
.
.
.
Ke esokan harinya,
Rovert melihat Xabara telah rapi dengan pakaiannya, Ia berlari ke arah Xabara dan menghadang jalan Istrinya itu.
Xabara mengerjab pelan, "ada apa lagi?"
"apa sudah sarapan?" tanya Rovert memberikan bekal makanan untuk Xabara.
Xabara menatap itu cukup lama, "apa kau memasak?"
Rovert mengangguk, "selera lidahku cukup sulit kalau sarapan diluar jadi kebetulan aku masak banyak ambil saya ya? dan ahh Iya tunggu sebentar ?."
Rovert kembali ke Meja Sarapan lalu memberikan rantang bekal untuk Xabara, Xabara dengan heran menjinjing kedua itu.
"kenapa banyak sekali?" tanya Xabara.
"yang kecil untukmu sementara yang ini untuk temanmu yang baru saja Operasi, dia hanya boleh makan sayur dan buah, aku juga memasak ikan yang tinggi protein untuk nya." kata Rovert.
Xabara memperhatikan bekal itu, "kenapa kau baik padaku?"
"heii?? aku baik pada Orang banyak dan kau itu salah satu dari Orang yang membantuku sampai bisa memenangkan kontrak dengan Tuan Obel, aku kan sudah berjanji melindungimu." kata Rovert dengan santai sembari meninggalkan Xabara yang terdiam beberapa saat.
"pergilah !? besok aku akan mengajakmu bertemu dengan Tuan Obel bersama Istrinya, aku tidak tau apa masalahnya kenapa besok dia datangnya padahal janjinya bukan besok." ucap Rovert sambil membelakangi Xabara sembari sibuk menyusun piring-piringnya yang baru saja selesai sarapan.
Xabara pun melangkah pergi sampai Rovert terduduk lemas di Kursi mengelus dadanya yang nyaris saja pingsan ditatap oleh Xabara.
"huuhh!!? aku harus menjadi suami yang perhatian untuknya dan aku tidak boleh mengekangnya serta mengatur hidupnya." gerutu Rovert.
.
Xabara berjalan di Rumah Sakit membawa bekal yang Rovert siapkan untuknya juga Aya.
Xabara melihat kebelakang lalu saat menoleh kembali kedepan.
duughhh
"haiisshh." Xabara mengelus keningnya yang terkena dagu seseorang.
"Uppsshh!! Sorry!" ucap Pria yang tidak sengaja menabrak Xabara.
Xabara mengangkat pandangannya hingga Pria yang ditatap terkejut melihat Xabara.
__ADS_1
"Xabara?" ternyata Pria itu mengenal Xabara.
"kenapa aku harus bertemu dengan sicab*l ini?." batin Xabara menggerutu.
Bramasta memperhatikan Xabara yang semakin cantik, "Sayang?? aku sudah lama sekali tidak melihatmu." pekik Bramas hendak memeluk Xabara tapi Xabara menonyor kening Bramas sampai Bramas menjauh darinya segera Xabara lari langkah seribu.
"Xabara sayang?" teriak Bramas berlari mengejar Xabara.
"Permisi!! minggir Pasien dalam bahaya !??" teriak Suster segera Bramas menyingkir dan bersandar di dinding ketika Pasien sudah melewati Bramas ternyata Xabara sudah tidak terlihat lagi olehnya.
"Oh God?? Xabara semakin Cantik, sepertinya aku harus menerima tawaran Pria tua itu untuk bekerja disini." gumam Bramasta tersenyum manis mengelus dagunya.
Xabara tiba di Ruangan inap Aya, "huuhh !!? dasar Dokter Cab*l, aku tidak mungkin meninjunya."
Xabara sangat populer ketika menjadi dokter Residen pertama di berbagai Rumah Sakit, semua Dokter Senior secara terang-terangan menargetkan Xabara yang sangat cantik, manis dan begitu mahal untuk dimiliki.
"Nona?" Aya tersenyum lebar melihat Xabara datang menjenguknya.
Xabara meletakkan sarapan yang disiapkan Rovert untuk Aya, Aya tersenyum manis membuka isinya lalu bibir pucatnya mengucapkan banyak terimakasih pada Xabara yang perhatian padanya.
Xabara melihat Aya makan dengan sangat lahap, "apa Rumah Sakit tidak memberimu makanan?" tanya Xabara.
Aya menggeleng kepalanya, "makanan Rumah Sakit sangat hambar dan ini buatan Nona? kenapa bisa enak sekali? rasanya sangat segar."
Xabara tersenyum saja dan tidak memberitau Aya kalau sarapan itu dari Rovert, yang ada Aya akan memuntahkan semuanya jika memberitaunya sekarang.
.
"semua sangat baik Nona, Terimakasih Nona sudah menyembuhkan saya." ucap Aya.
Xabara mengelus kepala Aya, "asalkan kamu tidak sakit lagi itu sudah cukup bagiku."
"Wo-Wowoo...!"
Aya dan Xabara menoleh ke Dr. Shen yang berdecak kagum memuji persahabatan kedua perempuan cantik itu, Aya memiliki tingkat kecantikan yang setara dengan artis walau golongan nya dibawah Xabara tapi bagi Pria Normal Aya sudah termasuk sangat Cantik.
"kalian manis sekali." puji Shen.
Shen menanyakan keadaan Aya yang sudah baikan lalu Ia menceramahi Aya yang makan dari Luar tapi mencium baunya seketika ia sadar.
"wahh! ternyata makanan bergizi, baguslah." kata Shen.
Xabara duduk sambil melipat kakinya di kursi dekat ranjang Aya sembari memperhatikan Shen yang memeriksa Aya dengan baik, tapi Aya sepertinya terlihat menginginkan sarapan yang dibawa olehnya itu lagi.
"kau suka sarapannya?" tanya Xabara ke Aya yang mengangguk-ngangguk seketika.
"aku akan minta resepnya ke Rovert." kata Xabara.
__ADS_1
"A-Apa?" Aya dan Shen serentak dengan ekspresi kaget.
Xabara menautkan kedua alisnya melihat kekompakan mereka.
"benarkah Nona?" tanya Aya.
"suamimu bisa memasak? tapi aku dengar dia Bos Besar kenapa bisa memasak?" tanya Shen terlihat tidak percaya dengan kebenaran itu.
"iya memang dia yang membuatkan itu." jawab Xabara santai.
Aya berbinar memegang kedua tangan Xabara, "Nona Tuan Rovert tidak seburuk yang saya kira, bisakah Nona mengatakan permintaan maaf saya untuknya selalu sinis padanya."
Xabara mengangguk, "dia bilang kau harus pulih."
Aya tersenyum senang ada yang mengharapkan kesembuhannya walau mereka tidak akur, setidaknya doa Rovert itu lebih mahal dari apapun bagi seorang Aya.
Aya menoleh ke Shen yang tampak tidak bersemangat lalu izin pergi, "dasar si Dokter ini tidak juga move-On dari Nona." batin Aya yang sudah tau sejak dulu Shen menyukai Xabara.
Aya saja perempuan sangat menyukai Xabara apalagi lelaki Normal, Ia tidak iri dengan perhatian lelaki terhadap Nonanya malah bangga menjadi salah satu orang setia Xabara.
.
Xabara keluar dari Rumah Sakit tiba-tiba Ia kaget ketika ada seseorang memegang bahunya, Xabara yang ahli beladiri membanting tubuh orang itu hingga Pria itu meringis kesakitan memegang lengannya sendiri.
"Kau??" Xabara merasa geram dengan Pria yang ia cap sebagai Pria Cab*l itu.
"tolong aku Xabara!?" pinta Bramasta mengulurkan tangannya.
Xabara mendengus lalu memilih masuk ke Mobilnya, Bramasta berdiri dan memukul-mukul Jendela Mobil Xabara.
"Xabara aku mau bicara! Xabara tolong beri aku waktu, apa benar kau sudah menikah? Xabara??" Bramas berlari mengikuti Mobil Xabara yang meninggalkannya.
Bramas baru tau dari gosip para Suster di Rumah Sakit tadi, karna itu Ia langsung melihat berita tentang Rovert yang ternyata Xabara sudah terkenal.
di dalam Mobil,
Xabara melihat cincin pernikahannya dengan Rovert, "setidaknya ini bisa menyelamatkanku." gumam Xabara.
"huhh..!? jika aku membunuh mereka pasti akan merepotkan, entah kenapa aku berpikir identitasku bisa cepat terungkap jika aku membun*h orang lagi." gumam Xabara dengan wajah serius.
Xabara merasa status pernikahannya dengan Rovert telah membuatnya mengalami perubahan yang sangat besar, setidaknya Xabara punya alasan menolak para lelaki yang mendatanginya.
"bahkan sekarang Orang-orang Lios menargetkan Xabara si hitam." gerutu Xabara yang tidak bisa menyamar menjadi Xabara yang dekil.
.
.
__ADS_1
.