
.
.
.
Rovert menggeleng kepalanya karna rasa pusing memikirkan masalah yang dibuat Ratu pada Xabara.
Rovert menoleh ke Ponselnya yang berdering yaitu ponsel pemberian Xabara, Ia sengaja membuat nada deringnya supaya tidak terabaikan.
Rovert segera mengangkat panggilan Xabara, "halo?"
"apa kau sibuk? aku ingin bicara." Xabara.
"dimana aku harus menemuimu?." tanya Rovert serius.
Xabara langsung mengerti bahwa Rovert ingin menemuinya lalu mengajaknya bertemu di sebuah Restaurant.
"aku akan langsung kesana." Rovert berdiri mengambil jas nya dan berlari keluar dari Ruangannya.
Rovert sangat serius karna sedang memikirkan masalahnya yaitu bagaimana cara Rovert menjelaskan situasinya dengan Xabara yang sudah bertemu dengan Ibunya.
.
Xabara tiba di Restaurant yang sudah Ia pesan lalu berjalan anggun dengan kacamata hitamnya, Xabara tidak mengenakan pakaian seksi hanya pakaian serba tertutup seperti Pria saja tapi rambutnya digerai bebas.
sementara di Ruangan yang sudah ada Rovert didalamnya tengah berpikir keras, "bagaimana caraku menjelaskannya? haiishh."
"kenapa Mom harus mengangkat panggilannya bahkan menemuinya langsung, huuhh !! apa dia tidak berpikir kalau Mom ku akan meributkan hal ini?."
Rovert tidak bisa berpikir jernih untuk menjelaskan masalahnya. Ia punya 1 hutang budi ke Xabara, masa iya sebelum Rovert bisa balas kebaikan Xabara harus disusahkan masalah Ratu yang salah faham dengan hubungan mereka berdua.
Rovert berdiri seketika mendengar pintu dibuka terlihatlah olehnya Xabara yang sedang berpakaian serba tertutup, Rovert sudah melihat tubuh Xabara yang seksi tapi tidak disangka olehnya Xabara akan berpakaian tertutup sebab setaunya perempuan cantik suka berpakaian seksi untuk memperlihatkan tubuhnya.
"...?" Rovert diam tidak tau mau berbicara apa.
Xabara duduk anggun didepan Rovert, "kau belum pesan makanan?."
Rovert melihat buku menunya, "aah.. iya..! kau mau pesan apa?." tanya Rovert.
Xabara memberitau makanan yang ia pesan sambil memperhatikan wajah Rovert yang gelisah memesan makanan.
"ada apa dengannya? apa dia sedang dikejar sesuatu? masalah?." batin Xabara yang tidak tau masalah Rovert.
Para pelayan pun keluar setelah mencatat pesanan Rovert. hening beberapa saat,
"aku kesini bukan untuk diam, kenapa sejak tadi dudukmu gelisah? apa kau dikejar sesuatu?." tanya Xabara yang tidak tahan melihat Rovert gelisah duduknya seperti punya masalah besar saja.
__ADS_1
"ah..! aku ingin minta maaf tentang Momku, aku yakin dia pasti banyak cerita padamu kan? aku tidak tau masalahnya akan seserius ini." Rovert.
Xabara menaikkan sebelah alisnya.
Rovert menjelaskan masalah terbesarnya adalah Mom nya yang sangat ingin Rovert menikah terlebih lagi karna berita yang beredar mengenainya, Rovert menjelaskan pasti Mom nya sudah salah faham tentang hubungannya dengan Xabara.
Xabara tersenyum tipis, "kalau begitu ayo kita menikah!."
DEG!!
"hah?" ekspresi tidak percaya Rovert.
"aku akan balas dendam pada mantan suamiku yang bekerja di Perusahaan cabangmu." ujar Xabara santai.
"lalu? kalau kau mau aku bisa langsung memecat mantan suamimu, katakan saja siapa namanya." Rovert sudah bisa duduk tenang.
Xabara menggeleng kepalanya, "sangat merepotkan ! aku ingin bermain dengannya, aku minta kita menikah kontrak saja."
Rovert tidak menyangka keadaannya akan seperti ini, jujur saja Ia memang ingin menikah tapi tidak ada satupun perempuan yang pantas dengannya kalau dipikir-pikir Xabara adalah Orang yang pantas menjadi Istrinya.
"Tante Ratu terlihat sangat menyukaiku dan berharap banyak padaku, bukankah kita impas? kau mendapatkan keselamatan dari Ibumu sementara aku meminjam jabatan Nona Muda Maldev untuk melawan mantanku yang tidak tau malu itu."
"jadi balas budi yang kau maksud?." tanya Rovert.
Xabara mengangguk, "apa kau akan menolak?."
"tidak..! aku memang butuh pendamping untuk memperbaiki rumor itu." jawab Rovert serius.
Rovert menautkan kedua alisnya, "apa?."
"maharnya adalah nyawamu." kata Xabara.
Rovert mengerutkan keningnya, "nyawaku?."
Xabara menjelaskan bahwa Ia akan membunuh Rovert jika selingkuh dengan perempuan lain atau menid*ri jal*ng, Ia benci akan hal itu dan meminta Rovert menjadi Pria yang lebih kuat untuk pantas menjadi Suaminya yang akan dikenal publik.
Rovert tertawa, "aku selingkuh?."
Xabara melipat kedua tangannya memandang Rovert, "aku melupakan kalau kau itu hanya seorang G*y..! baiklah lupakan hal pertama kita bahas yang kedua saja."
Rovert menghentikan tawanya seketika saat Xabara mengatainya G*y, sungguh Ia malu sekali dikatai seperti itu oleh Xabara padahal omongan orang lain tidak ada yang bisa membuat Rovert merasakan yang namanya malu.
makanan tiba, mereka pun tidak lagi berbicara sampai selesai makan.
"apa benar kau anggota Higanbana?." tanya Rovert serius.
Xabara diam sambil melirik Rovert, "apa aku terlihat seperti anggota Higanbana?."
__ADS_1
Rovert menjelaskan tidak ada yang tau tentang kecurigaannya ke Xabara, Ia ingat kalau Xabara pernah bicara menyerahkan semua masalah Rovert Ke Xabara dan esok harinya pelakunya sudah terbunuh dengan adanya satu tangkai Bunga kematian di sisi may*t, satu-satunya Bunga yang menakutkan semua orang.
"hmm! anggap saja instingmu benar." jawab Xabara.
Rovert tak lagi bertanya karna Ia tidak menyangka akan menemukan anggota Higanbana yang paling diincar oleh banyak lelaki Pengusaha yang punya banyak musuh, alasan mereka butuh seorang Wanita kuat dan cantik menjadi perisai mereka saat diserang musuh. maka nya banyak yang mencari sosok Ratu Higanbana yang merupakan perempuan terkuat di dunia Mafia namun tak ada yang tau rupanya kecuali beberapa orang saja.
"bagaimana? kau terima?." tanya Xabara.
Rovert melihat ke Xabara lalu mengangguk, "aku terima syarat dan maharmu."
Xabara tersenyum puas, "baiklah masalah kontrak biar aku yang urus, kau hanya tinggal tanda-tangan lalu urus pernikahan kita."
"kau sudah menemui Momku..! pasti dia sangat ingin mengadakan pesta besar untuk kita." Rovert.
Xabara tersenyum menyibakkan rambutnya, "aku akan datang ke Mansionmu untuk menemuinya."
Rovert akhirnya bisa lega ternyata Xabara ingin memanfaatkan posisi Nona Maldev (Istri X Company Group) untuk balas dendam jadi masalahnya tidak serumit yang Ia pikirkan.
.
malam harinya,
Xabara datang ke Mansion Rovert yang disambut baik oleh Ratu.
"ya ampun sayang kamu cantik sekali." Ratu sampai pangling melihat Xabara mengenakan dres hitam memperlihatkan bahu indahnya.
Xabara tersenyum, "setidaknya aku tidak memalukan Tante didepan para Pelayan Mansion ini."
Ratu sampai gemas dengan pengertian Xabara dan mengajak Xabara masuk, kedatangan Xabara tentu membuat para Pelayan sontak merasa tertampar karna kecantikan Xabara yang tidak normal mengalahkan artis tercantik tahun ini yang juga mengincar posisi Nona Maldev.
Xabara diajak berkeliling Mansion lalu berakhir di meja makan.
"apa kakimu baik-baik saja sayang? kamu tidak terlihat sudah biasa mengenakan heels." tanya Ratu cemas.
Xabara tersenyum, "tidak ada yang sakit Tan."
Rovert tiba didekat mereka lalu melihat Xabara dan Ratu yang sangat dekat.
"ada apa Mom?." tanya Rovert sembari melangkah ke Xabara dan Ratu.
"itu kakinya Xabara kayaknya terluka, coba kamu lihat nak!."
"terluka?" Rovert tanpa berpikir segera berjongkok dan melihat kaki Xabara yang memang sedikit memerah.
Xabara diam saja karna tau Rovert sedang bersandiwara, lagian Rovert juga bukan Pria mur*h*n yang suka memegang banyak perempuan malah dikenal G*y.
.
__ADS_1
.
.