Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
kok bisa lupa?


__ADS_3

.


.


.


Xabara melihat sekeliling ternyata banyak wanita yang menatap suaminya, "dia juga terkenal." gerutu Xabara.


Xabara tidak peduli tatapan lelaki padanya tapi malah terganggu tatapan wanita pada Suaminya, disaat Xabara hendak melangkahkan kaki menuju Rovert ada saja gangguan.


Xabara disenggol oleh lelaki sehingga gaunnya terkena jus.


"maaf Nona?" ucap lelaki itu dengan nada khawatir.


Xabara tidak pernah serecoboh ini hanya karna rasa cemburu yang merusak akal kejeniusannya.


"jangan sentuh aku!" titah Xabara.


Lelaki itu pun tidak berani menyentuh Xabara padahal tadi Ia sengaja tanpa diduga reaksi Xabara begitu tidak suka padanya.


"kenapa aku bisa seperti ini?" gumam Xabara begitu geram.


"sayang?"


Xabara mendongak dan akhirnya bisa melihat Rovert yang datang sendiri padanya sebelum Xabara mendatangi Rovert.


"kenapa kau menyiramnya jus?" tanya Rovert dengan dingin ke Pria yang sengaja mencari cara lebih dekat dengan Xabara itu.


"aku tidak sengaja Rovert." balas Zein.


Rovert melepas jasnya lalu memasangnya di tubuh Xabara yang tidak marah disentuh oleh Rovert.


"kau fikir aku tidak tau dengan niatmu itu? berhenti mengusikku jika kau masih ingin selamat." ancam Rovert dengan tajam ke Zein.


Zein ternyata salah satu rekan Perusahaan Rovert yang mendapatkan wanita gil*ran bermalam dengan wanita manapun yang dekat dengan Rovert, tapi semenjak Rovert bersama Xabara semua terputus dengan tunjangan yang Rovert berikan terpaksa Zein menerima keputusan itu sebab Ia butuh modal untuk memperluas Bisnisnya yang bergerak di bidang Perabotan.

__ADS_1


"kamu tidak apa sayang?" tanya Rovert menatap lekat Xabara.


"aku kedinginan." mulut Xabara yang tidak sesuai dengan hatinya itu.


Xabara hanya ingin membawa Rovert pergi dari acara ini sehingga tidak ditatap banyak wanita yang membuat Xabara merasa kesal karna bawaan bayinya.


"aku mengerti!!? Ayo kita pergi !" ajak Rovert membawa Xabara pergi sambil mendekap Xabara.


Zein hanya memandang kepergian mereka berdua, "dia memang wanita yang mahal tapi kenapa Elang dan yang lainnya meninggal bersamaan ya? aku tidak mengerti bagaimana mereka bisa bertemu dengan Orang Higanbana?" gumam Zein mengingat kematian rekan-rekannya.


kematian yang diakibatkan oleh Higanbana sudah jelas menakutkan tapi setau Zein mereka berempat mencari Rovert memaksa menyerahkan wanita yang baru ditemui beberapa hari untuk bermalam dengan mereka, awal sebelum bertemu dengan Xabara semua baik-baik saja tapi Rovert yang tergila-gila pada Xabara malah memutus hubungan kerja sama hanya karna Xabara, tapi ke empat rekannya itu malah mati di habisi oleh Mafia Higanbana sebab ada setangkai Bunga Higanbana di jasad mereka semua.


Zein tidak tau kalau yang menghabisi rekannya itu adalah Xabara, jika Ia tau mungkin Zein akan langsung pindah kewarga-negaraan karena takut dan tidak mau mati.


Xabara di pelukan Rovert menoleh ke belakang ternyata para wanita yang menatap memuja ke Rovert tengah kebakaran hatinya Rovert memeluk Xabara dengan mesra.


"betapa puasnya hatiku." batin Xabara tersenyum tipis.


Rovert tidak tau rencana Xabara yang disengaja jika Ia tau Xabara sedang cemburu pasti Rovert sudah langsung jingkrak-jingkrak karna kegirangan.


"kalian mau kemana?" tanya Ratu.


"Xabara disiram jus Mom! dia dingin aku akan temani dia ganti pakaian." jawab Rovert.


"sial*n siapa yang berani menyiram jus ke Menantuku?" umpat Ratu.


Xabara melepaskan diri dari Rovert mendekati Ratu sambil mencium aroma cabai dalam pasta yang Ratu buatkan untuknya.


Ratu, Taylor dan Lienda tertawa melihat itu sejenak mereka melupakan perasaan kesal karna masalah Xabara.


Rovert menarik Xabara kembali membawa Istrinya ke sebuah kamar beberapa kali Xabara menoleh kebelakang tampak tidak sabar menerkam pasta pedas buatan Ratu yang mengikutinya.


.


Ratu dan kedua sahabatnya keluar dari Kamar Rovert bersama Xabara, mereka bertiga berniat akan membalas dendam sekaligus melanjutkan acara yang tidak dihadiri oleh Xabara dan Rovert. memang benar kata Orang kalangan bawah kalau Orang penting itu waktunya sangat mahal maksudnya sulit di temui, jadi ketika melihat Orang penting di suatu acara walau hanya sebentar itu artinya acara itu dianggap sudah berharga dan sangat penting.

__ADS_1


.


di Kamar Rovert memandang Xabara yang makan begitu lahap.


"apa kamu belum makan apapun sayang? apa pasta itu bisa habis olehmu?" tanya Rovert.


"aku tidak tau kenapa aku suka pilih-pilih makanan mungkin bawaan anak ini tapi jika aku mau sesuatu pasti Mom langsung buatkan dan kamu juga belikan." jawab Xabara santai.


Rovert tersenyum lalu melihat ke Perut Xabara, "aku tidak sabar menunggunya lahir di dunia ini."


Xabara melihat ke Rovert sejenak lalu kembali menyeruput Pastanya, "masih ada waktu kurang lebih 7 bulan lagi." jawab Xabara dengan mulut penuhnya.


.


ke esokan harinya berita tentang kegilaan Ray menyebar kemana-mana ditambah lagi Ray punya status Keluarga yang terbilang cukup berada, Irene tidak ingat kejadian yang menimpanya malam acara pesta itu. Lios di nyatakan hilang dan dalam pencarian para bawahannya, salah satunya adalah Ralista yang ternyata Orang baru bagian dari Lios.


Irene mengunjungi Mansion Ratu lalu berbincang dengan Xabara.


"aku merasa heran Xabara kenapa aku tidak ingat kejadian tadi malam? aku hanya ingat kalau aku terakhir bersamamu." ujar Irene sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Xabara tertawa pelan, "aku tidak tau apa yang ingin kau ingat tapi aku rasa itu untuk kebaikanmu sendiri."


Irene mengangguk membenarkan, "aku sampai pergi ke Dokter tapi tidak ada cedera apapun dikepalaku padahal aku yakin telah melupakan hal penting, huuhh!! kalau memang demi kebaikanku ya sudahlah hanya saja aku tidak tau kenapa Ray jadi gila, dia Pria Gila ketika beneran jadi Gila aku benar-benar takut apalagi dia mencekik siapa saja yang dilihatnya."


Xabara tersenyum tipis mendengarnya, "jangan pikirkan lagi ya? yang penting sepupumu itu tidak hilang bersama Lios. aku rasa mereka bertengkar di suatu tempat bukankah kau yang bilang dia suka berkelahi?"


"iya..! mereka itu sama-sama Ketua Mafia sering bertengkar tapi aku tidak menyangka mereka akan sampai seperti ini. pokoknya semua sangat misteri dan aku tidak bisa mengerti semua itu." cerocos Irene.


Xabara sangat ahli dibidang pengobatan apalagi masalah racun atau mengotak-ngatik ingatan seseorang, semua Ia dapatkan sebagai ilmu pertama ketika Ia baru memasuki dunia Mafia yaitu umur 5 tahun, Xabara hanya butuh waktu 3 bulan menguasai bidang pengobatan /racun itu saking kuatnya tekat Xabara akan balas dendam karna kematian Keluarganya.


mereka bercengkrama cukup lama sampai Ratu datang mengajak makan siang bersama, Irene bisa melihat Xabara diperlakukan begitu baik oleh Ratu bahkan Irene melihat sisi berbeda Xabara ketika bersama Ratu padahal dunia tau Xabara hanya menantu Ratu tapi tingkah manjanya seperti anak perempuan kandung Ratu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2