
.
.
.
Xabara melihat penampilannya, "bagaimana Aya? apa aku sangat menakjubkan?." tanya Xabara yang sedikit narsis.
Aya tersenyum lebar, "sangat mengagumkan! tapi warna emas ini apa Nona? logam?."
Xabara menepis tangan Aya, "apa kau tidak lihat ini Emas asli?."
Aya memperhatikan lebih teliti dan membekap mulutnya syok, "Nona ini?"
"tentu saja..! aku mengenakan Brand Berlian dari Desaigner Taylor, aku harus membuat semua orang memandangku malam ini." kata Xabara sambil mengibaskan tangannya.
Aya sampai kehilangan kata-kata, "apa tidak berbahaya Nona?."
"tidak..! lagian tidak ada yang statusku sebenarnya kecuali yang tau wajahku saja beberapa Pria yang tergila-gila padaku." kata Xabara dengan santai.
"anda bisa membuat Pria mimisan Nona." gerutu Aya.
Xabara tersenyum manis, "aku akan memikat Randy dengan pesonaku yang sebenarnya, aku yakin dia akan semakin gila jika suatu saat dia tau kalau aku adalah Xabara si dekil yang selama ini dia campakkan."
"jangan memberi tau kebenaran itu padanya Nona tapi Nona cukup membuatnya tergila-gila lalu buang dia seperti sampah setelah itu semuanya biar menjadi urusan saya." kata Aya.
Xabara menoleh ke Ponselnya yang bergetar, "dia sudah datang."
Aya diam mendengarkan Xabara yang telfonan dengan Rovert, sebenarnya Aya merasa kalau Rovert Pria yang bodoh tapi kalau dipikir-pikir hanya kedudukan Rovert yang paling pantas bersama Nonanya. tidak ada Pria yang sempurna seperti bayangan Xabara kecuali Pria seperti Rovert yang memiliki segalanya tapi tidak sejenius Xabara.
.
Xabara keluar dari Lift, beberapa orang yang juga tinggal di Apartemen itu begitu terpana dengan Xabara bahkan mereka bertanya-tanya Artis top dari mana itu.
Rovert menunggu didepan Mobilnya sambil melihat jam tangan, "katanya tunggu disini tapi kemana dia tidak juga muncul."
Rovert melihat kebawah sambil memainkan ponselnya mencari nomor Xabara untuk di hubungi hingga tiba-tiba Ia mendengar bisik-bisik para penjaga Apartemen tak jauh darinya.
Rovert menoleh dan terperangah melihat sosok dewi yang tengah mengangkat gaunnya berjalan anggun kearahnya, tidak ada senyuman sama sekali tapi parasnya berhasil menghipnotis Pria manapun.
__ADS_1
"Gila..! dia cantik banget." batin Rovert entah memuji atau mengutuk Xabara.
Xabara tiba di hadapan Rovert tapi tidak sengaja heelsnya menginjak batu kecil hingga Ia oleng.
"Ehh?" Xabara merasa dirinya akan terjatuh karna kakinya tidak kuat menahan beban tubuhnya ditambah gaunnya sangat berat padahal bukan gaun pengantin.
"ahhh?" Xabara benar-benar sudah pasrah akan tersungkur jika Rovert tidak menangkapnya.
Hap..!
Rovert merangkul pinggang Xabara yang langsung membuka matanya dan melihat Rovert yang begitu dekat dengannya.
"apa kau memilih gaun seribet ini?." tanya Rovert dengan datar.
Xabara mencoba untuk berdiri, "bisakah kau menghargaiku sedikit saja? aku mengenakan gaun seperti ini supaya kau tidak malu kalau aku pakai celana olahraga kesana."
Rovert menggeleng kepalanya pelan tapi hatinya tertawa melihat raut wajah kesal Xabara, terkadang tidak semua perempuan cantik hobby berdandan dan haus akan kepopuleran.
Xabara berdiri lalu membenarkan gaunnya sambil menoleh dan menatap sengit batu yang membuatnya tersungkur.
"apa yang kau lihat?" ejek Rovert.
Xabara memaki batu tadi malah membuat Rovert berdecak karna Xabara menyalahkan batu yang tidak bersalah, hati Rovert tertawa keras akan tingkah imut Xabara yang tidak mau disalahkan sehingga menyalahkan batu untuk menyelamatkan harga dirinya.
.
Desaigner Key membantu gaun yang melekat di tubuh Ariel Terre, Ia memang tidak bisa menjadi Desaigner terkenal seperti Taylor tapi Brand miliknya juga tidak buruk walau hanya terkenal di dalam negeri saja, Brand Taylor terlalu mahal sehingga bukan orang sembarangan yang bisa membeli di Toko itu bahkan Modelnya saja dari luar negeri dan tidak pernah menggunakan Model Indonesia.
"kenapa aku merasa gaun ini sangat longgar? apa kau sengaja membuatku terlihat gemuk?." tanya Ariel berbisik kesal ke Madam Key.
"aku rasa kau menjadi makin kurus dan langsing saja Ariel, makanya jadi kebesaran begini." jawab Madam Key malah membuat Ariel yang kesal berubah menjadi senang karna dibilang semakin langsing saja.
setelah membereskan Ariel Terre tentu saja Key berjalan ke arah Taylor untuk bertanya siapa model Taylor, Key ingin mengatakan pada Taylor segera menurunkan harga Gaun-gaunnya supaya tidak jatuh bangkrut.
"Ehh?"
Key tidak bisa mendekati Taylor yang sibuk berbicara dengan Model dari Luar Negri datang ke acara malam itu.
"kenapa Taylor kesini coba? apa dia sengaja bersaing denganku? lagian siapa yang sanggup membeli Gaun di Tokonya." gerutu Key memilih kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
Randy dan kedua Orangtuanya telah tiba di Acara pesta itu, mereka terlihat sangat bahagia tapi Randy memperingati kedua Orangtua noraknya itu untuk tidak mempermalukannya apalagi diacara semewah ini.
tamu-tamu istimewa terus berdatangan tapi Tuan Besar dalam acara itu belum juga datang, hingga mereka semua seketika menoleh saat pintu dibuka ternyata Barrest yang digadang-gadangkan kekasih Rovert (G*y) karna selalu bersama Rovert.
Barrest terlihat tidak peduli dan terus saja berjalan menuju kursinya dan mereka yang ada di acara bertanya-tanya mengapa Barrest seorang diri? kemana Rovert? bukankah mereka sehati? bukankah mereka sepasang kekasih? hubungan mereka sangat dekat hingga menimbulkan berbagai berita yang tidak-tidak.
Taylor mengangkat panggilan dari Ratu yang bertanya apakah Putra dan calon menantunya telah tiba.
"belum Ratu." jawab Taylor yang kalau berdua dengan Ratu memang akrab sebagai teman.
"aku akan menghubungimu lagi setelah menghubungi mereka, aku ingin kau memotret mereka dan kirim fotonya padaku." oceh Ratu.
"baik Nyonya." Taylor meledek lalu mereka tertawa sampai Ratu mematikan panggilannya.
Taylor menggeleng kepalanya, Ia tau bagaimana kesalnya Ratu yang tidak memiliki calon menantu bahkan Rovert enggan bersama dengan setiap wanita yang didekatkan padanya, ada saja masalahnya. Rovert bisa membuat semua wanita yang datang padanya tidak berani menuntut lebih dekat lagi dengan Rovert, entah apa yang Rovert lakukan pada mereka semua.
tak berselang lama Taylor mendapat kiriman pesan dari Ratu bahwa Xabara dan Rovert sudah tiba di pekarangan Pesta, Taylor tentu melakukan perannya sebagai sahabat Ratu.
Taylor membuka pintu dan semua orang melihat ke arah Taylor, wanita berumur 40 tahunan itu berjalan tenang dan berdiri didepan pintu tepat ditengah-tengah red carpet sambil mengeluarkan Ponselnya.
Rovert dan Xabara akhirnya terlihat juga lalu tanpa basa-basi Taylor memotret keduanya seperti seorang Fotografer handal.
"Bibi? apa ini bagian dari Perintah Mom?" tanya Rovert dengan datar.
Xabara melihat interaksi Rovert dan Taylor pun mengerti sesuatu, Ia melepaskan rangkulannya dari lengan Rovert sehingga Rovert bisa memeluk Taylor layaknya Ibunya sendiri.
"kapan Bibi datangnya?." tanya Rovert.
"nanti kita perbincangkan ya? kau tau Rovert, calon Istrimu cantik sekali." Taylor memuji Xabara sambil meletakkan telapak tangannya di dagu lancip Xabara yang tersenyum saja.
Taylor membenahi gaun Xabara lalu memberi jalan keduanya untuk pergi, pemandangan itu benar-benar sangat menggemparkan situasi. Rovert membawa seorang Gadis cantik? sangat cantik bahkan mengalahkan ratu kecantikan malam ini yaitu Ariel Terre.
DEG!!
Key melototkan matanya melihat sosok Xabara yang tadi pagi datang ke Tokonya menginginkan Gaun yang dikenakan oleh Ariel Terre sekarang. namun, yang tidak disangka Key sebenarnya gadis itu adalah kekasih Rovert Maldev.
"d.. dia?" Key seketika memucat karna telah melakukan kesalahan yang sangat fatal membuang tambang emas yang datang padanya demi sebatang emas biasa.
.
__ADS_1
.
.