
.
.
.
di sudut Ruangan ada seorang Pria yang memandang Aya begitu cantik saat tertawa bersama Xabara, dialah Aldo yang memang jatuh hati pada Aya adalah sosok gadis yang telah menyelamatkan hidupnya 5 tahun yang lalu.
"Aya umurmu 25 tahun dan akan memasuki 26 tahun, kamu menyelamatkanku 5 tahun lalu masih berumur 20 tahun? hebat sekali ilmu beladirimu." gumam Aldo yang sudah sangat yakin bahwa Aya adalah sosok ninja yang menyelamatkannya walau tidak ada bukti hanya mengandalkan Instingnya saja.
jika Aldo terus memandang Aya maka Pria lain memandang Xabara, walaupun para lelaki tau Xabara yang paling cantik tapi tidak ada yang mencela Aya jelek sebab Aya juga cantik hanya saja nilainya 1 tingkat dibawah Xabara. namun, dimata Aldo hanya Aya yang tercantik.
Zein mendatangi Aldo tentu Ia tau kalau Aldo memandang salah satu dari perempuan cantik diacara malam ini.
"Kau menyukai Nona Xabara?" sambar Zein.
"bukan." jawab Aldo.
Zein terkejut, "lalu kau menyukai Nona yang dibilang adiknya Nona Xabara itu?"
"kenapa bertanya kalau sudah tau?" Aldo menoleh ke Zein dengan datar.
"ta-tapi kenapa? bukankah Nona Xabara jauh lebih cantik?" tanya Zein heran.
awalnya Zein ingin bekerja sama dengan Aldo untuk membuat Rovert dan Xabara terpecah karna kesalahpahaman tapi Aldo malah tertarik pada Aya.
"Apa menurutmu Aya tidak cantik?" tanya Aldo.
"buk-bukan tidak cantik tapi kan ada yang jauh lebih cantik." balas Zein sembari memandang ke Xabara.
Aldo mendengus, "aku sudah lama mencarinya."
"hah?? siapa? dia? kok bisa?" cecar Zein tidak percaya.
Aldo tidak pernah cerita tentang masalalunya dan jujur saja mereka tidak sedekat itu hingga Aldo harus membagi kisahnya pada Zein.
"Aldo?" sapa seorang wanita seksi yang ternyata mantan Istri Aldo (Lisa) yang menipu Aldo sampai menikahinya.
"aku pergi !?" Zein segera pergi dari mantan suami-istri itu walau tidak tau apa masalahnya tapi Ia merasa harus memberi waktu pada pasangan itu untuk bersama.
__ADS_1
Aldo hanya melirik Lisa sesekali, "mau apa lagi? apa kompensasi yang ku berikan kurang?"
"Aldo apa segini saja perasaanmu padaku? kita sudah pernah menikah dan kamu memperlakukanku begitu lembut tapi kenapa hanya karna kebohongan kecil kamu jadi begini?" tanya Lisa dengan mata berkaca-kaca.
"ciiuuhh...!? kau hanya penipu kenapa aku harus hidup dengan penipu?" sinis Aldo.
"tapi aku juga perempuan yang punya perasaan, aku mencintaimu apa semua yang aku lakukan salah? aku hanya ingin hidup denganmu saja." Lisa.
"berhenti menggangguku..!?? aku sudah menemukan gadis itu." geram Aldo ke Lisa yang tidak tau malu.
Lisa membohonginya selama ini tapi ketika sudah ketahuan malah menyebut semua itu hanya kebohongan kecil, sungguh wanita yang tidak tau malu.
Lisa tertegun mendengarnya, "benarkah? siapa dia?"
Aldo tidak menjawab Lisa.
setiap Orang punya masalahnya sendiri, Zein berada didekat Xabara tapi belum sampai ke Xabara sudah di hadang oleh rekan-rekan bisnisnya yang mengajak minum bersama.
Rovert melihat itu memijit pelipisnya dengan tenang, sungguh Zein sepertinya tidak bisa tertolong lagi dan menurutnya tidak ada salahnya Rovert menghabisinya begitulah pemikiran Rovert saat ini.
Xabara terus bercengkrama dengan Aya sambil melangkah menuju minuman, Rovert hanya mengawasi Xabara dari jauh seperti seekor Elang yang menjaga mangsanya tetap aman jangan sampai di makan Elang lain.
"Nona?" tegur Aya.
Xabara menoleh ke Aya, "Aya bisakah kau memanggilku Xabara saja? aku benar-benar sudah muak mendengarnya."
"Ehh?? tap-tapi?" cicit Aya.
"Aya selama ini aku menganggapmu benar-benar saudaraku tapi jujur aku sangat terganggu karna panggilanmu, aku bukan Nonamu aku juga kakak-mu walaupun kita hanya selisih beberapa bulan tapi aku tidak senang mendengarnya, cukup lama aku bersabar mendengarnya."
Aya tersentak mendengar celotehan Xabara yang panjang tanpa jeda itu, Ia tidak menyangka selama ini Xabara memang tidak nyaman dipanggil Nona olehnya.
"kalau kamu masih memanggilku Nona lagi maka aku akan membuat anak-anakku memanggilmu Nyonya..! kau tau aku tipe Orang yang akan menepati janji kan?" ancam Xabara.
Aya membelalak sambil menggeleng-geleng kepalanya cepat, "Non..? Ehh?? Xabara."
Aya panik sendiri melihat mata Xabara kian melotot jadi dengan cepat menyelamatkan diri lalu Xabara meminta Aya melatih lidahnya sendiri sebab Xabara memang tidak main-main dengan perkataannya.
"baik Non? Ehh?? maksudnya I--iya Xa-Xabara." lidah Aya yang masih keseleo menyebut panggilan Xabara, memang lidahnya sudah terbiasa memanggil Nona tapi Ia tidak mau anak-anak Xabara nanti memanggilnya Nyonya.
__ADS_1
Xabara kembali mengedarkan dan melihat Zein menyambut Dr. Shen dan Clara. jujur saja bibir Xabara berkedut tipis melihat Clara yang tampak sangat kurus tapi masih menjaga senyum di bibirnya.
"Non? Ehh? Xabara, apa yang kamu Lih..? Hmm?" Aya melihat arah tatapan Xabara.
walaupun banyak Orang ditatap Xabara tapi hanya dalam sekali sorotan saja Aya pasti bisa menemukan apa yang Xabara lihat walau 1 dari 1000 manusia, mereka memiliki ikatan yang sangat kuat melebihi saudara maka nya hubungan mereka berdua sangatlah erat.
"ada apa dengan Clara No? eh Xabara?" tanya Aya.
"Aya aku ingin tau apa dia masih Clara yang angkuh dan sombong, apa kamu tidak lihat dia semakin kurus?" kekeh Xabara.
Aya pun mengangguk setuju, "sebenarnya acara apa yang dibuat oleh Zein ya? kenapa dia mengundang banyak pembisnis? aku kira dia sedang dalam masa krisis keuangan."
"oh ya? aku kira Rovert mempersulitnya sedikit saja." jawab Xabara.
Aya mencerna Kata-kata Xabara, "apa Tuan Rovert yang melakukannya No? eh Xabara?"
Xabara menoleh ke Aya sambil tersenyum tipis yang membuat Aya langsung mengerti, lalu Xabara tidak sengaja melihat Aldo bersama wanita tapi anehnya mata Aldo memandang ke Aya saja.
"Aya sebenarnya kenapa pemilik Apartemen baru di ujung lantai kita memandangmu?" tanya Xabara membalik tubuhnya ke Aya.
Aya melihat ke arah Aldo yang tampak terkejut ditatap Aya tapi sorot matanya jelas memancarkan binar kekaguman padanya namun Aya mengabaikan itu malah kembali memandang ke Xabara lagi.
"Non-ehh? Xabara sepertinya di-dia mengingat saya No ehh? Xabara." ujar Aya dengan canggung memanggil Xabara itu dengan sebutan nama.
Xabara tidak mempermasalahkannya sebab Ia jadi yakin kalau Aya tidak mau anak-anaknya memanggil Nyonya sehingga mau belajar merubah panggilannya itu.
"mengingatmu? jadi kamu ketahuan olehnya." tebak Xabara.
Aya menundukkan kepalanya meminta maaf pada Xabara lalu dengan lembut Xabara memegang pipi Aya.
"tidak apa Aya..? aku rasa dia tidak membahayakanmu tapi aku harap kamu harus bisa mengatasinya, kalau dengan penampilan tertutupmu dia bisa mengenalimu itu artinya dia bukan Pria bodoh yang bisa kamu bodohi."
Aya mengangguk pelan, "tapi dia sangat menjengkelkan No? Xabara."
Xabara berdecak lalu meminta Aya menjadikan Barrest tamengnya sama seperti apa yang Xabara lakukan jika didekati oleh Lelaki, Xabara meminta Aya untuk jangan gegabah nanti wanita tua itu bisa mencium identitas Xabara, walaupun Aya petarung tapi ilmu Aya itu turun dari Xabara gerakan Aya memang tidak anggun terkesan berat tapi Orang seperti musuh lama Xabara itu akan tau Aya adalah Orangnya.
.
.
__ADS_1
.