
.
.
.
Xabara mendengus sebal lalu memilih masuk ke kamar mandi, Rovert menegakkan badannya lalu mengulum senyum tampannya.
di dalam bath up Kamar Mandi.
"kenapa ada lelaki yang menyebalkan di dunia ini? apa dia tidak menyukaiku seperti lelaki diluar sana? hah?? heloooo?? aku Xabara!! tidak ada yang tidak terpikat akan kecantikanku." oceh Xabara yang merasa kesal dengan Rovert.
"aku bahkan diatur-atur seperti gadis lemah." semprot Xabara lagi.
Xabara terus saja menggerutu dengan raut wajah memberengut khasnya, Xabara seperti ini sudah bisa dikatakan sebagai seorang perempuan yang sesungguhnya padahal Xabara bukan tipe Gadis yang suka banyak bicara apalagi mengomel, sungguh itu sama sekali bukan Style seorang XeniaXabara.
Xabara seketika memegang bibirnya, "huh!? bahkan dia melec*hkan bibirku hanya karna tidak mau aku berisik, sebenarnya apa yang ada dipikirannya?"
Xabara tak henti-henti mendumel hingga tiba-tiba Rovert masuk hal itu membuat Xabara terpekik menutupi bahunya.
"Xabara mereka datang!?" bisik Rovert serius.
Xabara terbelalak, "secepat itu?"
"mereka menggeleda semua kamar dan sudah tiba dilantai kita, kenapa mandimu lama sekali?" bisik Rovert kini tiba di hadapan Xabara seperti tidak tertarik sama sekali pada Xabara padahal jantungnya nyaris copot saat ini.
"mereka bergerak sangat cepat." ketus Xabara begitu dingin.
Rovert dan Xabara menoleh mendengar suara decitan kunci, seperti ada yang memasuki Kamar mereka.
"berteriaklah seperti kita melakukan hubungan suami-istri !? cepat!!" desak Rovert.
Xabara sontak membulatkan matanya, "aku tidak bisa !?"
"Xabara kita tidak punya waktu, cepatlah!!" desak Rovert menatap Xabara dengan serius.
"kenapa harus seperti itu?" geram Xabara.
"hanya itu cara menyelamatkan kita, lagian tidak ada bukti di Kamar kita tapi jika kita tidak keluar nanti dipikir bersembunyi dan mereka semakin mencurigai kita." jelas Rovert.
"ahah." Rovert.
Xabara memejamkan matanya, terpaksa Ia berteriak dan mendes*h memilukan bersama Rovert padahal tidak melakukan apa-apa.
Rovert melihat Xabara yang memerah dengan mata terpejam membuatnya gemas, "kamu sangat seksi sayang." batin Rovert.
__ADS_1
mereka terus saja berakting seperti itu lalu tersentak mendengar suara langkah kaki semakin mendekati ke arah Kamar-Mandi.
"maaf Xabara !?" bisik Rovert segera bangkit dan memasuki Bath Up kamar mandi lalu mendekatkan bibirnya di leher Xabara yang membelalak sempurna.
ceklek!!
"mereka masuk." bisik Rovert.
Xabara pun terpaksa memejamkan matanya sambil menggigit bahu Rovert sebagai wujud protesnya, situasi int*m itu tentu dilihat begitu sempurna dan membuat mereka yang mengintip pergi, rekan yang lain memeriksa Laci serta tas yang tidak ada apa-apa tentu tak lupa mereka menatanya menjadi rapi seperti tidak disentuh sama sekali.
ceklek!!
pintu tertutup sangat pelan tapi pendengar keduanya sangat tajam, Rovert dan Xabara selamat lalu Rovert segera bangkit dari Bath-Up.
"Xabara kau membuatku teg*ng!" kesal Rovert.
Xabara membelalak tak terima sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, "Rovert aku akan membunuhmu dengan sebelah tanganku."
Rovert menjitak kening Xabara.
"aahhh!!." pekik Xabara mengelus keningnya.
"berani kau melukaiku?" bentak Xabara.
"aku ingin menyadarkan otak mesummu itu.! apa yang kau fikirkan ha? aku teg*ng memangnya karna apa?" kata Rovert dengan wajah datar.
"bekerja denganmu sungguh menegangkan, sudah jelas berbahaya masih bisa lama-lama di makam Kakekmu itu seperti tidak pernah datang kesini saja seumur hidupmu." jelas Rovert lagi.
Xabara seketika terdiam, "saat dia dimakamkan aku tidak bisa datang hanya bisa melihat dari jauh."
Rovert tersentak, "benarkah? jadi kau baru pertama kalinya menginjakkan kaki dimakam Kakekmu?"
Xabara mengangguk sambil membuang muka, Rovert pun merasa bersalah karna perkataannya menyinggung perasaan Xabara.
"kalau begitu kita harus bekerja sama menghabisi atasan mereka supaya kamu aman kesini kapanpun kamu mau." Rovert mengelus kepala Xabara yang basah.
Xabara menoleh ke Rovert dan Ia bisa melihat senyum tulus Rovert padanya, Xabara tidak mengerti watak Rovert yang terkadang menyebalkan tapi terkadang bisa menjadi teman yang baik baginya.
"kau mau membantuku menghabisi kepalanya?" tanya Xabara.
"menangkap kepala penguasa mereka tidak bisa cepat seperti caramu main bun*h saja tapi kita bisa menangkapnya dengan kekuasaan yang semakin besar melebihi dia lalu kita bisa menghabisinya." jelas Rovert.
Xabara tampak berpikir, "kekuasaan?"
"hmmm? aku akan meluncurkan sebuah produk dengan Tuan Obel, jika melejit pesat dipasar Internasional kita berdua akan diundang ke Acara besar di Amerika, semua penguasa pasti datang ke acara itu." Rovert.
__ADS_1
Xabara menatap Rovert dengan kesal, "bisakah kau keluar sekarang? aku sedang mandi sampai kapan kau ada dihadapanku?"
Rovert terkekeh, "pejamkan matamu !" titah Rovert.
"untuk apa lagi?" bentak Xabara melindungi asetnya.
Rovert hendak menjitak Kening Xabara tapi diurungkan melihat Xabara melototinya dengan galak.
"terserahmu saja !?" Ujar Rovert melepaskan bajunya dan celananya yang basah serta dal*l*mnya.
"aaahhh??" Xabara memekik menutupi matanya.
"aku mau mandi !" seru Rovert berjalan menuju Shower dan dengan santainya mandi disana tanpa peduli Xabara yang menggerutu serta memaki Rovert yang tak tau malu.
Xabara juga tidak bisa bangkit karna Ia tidak berpakaian tapi juga kesal sebab Rovert sengaja mandi berlama-lama.
.
.
Xabara menatap tajam Rovert yang tidur di Sofa, "dasar tidak tau malu!!? kau menodai mataku Rovert !?" umpat Xabara.
"Xabara aku mendengarmu!" balas Rovert dengan mata terpejam.
"apa kau sudah kehilangan akal sehatmu? kenapa kau bisa mandi didepanku tanpa memakai apapun?." geram Xabara.
"lalu aku langsung keluar saat tubuhku sudah basah karna sabunmu? heiii !! aku tidak mau mati kedinginan dimalam hari sambil merangkak memelukmu." acuh Rovert.
Xabara membelalak lalu melangkah mendekati Rovert dan memukul kepala Rovert dengan penuh dendam, Rovert menarik tangan Xabara dan seketika Xabara terhuyung menimpa tubuh Rovert.
"Xabara apa yang kau takutkan hmm? kita suami-istri, sekalipun melakukan hubungan itu juga tidak akan bermasalah tapi kita hanya mandi saja apa itu salah? cobalah kau laporkan aku ke Polisi apakah aku ditangkap mandi telan**ng didepan Istriku." kata Rovert menyeringai.
"Rovert hubungan kita hanya Kontrak!" tegas Xabara.
"walaupun kontrak tapi pernikahan kita diatas kertas itu sakral, hukum tidak akan bisa memenjarakanku karna aku mandi depan Istri Kontrakku yang sah dimata hukum." jawab Rovert.
Xabara memukul Rovert lagi dan terus saja memukul lalu Rovert memeluk Xabara dengan erat.
"tidurlah Xabara !? aku tau moodmu sedang baik karna sudah bisa mengunjungi makam Kakekmu." bisik Rovert.
Xabara terus memukul Rovert dengan kuat tapi lama-kelamaan Xabara juga tertidur dan pukulannya melunak sampai tangannya tak lagi bergerak, Rovert menyadari Xabara sudah tertidur lalu semakin mengeratkan pelukannya.
sebenarnya harga diri Xabara sangat tinggi yang tidak pernah dilindungi oleh siapapun, bibirnya bilang benci tapi sebenarnya hati Xabara menghangat ada seseorang yang melindunginya sungguh mengingatkan Xabara pada sosok Kakek Angkatnya.
.
__ADS_1
.
.