lalu mengenalkan Xabara pada mereka yang memuji Rovert sangat beruntung memiliki Xabara, Rovert dengan bangga memamerkan pada mereka bahwa Xabara tengah hamil anaknya dan menunjukkan betapa senangnya Ia akan menjadi seorang Ayah.


diam-diam Xabara tersenyum tipis mengelus perutnya, Ia senang anaknya sangat diakui oleh Rovert yang begitu menantikan anaknya padahal masih bisa dikatakan kandungan Xabara masih seumur jagung (masih terlalu muda).


"selamat ya !!?" ucapan selamat yang disematkan dengan tulus pada Rovert akhirnya menjadi seorang Ayah.


Xabara tidak sengaja mendengar para wanita berdecak iri dan cemburu pada Xabara, posisi Xabara itu begitu diidam-idamkan para wanita.


Tiba-tiba Xabara teringat sosok wanita jal*ng yang pernah memeluk suaminya sehingga Rovert mandi sampai terluka, Ia pun bertanya pada Xabara mengenai wanita itu tapi dengan entengnya Rovert mengatakan bahwa wanita itu sudah Rovert asingkan ke Luar Negri.


Xabara sungguh tercengang, "benarkah?" tanya Xabara memicingkan matanya curiga.


Rovert menyadari hal itu langsung menuntun Xabara duduk lalu Ia dengan gagahnya duduk dikaki Xabara tanpa peduli banyak wanita yang memekik histeris karna cemburu pada Xabara bisa membuat seorang Rovert Maldev bersimpuh padanya.


"sayang? dengar ya? hatiku hanya untukmu kalaupun terbagi itu hanya pada anak perempuanku didalam sini, apa itu membuatmu marah?"


Rovert mengelus perut Xabara, Xabara tersenyum mendengarnya lalu merapikan berlian yang terpasang di jas Rovert, "baiklah untuk anakku tentu saja aku tidak akan keberatan."


"Nonaaa??" Aya tiba-tiba muncul dengan tak tau malunya mendorong Rovert sehingga terduduk tak elit di karpet yang biasa diinjak-injak saja bukan untuk jadi tempat duduk, segera Rovert dibantu Barrest berdiri.


para wanita yang cemburu dengan Xabara seketika melotot syok pada sosok Perempuan cantik dan seksi yang begitu berani memperlakukan seorang Rovert seperti itu.


"Tuan tidak apa?" tanya Barrest berbisik.


"tidak apa!" jawab Rovert yang tidak tersinggung sama sekali.


Rovert dan Barrest melihat Aya yang dengan manjanya memeluk Xabara, Xabara tampak tertawa memperlihatkan giginya mendengar curahan hati Aya yang berbisik padanya tentang masalah calon mertuanya yang sungguh buat Aya stres.


"memangnya kamu sanggup membuat calon mertuamu terluka hmm?" pertanyaan singkat Xabara berhasil membuat Aya mati kutu untuk menjawabya.


Aya melepaskan pelukannya sambil nyengir garuk-garuk kepala lalu menanyakan keadaan Xabara juga setelah masalah dendam Xabara terpenuhi, Aya melihat berita kematian Bagos di Mansionnya yang hangus tiada bersisa.


Xabara tersenyum, "aku senang semuanya sudah selesai."


Barrest mengedarkan pandangannya lalu mendengar bisik-bisik beberapa Orang yang penasaran siapa Aya bisa begitu tidak sopan pada Rovert, Barrest menjawab dengan lantang bahwa Aya adalah adik kesayangan Xabara sedangkan Rovert tidak peduli malah mencari tempat duduk memberi waktu Xabara dengan perempuan bar-bar itu yang pasti rindu berat dengan Xabara. sementara semua yang mendengarnya kaget, pantas saja Aya begitu berani memperlakukan Rovert seperti itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2