
.
.
.
"Tuan Muda, anda tidak tau kalau Istri anda itu seorang pembawa sial?" tanya Ampi setengah berteriak.
Rovert yang berjalan cepat sebab terburu-buru ingin segera bertemu dengan Xabara langsung menghentikan langkah kakinya.
Ampi berlari ke arah Rovert dan berdiri disamping Rovert, "Tuan, saya tau anda tidak akan percaya tapi Anak sayalah korbannya."
Rovert menatap tajam Ampi, "siapa anakmu?"
"Bramasta Tuan Muda..!" jawab Ampi dan membuat Rovert semakin tidak senang.
"saya berulang kali memberitau Putra saya untuk tidak mendekati wanita pembawa si*l itu, saya sudah berusaha memisahkan mereka tapi anak saya malah meninggal karna kesialan dia dan menurut saya anda akan menjadi korban selanjutnya Tuan." kata Ampi dengan serius.
Rovert tersenyum tipis terlihat sangat menakutkan, "aku yang menghabisi anakmu..!"
Ampi seketika melototkan matanya sampai berani menatap mata Rovert dan seringai iblis Rovert dengan tatapan tidak percaya.
"mungkin aku salah dengar." gumam Ampi mengusap telinganya.
"kau tidak salah dengar..! dia begitu keras kepala mengejar Istriku, demi melindungi hubungan kami aku menghabisinya. jika kau masih mau hidup menghilanglah dari pandanganku dan Istriku..? aku tidak akan segan menghabisi siapa saja yang membuat Istriku tidak bisa tidur." kata Rovert dengan tenang.
Ampi terhempas ke lantai dengan tatapan kosong dan tidak percaya kalau anaknya di bun*h oleh Rovert Maldev.
"an-anda seorang pembun*h?" tanya Ampi dengan nada gemetar.
"hmm..! jadi jauh-jauh dari kami kalau masih mau hidup." balas Rovert dengan dingin lalu meninggalkan Ampi yang bergetar ketakutan.
wajah wanita itu semakin pucat dengan tubuh kian gemetar, Ia tidak mengira kalau Pria sehebat Rovert seorang pembun*h.
Ampi menggeleng kepalanya seketika lalu segera bangkit dan lari dari tempat itu seperti melihat hantu saja.
di dalam Lift,
Rovert berdecih pelan, "peduli amat dia takut padaku..! aku tidak akan membiarkan siapapun Orang yang berani menghina Istriku apalagi mengatakan dia pembawa si*l..!"
tringgg.!!?
Pintu Lift terbuka lalu Rovert keluar membuat para wanita memekik karna Rovert semakin tampan saja, mereka yang suka berbelanja di Toko Perhiasan (Tiffany) Xabara yang semakin besar seperti Mal hanya saja khusus bermacam-macam berlian mahal, emas, perak.
gosip-gosip para Karyawan, pelanggan, pembeli Perhiasan.
"aaah...!"
__ADS_1
"tampannya..?"
"besok aku harus datang ke acara pernikahan Tuan Muda dengan Nyonya Xabara."
"aku ingin melihat Anak-anak mereka, katanya mereka sudah punya anak ya?"
"itu hanya desas-desus, selama ini mereka tidak pernah mengkonfirmasi apapun."
"apa kamu gila?? mereka kan bukan artis mesti dikonfirmasi."
Rovert yang dipuja-puja hanya melewati mereka saja dengan wajah dinginnya seperti masih ada rasa kesal karna ulah Ampi tapi tidak ada yang tau permasalahan Rovert.
"dimana Xabara?" tanya Rovert berhadapan dengan Nur.
"Ehh?" Nur yang kaget sontak jari telunjuknya terangkat ke arah Ruangan Rapat yang dijaga.
"Nyonya sedang rapat Tuan Muda." jelas Nur.
Rovert meninggalkan Nur tanpa menjawab lagi lalu Sekretarisnya Nur memekik karna baru melihat Rovert secara langsung dengan jarak yang sangat dekat.
"kenapa kalian begitu memuja Tuan Rovert?" tanya Nur dengan heran.
"kenapa? apa aku tidak boleh memujinya?"
"bukan begitu, aku hanya tidak mau kalian terkena amarah Nyonya..? bisa saja Nyonya cemburu dan marah pada kalian yang terlalu berlebihan memuji suaminya." jelas Nur.
Nur memutar kedua bola matanya dengan malas, "ayo lanjut bekerja..! kita harus pulang cepat biar bisa nyari gaun untuk acara Nyonya besok...!"
"aah.. iya..!"
.
Xabara sedang mendengarkan ajuan karyawan baru Tiffany mengenai model batangan emas yang dibentuk dengan apapun yang penting populer sehingga peminatnya banyak.
"..... bagaimana dengan Kelinci Nyonya?"
Xabara tampak berpikir, "tidak ada salahnya mencoba..! siapa namamu?" tanya Xabara ke Karyawan baru itu.
"Arin Nyonya..!" jawab Arin tersenyum ramah.
Xabara mengangguk, "Arin, aku mau kamu buat proposalnya lebih jelas dan beritau ke Nur...! katakan padanya kamu adalah Asistennya."
seketika Arin hampir saja terjatuh tapi Ia dengan cepat memegang meja supaya tidak terlalu memalukan, karyawan Xabara yang lain terkejut mendengar perintah Xabara padahal Arin adalah Karyawan baru sudah diangkat menjadi Asisten.
"ta-tapi saya masih baru Nyonya..!" Arin seakan tidak berani menerima jabatan tinggi di Perusahaan itu setelah Xabara yang seorang Presdir tertinggi.
Asisten termasuk Orang kepercayaan Presdir jadi posisinya sangat penting di Perusahaan.
__ADS_1
"sayang?" Rovert main masuk saja ke Ruangan Rapat Xabara.
Xabara menoleh ke Rovert, "kenapa kesini? siapa yang mengizinkanmu masuk?" tanya Xabara.
"ampuni saya Nyonya..? sa-saya..? tidak berani menolak Tuan Muda yang hendak bertemu Nyonya." jawab salah satu penjaga (satpam) dengan takut.
Rovert melihat ke Pria itu, "jika Istriku memecatmu maka aku yang akan jamin pekerjaanmu."
Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "kalian bubarlah. ! tidak ada bantahan sama sekali." Xabara mengusir para bawahannya.
"baik Nyonya..!" jawab mereka semua serentak lalu segera pergi dengan teratur.
Rovert tersenyum lebar ketika di Ruangan itu hanya dirinya dengan Xabara saja.
"sayaaanggg?" Rovert melebarkan tangannya berjalan cepat ke arah Xabara dan memeluk Xabara dengan gemas.
Xabara mendengus, "kenapa kesini?" tanya Xabara.
"aku merindukanmu sayang..!" jawab Rovert.
Xabara melepaskan pelukannya dengan Rovert, "mau menjemputku?"
Rovert mengangguk-ngangguk cepat, "sebenarnya aku di undang ke Bar dan teman ku dari Kanada ingin bertemu dengan istriku secara langsung."
"Bar?" beo Xabara.
Rovert tersenyum kembali memeluk Xabara, "tidak usah cantik-cantik sayang."
"kata siapa aku mau ikut?" tanya Xabara dengan nada setengah meledek.
Rovert melepaskan pelukannya dari Xabara, "sayangg?? kamu yakin tidak mau datang? mereka semua bawa kekasih dan Istri masa aku tidak bisa membawamu sih?"
Xabara bertanya keuntungannya lalu Rovert mengatakan kalau wanita-wanita yang dibawa oleh mereka pasti penggila perhiasan dan berlian jadi Xabara bisa sekalian Promosi, Xabara tentu langsung setuju membuat Rovert senang akhirnya Xabara mau ikut dengannya.
"ayo pulang..!" ajak Rovert.
Xabara pun pulang bersama Rovert, tak lupa Ia menyampaikan pesannya ke Nur untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.
Rovert memegang kotak perhiasan untuk hari pernikahan Xabara, Ia seorang Presdir X Company Group tapi sekarang membawa barang Xabara membuat siapapun semakin iri saja pada Xabara yang sangat cantik sehingga bisa memenangkan hati Rovert.
"mereka tidak tau saja kalau Xabara adalah Ratu Higanbana, mereka pasti akan mengatakan kalau akulah yang paling beruntung." batin Rovert senyam-senyum menatap Xabara yang tidak peduli dipandang oleh Rovert.
Rovert sangat menyukai Xabara yang tidak peduli pembicaraan yang tidak penting, jika Xabara peduli dengan kata-kata Karyawan serta pelanggannya pasti Xabara berteriak mengatakan bahwa dia sendiri adalah Ratu Higanbana.
.
.
__ADS_1
.