Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
tidak mau mengakui


__ADS_3

.


.


.


Xabara tersenyum tipis, "aku baik-baik saja tadi Aya sakit perut."


Aya melebarkan matanya malah dituduh oleh Xabara tapi Ia tidak membantah, tiba-tiba saja Aya memekik ketika Barrest menggendongnya seperti karung beras dan membawanya entah kemana. sementara Rovert dan Xabara saling pandang tanpa memperdulikan pasangan itu.


"sungguh sayang? bukan kamu yang sakit perut?" tanya Rovert merapikan anak rambut Xabara.


Xabara tersenyum lalu merapikan dasi Rovert, "aku tidak sakit perut Rovert cuma Aya tadi yang sakit perut, apa kamu tidak mempercayaiku?"


"baiklah aku percaya." balas Rovert tersenyum lembut lalu mengecup kening Xabara.


Xabara melebarkan senyum manisnya, "apa banyak rekan-rekanmu menanyakan brosh ini?"


Rovert melihat jari telunjuk Xabara melingkari dadanya tepatnya Xabara tengah melingkari Brosh berlian yang terpasang di Jas Rovert.


"iya sayang, me-mereka sangat suka dengan bentuk Brosh ini." jawab Rovert terbata.


Xabara menatap Rovert dengan heran, "kenapa Rovert? ada masalah apa?" tanya Xabara.


Rovert mengerang pelan, "kamu membuatku terangs*ng sayang."


Xabara memukul dada bidang Rovert yang mengaduh karna pukulan Xabara cukup kuat walau tidak membunuhnya.


"dasar mes*m !?" umpat Xabara.


Rovert menci*m bibir Xabara yang awalnya sempat ingin mengelak tapi matanya melihat Clara yang baru saja keluar dari Toilet segera Ia menikmati cium*annya dengan Rovert, ketika Clara melihat pasutri yang sedang dimabuk cinta itu tertegun sejenak.


"jadi mereka memang saling mencintai? lalu kenapa Shen tidak menyerah juga mencintai wanita yang jelas sudah hamil anak Pria lain? dia bahkan keliatan bahagia." batin Clara yang cemburu ingin dicintai oleh Shen seperti Xabara di cintai oleh Rovert.

__ADS_1


Clara segera pergi mengabaikan pasangan itu, Ia bertekat akan menang dari Xabara tentu tidak akan mau kalah dengan bunuh diri.


Clara sudah terlanjur basah ditimpa hujan dinilai wanita jahat jadi sekalian saja Ia kehujanan yaitu dengan dikenal menjadi wanita jal*ng yang jahat, tidak ada gunanya Ia berpura-pura baik karna namanya sudah dicap buruk.


"lihat saja aku akan pamer padanya kalau aku sudah memenangkan hati Shen." batin Clara menghapus air matanya.


Rovert jangan ditanya bagaimana senangnya Ia bercium*n dengan Xabara walaupun wanitanya tidak mengungkapkan Cinta tapi menurut Rovert itu sudah cukup baginya.


Xabara perlahan membuka matanya lalu mendorong pelan tubuh Rovert tapi tampaknya Rovert tidak mau melepaskan Xabara malah bibirnya turun ke leher Xabara dan tangan Rovert memindahkan rambut Xabara ke arah lain supaya Rovert lebih leluasa. kaki Xabara merasa lemas di kecup penuh cinta oleh Rovert, jujur saja Xabara tidak punya kelemahan tapi ketika lehernya di jam*h oleh Rovert Maldev membuatnya tidak bisa berkutik.


Zein yang baru saja hendak mencari Xabara tidak sengaja melihat pemandangan itu, tangannya terkepal kuat sampai kuku-kukunya memutih.


"Rovert jan-jangan disini..!" pinta Xabara memukul pelan bahu Rovert.


Xabara seperti tidak marah diperlakukan seperti itu oleh Rovert sehingga Orang yang melihatnya menilai Xabara memang milik Rovert tanpa mereka sadari kalau diantara Rovert dan Xabara itu Rovertlah Alg*j* Xabara, Rovert menyenangkan Xabara diatas ranj*ng sehingga melupakan masalah dunia.


tidak ada yang tau demi memiliki Xabara itu seorang Rovert Maldev rela menjatuhkan harga dirinya serendah-rendahnya didepan Xabara sehingga disebut Alg*j*nya Xabara.


"kenapa sayang?" tanya Rovert tersenyum lembut menangkup pipi Xabara yang merona.


"Ro-Rovert ka-kamu harus bertanggung jawab." pinta Xabara tergagap meremas bahu Rovert.


"iya sayang." balas Rovert sumringah menggendong Xabara dengan mesra.


Xabara melingkarkan tangannya di leher Rovert dan matanya tidak sengaja melihat Zein yang di abaikan saja oleh Rovert sementara Xabara juga tidak peduli yang penting Rovert harus membawanya menjauh dari tempat itu.


Zein memejamkan matanya melihat Rovert seperti memberitaunya kalau Xabara itu milik Rovert Maldev seorang dan memperingati dirinya untuk tidak mencoba lagi merebut Xabara darinya terlebih lagi Ia tau dari sebagian rekan kerjanya Xabara sedang hamil calon penerus tahta X Company Group.


Rovert dan Xabara pergi dari acara itu sama seperti Barrest bersama Aya sudah menghilang entah kemana, Irene yang baru saja tiba memenuhi undangan Zein itu tidak menemukan Xabara hanya sebentar saja di acara itu tidak ingin berlama-lama.


sementara Rovert dan Xabara mampir di Hotel untuk melampiaskan hasr*t Xabara yang terpancing, Rovert semakin mencintai Istrinya itu dan ingin Xabara terus hamil supaya Ia bahagia selalu, karna Rovert yang otak mes*m sesungguhnya sedangkan Xabara karna efek kandungannya.


pagi-pagi,

__ADS_1


"sayang?" Rovert mengelus-ngelus lembut pipi Xabara.


Xabara sangat seksi dengan rambut berantakannya itu, cantik sekali Istrinya sehingga Rovert merasa bangga karna Ia adalah Pria yang paling beruntung sedunia.


Xabara menggeliat pelan di lengan Rovert yang menjadi bantalnya ketika terlelap, perlahan matanya terbuka dan melihat Rovert yang tengah tersenyum begitu tampan padanya.


Xabara mengucek kedua matanya, "apa udah kabarin Mom?" tanya Xabara.


"tentu saja sayang, Mom sampai tidak percaya kalau kamu baik-baik saja sayang, Mom terus saja mengomel dan mengancamku jika calon cucunya kenapa-napa tadi katanya dia akan membawa mu langsung ke Rumah Sakit." Rovert merapikan rambut Xabara dan menggulungnya dengan jari telunjuknya senang sekali Ia memainkan rambut indah Istrinya.


Xabara memegang lehernya, "kamu tidak membuat tubuhku membekas kan?" tanya Xabara dengan mata memicing curiga.


"tidak." jawab Rovert sumringah.


Xabara menepis tangan Rovert yang memainkan rambutnya, Rovert tidak marah malah terkekeh lalu dengan santainya Xabara meminta Rovert mencarikannya baju ganti sebab Ia tidak mau memakai gaun yang resletingnya telah dirusak oleh Rovert akibat terlalu macet membukanya tadi malam.


"iya ratuku." balas Rovert mencuri kecupan di bibir Xabara dan segera melarikan diri sebelum terkena benda melayang dari Xabara.


Xabara yang kesal melihat sekeliling tidak ada apapun untuk dilempar hanya berteriak mengatakan Rovert itu iblis mes*m saking geramnya, setelah membuat Xabara lemas tadi malam masih saja suka menciumnya.


Rovert tertawa begitu lepas, malah suka dengan umpatan kasar sang Istri yang mengatainya Iblis mes*m.


Rovert akui hanya Xabara yang bisa membuat Rovert menjadi Pria yang sangat mes*m ditambah tubuh Xabara sangat seksi sehingga melakukannya berkali-kalipun tidak akan pernah puas, jika bukan karna Hamil mungkin Xabara yang tidak akan pernah bisa tidur karna ulah tingkah buasnya Rovert.


Xabara menangkup pipinya, "apa aku memang mencintainya?" gumam Xabara.


Xabara menggeleng-geleng kepalanya membuang pemikiran itu, "mungkin anakku yang menyayanginya."


Xabara malah mencari alasan untuk melindungi hatinya yang padahal sudah terukir indah nama Rovert didalam sana, Xabara masih tidak mau mengakui itu semua adalah Perasaannya malah menyalahkan itu semua karena efek kehamilannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2