
.
.
.
Xabara mengendarai taksi menuju Hutan Bola yang dikenal pedalamannya hanya orang-orang miskin saja bebas keluar masuk dan aman dari pencurian apapun tapi bagi orang asing dalam perjalanan menuju Hutan Bola sangat menegangkan karena banyak perampok, membegalan.
Supir taksi tadi sedang nongkrong di turunkan Xabara di jalanan, Ia tidak kesulitan sama sekali karna Xabara banyak memberinya uang saku belum lagi uang yang di transfer oleh Xabara.
Xabara mengendarai Taksi dengan kecepatan tinggi lalu sudah melihat banyak perampok berpakaian serba tertutup bermunculan didepannya, Xabara terus saja melaju tidak peduli berapa banyak pembegal yang Ia tabrak.
"aaahhh?? sial*n pengemudi itu."
"kalian tidak apa?"
"berani sekali dia melewati kawasan kita tanpa mau berhenti."
"kalian bawa teman kita ke Puskesmas biar aku yang kejar!" titah si Ketua dari perampok itu.
Si Ketua mengejar Taksi yang dibawa Xabara dengan motor sehingga tiba di Hutan Bola, Ia heran mengapa Taksi tadi memasuki Hutan berbahaya itu terutama sekarang adalah hari Senin yang jelas terlalu berbahaya bagi orang asing memasuki kawasan itu.
"huhh!! biarkan saja dia mati diterkam sepasang harimau besar yang keluar setiap hari Senin." gumam si Ketua yang tidak tertarik menyusul Taksi Xabara ke dalam Hutan.
didalam Taksi,
"apa Aya tidak lewat jalan ini? kemana Aya?" gumam Xabara yang memikirkan Ronald tadi padahal Ronald tinggal di kawasan Hutan Bola tapi para perampok tadi tampak baik-baik saja.
jika Aya sudah melawan pasti yang membegal jalan tadi akan mati, Xabara menggeleng kepalanya melupakan Aya kemana membawa Ronald pasti membeli hal penting di luar sana sehingga belum kembali.
Xabara menghentikan Taksi nya tepat di depannya sebuah batang pohon tumbang menimpa jalan yang hendak Xabara tempuh, terpaksa Xabara keluar dengan senjata apa adanya yaitu pistol, jarum bius dan pisau beracun yang biasa Ia gunakan sebagai Ketua Higanbana kalau memasuki Hutan.
Xabara tidak melepas gigi besar yang mengganggu bibirnya, Xabara mengedarkan pandangannya merasakan ada sesuatu yang berbeda disekitarnya tidak ada hewan apapun walau hanya seekor burung sekalipun.
"ckk!! hewan buas apa yang membuat kawanan burung bisa lari?" gumam Xabara tentu langsung waspada.
Xabara melihat jejak kaki kecil, "ini pasti jejak Ronald."
__ADS_1
perlahan Xabara melangkah mengikuti jejak itu sembari melihat sekitar, ia merasa ada sesuatu yang salah disekitarnya tapi tidak membuatnya takut.
semakin lama Xabara melangkah bahaya semakin terasa dekat oleh Xabara yang memilih insting yang kuat, Xabara tidak takut dan terus melangkah ke dalam hutan mencari barang penyeludupan yang Ia cari-cari selama ini.
Xabara mengerutkan keningnya ketika menginjak sesuatu, "apa ini?" gumam Xabara perlahan berjongkok menyingkirkan dedaunan yang Ia injak ternyata ada sebuah papan.
Xabara menyingkirkan semua daun kering itu lalu membuka satu papannya dan Ia melihat sebuah kotak didalamnya.
"ahh? aku menemukannya?" senyum lebar Xabara langsung merasa yakin itu adalah kotak bernilai yang Ia cari.
Xabara membuka satu papan lagi dan mengambil kotak itu lalu ketika dibuka memang benda kecil berkilau yang ia cari dengan jumlah yang sangat banyak.
"aku bisa semakin kaya-raya." senyum manis Xabara menemukan harta karun diwajah anehnya itu.
"tidak ku sangka Dia menyembunyikannya disini, pantas saja kami tidak menemukannya."
entah siapa Dia yang Xabara maksud.
Xabara memindahkan isi kotak itu ke sebuah kantong dari bahan kain tebal lalu Xabara bergerak cepat mengikat kantong yang berisi berlian dalam jumlah yang sangat banyak itu dipinggangnya erat-erat. Xabara membuang kotak yang menjadi tempat bersembunyian berlian berharga itu seperti benda tidak berharga karna hanya sebuah cangkang saja untuk menyembunyikan harta karun.
2 Ekor Harimau besar menunjukkan taringnya ke Xabara.
"hooh? sepasang kucing besar." kata Xabara dengan tenang tak terlihat ketakutan dari sorot matanya.
2 Harimau yang ukuran badannya 2 kali lipat dari Xabara mengelilingi Xabara dengan air liur menetes seperti sangat tidak sabar ingin menelan Xabara hidup-hidup.
suara Harimau itu begitu menakutkan lalu salah satu Harimau jantan berlari ke arah Xabara dan melompat segera Xabara menunduk lalu berbalik dengan cepat Ia menancapkan jarum ke Perut bawah Harimau jantan itu yang membuat Harimau besar itu terkapar dengan suara rintihan yang sangat keras.
"aku hanya membuatmu pingsan beberapa jam." kata Xabara tersenyum miring.
Xabara menoleh cepat ke arah Harimau betina yang begitu marah lalu menyerang Xabara yang beruntung cepat mengelak, Xabara melompat ke Harimau Jantan tadi dan mencabut jarum di perut nya lalu memainkannya didepan Harimau betina yang terlihat sekali sedang waspada dengan benda kecil yang Xabara pegang.
"kau hebat juga ya tau benda ini berbahaya!" Xabara terkekeh melihat tingkat waspada hewan besar didepannya.
Xabara dan Harimau betina itu saling pandang dan Harimau itu berjalan pelan mengelilingi Xabara, tiba-tiba Hewan itu menyerang Xabara yang terkena goresan kecil dari Hewan itu.
"woo! hebat juga."
__ADS_1
Xabara tidak marah malah menyukai hewan itu yang bisa mengecohnya tapi tidak membuatnya lengah, Xabara pun mengeluarkan jarum lainnya sehingga kedua tangannya memegang 2 jarum yang sama, Xabara memutar tubuhnya yang membuat Harimau itu berlari mengelilingi Xabara supaya tidak terkena jarum kecil yang berhasil membuat Harimau Jantan terkapar.
Harimau itu sedikit panik dan itu membuat Xabara bersemangat mengambil celah itu serta berhasil menancapkan salah satu jarum nya ke Kaki Harimau betina itu yang tubuh kuatnya semakin melemah.
Xabara melangkahkan kaki ke Harimau betina yang kian melemah itu tapi matanya masih bisa melihat Xabara, Xabara mengelus kepala Harimau betina yang tertidur seperti kucing saja.
"aku tidak membunuh pasanganmu ataupun kau Harimau..! kalian adalah penghuni hutan ini, maaf aku memasuki kawasanmu dihari perburuanmu ! aku hanya mengambil hal penting dan dalam waktu beberapa jam lagi kalian akan bisa bergerak lagi." ucap Xabara dengan lembut.
Harimau betina itu perlahan menutup matanya merasa mengantuk berat karna efek Jarum yang Xabara tancapkan.
Xabara mengambil jarumnya lalu langsung pergi dari sana tanpa melakukan apa-apa pada Kedua Harimau besar itu, jika saja Xabara jahat pasti sudah menangkap kedua hewan besar itu untuk dijadikan ladang uang tapi Xabara hanya membuat kedua hewan itu pingsan saja untuk menyelamatkan diri Xabara dan hewan itu tidak terbun*h oleh Xabara karna berusaha menyakitinya.
Xabara kembali ke Taksi yang Ia bawa lalu membalut lengannya yang tergores cakaran Harimau betina ganas itu, Xabara sudah terbiasa terluka sejak umur 5 tahun dan itu sebabnya Ia tak mempermasalahkan luka apapun di tubuh berharganya itu.
.
.
"Heii!! itu taksinya??"
"Ketuaaa?? dia selamat!!" teriak bawahan beg*l melihat Taksi yang Ketuanya bilang memasuki Hutan Bola.
mereka yang melihatnya pun syok, sebab tidak ada manusia yang selamat memasuki Hutan Bola di hari senin.
"cegat Taksi itu!!" teriak si Ketua.
semua Motor milik para perampok pun segera diletakkan di tengah jalan yang pasti tidak akan bisa di terobos oleh Xabara, sama saja Xabara melukai sendiri apalagi jumlahnya tidaklah sedikit.
"dia tidak akan bisa menabrak Motor Kita." seringai si Ketua Begal.
mereka tidak tau kalau itu semua bisa membuat nyawa mereka semua terancam karna yang Ia hadang adalah Ketua Higanbana bukan tandingan Preman biasa seperti mereka semua.
.
.
.
__ADS_1