
.
.
.
beberapa hari kemudian,
Xabara sedang bekerja di Perusahaannya tidak sengaja Xabara mendengar percakapan para karyawannya.
"kalian mau datang ke Taman LoveXabara?"
"apa sudah diresmikan?"
"haha..! aku tidak sabar melihat Dubai di Indonesia."
"Tuan Rovert bilang kalau Taman LoveXabara itu adalah bukti cintanya ke Nyonya Xabara."
"Gilaaa!! Tuan Muda memang manis banget ya??"
"romantisnya minta ampun..!"
"bangun Taman Cinta dengan tema Negara Favorit Nyonya Muda, aku aja mendengarnya meleleh apalagi Nyonya Xabara."
"huuh..? enak sekali jadi perempuan cantik ya? Tuan Muda tergila-gila pada Nyonya Muda yang sangat cantik, unik, baik, juga punya penghasilan sendiri."
"mandiri, siapa yang tidak akan jatuh cinta."
"pokoknya aku harus datang kesana."
"aku tidak punya banyak uang tapi setidaknya aku bisa melihat gambaran keindahan Dubai di Taman LoveXabara."
"Tiketnya sangat murah, katanya hari ini dibuka dan diskon besar karena hari pernikahan mereka."
"aku iri...?"
"maka nya terlahir cantik."
mereka semua begitu heboh akan Taman LoveXabara yang akan dibuka serta diresmikan nanti malam, Tiket yang di keluarkan oleh Perusahaan Rovert benar-benar habis total walau tidak sebanding dengan pengeluaran Rovert saat membangun Taman LoveXabara itu tapi Rovert tidak merasa rugi karena Taman itu memang Ia bangun bukan untuk Investasi semata melainkan mengabadikan Cintanya pada Xabara yang kebetulan sangat diminati banyak Orang dalam Negeri yang tidak punya banyak biaya untuk ke Luar Negeri.
Xabara mendengarnya terkejut, Ia segera pergi kembali ke Ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
"itu sebabnya tadi pagi dia sangat manja dan memintaku untuk tidak bekerja?" gumam Xabara akhirnya faham mengapa pagi tadi Rovert merengek untuk Xabara tidak bekerja.
Xabara tidak peka kalau hari ini sudah genap 2 tahun pernikahan mereka, Ia heran mengapa Rovert libur bekerja ternyata inilah yang dimaksud Rovert.
Xabara menghubungi Nur dan mengatakan bahwa Ia akan pulang cepat tapi karna Xabara sudah terlanjur mengadakan rapat terpaksa Xabara harus mengikuti rapat itu, Ia bisa pulang siang harinya.
Xabara mengendarai Mobilnya dan melihat Taman LoveXabara yang begitu ramai dengan kerumunan Orang menunggu tempat itu dibuka mungkin tidak sabar.
"haissh..! kenapa aku bisa melupakan hal itu? dia pasti marah." Xabara mendengus akan pemikirannya yang bisa-bisanya melupakan Janjinya dengan Rovert.
Xabara bukan tipe Orang yang pelupa tapi Ia bisa-bisanya seorang XeniaXabara melupakan janjinya pada Rovert tapi kalau Xabara berjanji pada siapapun selalu ditepati dan tidak pernah lupa.
.
"dimana Rovert Irish?" tanya Xabara ke Pelayan Mansion.
"Ehh? Tu-Tuan Muda ke Perusahaan Nyonya, katanya Tiketnya minta di perbanyak dan saya tidak mengerti tiket yang dimaksud Nyonya." jawab Irish jujur.
Xabara mengangguk lalu mencari keberadaan Ratu yang ternyata sedang berada di Taman belakang, Xabara meminta izin ke Ratu akan ke Perusahaan Rovert.
"iya sayang..! hati-hati ya? biar Mom yang menjaga sikembar." senyum lebar Ratu.
Xabara tersenyum lalu berpamitan pada Putra-Putri kecilnya yang tidak cengeng ataupun minta ikut seperti anak-anak Normal pada umumnya, mereka malah mencium pipi Xabara seperti memberi izin Xabara pergi tanpa merepotkan Xabara malah lanjut bermain.
Xabara pun pergi tapi sebelum itu Ia membuatkan makan siang langsung untuk Rovert, seumur hidup baru pertama kalinya Xabara memasak menu yang sangat banyak untuk Rovert sebab selama ini hanya 1 macam saja kalaupun banyak dimasakkan oleh Ratu atau para Pelayan, berbeda di hari spesial ini Xabara memasaknya sendiri.
Xabara tiba di Perusahaan X Company Group sepanjang perjalanan Ia begitu dihormati tetapi Xabara membiarkan saja sambil sesekali tersenyum dan memasuki Lift khusus bukan karena tidak mau masuk Lift karyawan tapi Lift nya masih jalan yang kebetulan Lift Privat lagi menganggur sementara Xabara bisa menggunakannya dengan sidik jarinya.
setibanya di Ruangan Rovert, tidak ada yang melarang Xabara memasuki Ruangan Rovert sampai Ia mendengar percakapan Rovert dengan Barrest.
"benarkah? kok bisa?" tanya Barrest seperti meledek.
"huuh...! sudahlah jangan dibahas lagi, dia sangat sibuk biar aku yang atur." jawab Rovert.
"dia melupakan hari pernikahan kalian karna dia tidak menganggapmu penting." ejek Barrest.
Rovert menendang betis Barrest yang tertawa lepas seketika, rasa sakit di kakinya tidak seberapa dengan perasaan lucunya ada seorang wanita yang tidak terpikat oleh pesona Rovert.
"siapa bilang tidak penting?" tanya Xabara tiba-tiba muncul membuat Rovert dan Barrest berdiri dari duduknya.
glek...!
__ADS_1
Barrest menelan salivanya yang terasa pahit seketika karena takut Xabara tersinggung sebab yang Ia singgung ini bukan wanita biasa melainkan Ratu Higanbana yang bisa menghabisi siapapun tanpa mengeluarkan setetes keringat sedikitpun yaitu dengan racun.
"sayang?" Rovert sumringah melihat Xabara membawa banyak makanan bahkan menyanggah ejekan Barrest.
Xabara menatap datar Barrest yang nyengir lalu berbicara banyak hal sambil mundur-mundur dan beberapa kali terjatuh lalu melarikan diri dari sana.
Xabara menghela nafas panjang lalu memutar kepalanya ke arah Rovert dan melangkah ke Rovert, "ini..? permintaan maafku..? aku masak sendiri."
Rovert melebarkan matanya, "benarkah?" Rovert begitu bersemangat menerima 2 rantang bekal bertingkat-tingkat dibawa oleh Xabara untuknya.
Rovert membawa bekal itu di meja lalu membukanya betapa wanginya masakan Xabara, "ini semua masakanmu sayang?"
Xabara pun ikut duduk dan melipat kakinya dengan anggun, "permintaan maafku karna melupakan janjiku, katakan apa saja yang harus aku lakukan supaya kamu memaafkanku."
Rovert begitu bahagia mendengarnya padahal tadi sempat sedih karna Xabara melupakan hari pernikahan mereka padahal Xabara sudah berjanji.
"kita makan malam di Taman LoveXabara." jawab Rovert.
"makan?" beo Xabara.
"apa aku lupa memberitaumu sayang? ditaman LoveXabara juga ada Restaurantnya Barrest dan sebagai ucapan hari pernikahan kita, dia sudah menyiapkan Ruangan untuk kita disana."
"jadi bangunan megah di Taman LoveXabara itu miliknya?" tanya Xabara dan Rovert mengangguk sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya yang Xabara buat untuknya.
"hmmm?" Rovert memejamkan matanya begitu menyukai masakan Xabara.
"kenapa? apa asin? aku terburu-buru masaknya jadi bisa saja asin atau kurang garam." Xabara menggaruk lengannya.
"tidak sayang...!? benar-benar sangat enak tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu masak seperti ini? makanan ini sangat lezat sangat sayang." puji Rovert dengan semangat.
"istriku sangat hebat memasak." puji Rovert mengacungkan kedua ibu jari tangannya.
Xabara tersenyum lalu jemari tangannya mengelap bibir Rovert yang makan begitu lahap, Rovert mencium tangan Xabara malah mengaku jantungnya berdebar kencang hingga Xabara yang merasa malu sendiri dengan kata-kata Rovert yang sangat jujur.
"istriku sangat hebat." puji Rovert lagi.
"makanlah..! lagian apa sulitnya memasak? aku hanya tidak ada waktu memasak saja tapi karna aku melupakan janjiku aku masak untukmu."
.
.
__ADS_1
.