Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
lelah tersenyum


__ADS_3

.


.


.


"mantan pencuri?" beo Rovert sekali lagi.


"hmm..! aku merampok Orang-orang kaya." sahut Xabara.


Rovert berdecak kagum, "benarkah?"


"hmm..? aku juga sering merebut barang Il*gal yang diseludupkan Pejabat tamak." jawab Xabara lagi sambil memainkan ponselnya.


Rovert tersenyum tampan lalu tangannya mengelus kepala Xabara yang tidak merespon sama sekali seolah tidak merasa terganggu dengan apa yang Rovert lakukan.


.


di Mansion,


Xabara memberi asi sikembar secara bergantian sampai terlelap di ranjang, Rovert yang baru saja masuk ke Kamar Sikembar melihat Xabara terlelap memeluk sikembar membuat Rovert mengulum senyum.


"sayang?" bisik Rovert dengan gemas.


esok adalah hari yang Rovert nantikan yaitu memamerkan pada banyak orang kalau Xabara adalah miliknya seorang.


Rovert mendekati Ranjang dan ikut berbaring disamping Xabara lalu memeluk Xabara sambil memejamkan matanya, "aku juga mau dipeluk olehmu sayang." bisik Rovert.


ke esokan harinya,


Rovert beserta Keluarganya telah berada di Hotel tempat acara pernikahan Xabara akan digelar mulai dari jam 12 siang-10 malam walau begitu mereka harus tiba pagi untuk persiapan.


Xabara didandani langsung oleh Taylor yang terus saja senyam-senyum.


"kenapa Tan?" tanya Xabara dengan heran.


Taylor tertawa pelan, "sepanjang Tante bekerja sebagai penata rias hanya kamu satu-satunya wanita yang wajahnya bisa secantik ini padahal Tante sudah membuat wajahmu natural."


Xabara biasa saja mendengar pujian Taylor lalu Aya datang dengan wajah sumringah.


"Xabara?? aku datang." senyum lebar Aya.


"iya aku tau dan aku punya mata melihatmu Aya." jawab Xabara membuat Taylor tertawa lebar.

__ADS_1


Aya mengerucutkan bibirnya, "mana keponakan kembarku?"


"sama Mom dan Rovert." jawab Xabara lagi.


"aku harus menemuinya." kata Aya lalu mengangkat gaunnya berlari meninggalkan Xabara.


"padahal dia punya anak juga." gumam Xabara meledek Aya yang bertingkah seperti belum punya anak.


Taylor mengangguk membenarkan, "tapi sikembar memang menggemaskan Xabara..! siapapun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta, Gen kalian benar-benar sangat baik membuat paras keturunan kalian sangatlah bagus."


Xabara berdehem, "Tante bicara apa sih..!"


Taylor tertawa lepas, "kamu cantik sekali sayang."


tibalah acara pernikahan Rovert dan Xabara, yang pertama mereka lakukan adalah perayaan Ulang tahun sikembar yang tepat berumur 1 tahun.


Ana memakai gaun mungil yang sangat lucu dan An mengenakan baju formal yang sungguh kecil sehingga terlihat menggemaskan, kedua bocah kembar itu berlarian kesana-kemari dikawal oleh para Bodyguard Rovert.


Ratu memotong kue ulang tahun Sikembar yang sudah berumur 1 tahun sedangkan sikembar malah lari-lari riang mengelilingi meja kue ulangtahun, ketika suara tepuk tangan menghiasi Ruangan itu tiba-tiba perhatian semua Orang tertuju pada Rovert dan Xabara yang mengenakan gaun pengantin seperti pasangan yang baru saja menikah padahal sudah punya sikembar.


"Mommm...?" Sikembar berlari ke arah Rovert dan Xabara.


"An? Ana?? nanti terjatuh sayang!" pekik Ratu cemas walaupun ada para Pengawal Sikembar tetap mengikuti kemana saja Tuan kecil dan Nona kecilnya itu pergi.


"Mom?" An seolah meminta digendong dengan gemas Xabara menggendong Putra kecilnya.


Taylor meminta bawahannya membantu Xabara mengangkat gaun pengantin Xabara yang sangat panjang, An mencium kening Xabara membuat Xabara tertegun ditempat karna ini pertama kalinya An mencium keningnya.


"sayang?" Xabara memandang An dengan serius seperti penasaran darimana An belajar mencium keningnya.


Rovert mendengar pekikan gemas Para tamu undangannya pun menoleh ke Xabara sehingga Ia melihat apa yang An lakukan yaitu mencium keningnya Xabara.


"apa dia belajar dariku sayang?" tanya Rovert seketika Xabara menoleh ke Rovert.


Xabara baru sadar kalau setiap Rovert berangkat kerja pasti Rovert mencium keningnya, Ia pun tersenyum lalu ikut mencium kening An dengan lembut.


"Mom?? Mom..?" An melingkarkan tangan kecilnya di leher Xabara sembari bersandar manja di bahu Xabara.


tingkah lucu sikembar menjadi sorotan para tamu Undangan, betapa menggemaskannya mereka membuat Orang yang menonton aksi sikembar juga ingin punya anak seperti Sikembar.


alhasil 1 Keluarga bahagia itu berjalan menuju altar pengantin dimana ada Aya,Ratu, Lienda yang juga ikut senyam-senyum.


acara begitu meriah, tidak ada yang berani merekam atau memotret sebab sudah ada peringatannya kecuali Potografernya saja.

__ADS_1


di sudut acara seorang Pria yang tidak asing lagi sedang melihat kebahagiaan Rovert bersama keluarganya, "Rovert kau begitu bahagia setelah menghancurkan aku ya?" batin Pria itu yang tidak lain adalah Zein.


ternyata Zein juga hadir di acara pernikahan Xabara dan Rovert melalui Undangan Online, Ia tidak mau memberi ucapan selamat hanya melihat dari kejauhan saja kebahagiaan Rovert itu.


"sebentar lagi...! bahagialah kau sebentar lagi Rovert, aku akan kembali lagi." seringai Zein seperti sudah gila saja.


Zein memperhatikan Xabara yang tertawa sungguh cantik sekali ketika Xabara seperti itu melihat tingkah lucu Putra-Putrinya itu.


"benar-benar kecantikan yang tidak wajar." gumam Zein begitu hanyut memperhatikan paras Xabara dari kejauhan.


siapa yang tidak akan jatuh Cinta pada Xabara yang dikenal jarang tersenyum dan tertawa kini mereka bisa melihat bagaimana seorang Nyonya Muda Maldev itu tertawa dan tersenyum, pantas saja Rovert menggila hingga rela melepaskan semuanya hanya demi memiliki Xabara.


Xabara di atas panggung pengantin merasakan sedang diawasi, "siapa lagi? apa aku ketahuan? tapi tidak mungkin." batin Xabara.


Rovert ternyata merasakan hal yang sama, Ia tidak tau siapa yang menaruh dendam padanya tapi yang jelas Rovert tidak akan melepaskan siapapun yang begitu berani mencari masalah dengannya.


Rovert dan Xabara saling melirik satu sama lain seperti berbicara lewat isyarat mata hanya mereka berdua saja yang tau artinya.


beberapa saat kemudian Ratu dan Taylor membantu Rovert mengambil sikembar untuk menjaga mereka supaya tamu undangan bisa memberi ucapan selamat pada pasutri yang sangat serasi itu.


Rovert melihat ke arah Xabara yang terlihat sudah lelah tersenyum ramah pada tamu Undangan yang rela antri demi mengucapkan selamat pada Xabara.


"sayang?" Rovert memegang tangan Xabara yang menoleh.


"apa perlu istirahat?" tanya Rovert.


Xabara memegang rahangnya yang memang lelah tersenyum sebab Xabara jarang sekali tersenyum, sekarang Ia harus tersenyum demi menghargai mereka yang rela antri panjang-panjang hanya untuk mengucapkan selamat padanya.


"apa bisa?" tanya Xabara.


"kita yang punya acara tentu saja bisa." jawab Rovert memberi kode ke Barrestnya yang segera melakukan tugasnya.


"maaf..! maaf...! Pengantin mau istirahat ya? kita akan melanjutkan 1 jam lagi, silahkan Tuan-Tuan dan Nona-Nona untuk memakan hidangan yang tersedia." kata Barrest.


Aya yang melihat Barrest berbicara tentu berpaling ke Xabara yang memang keliatan lelah tersenyum, Ia segera membantu Barrest.


"yaahhhh!!"


Orang-orang yang Antri segera bubar dengan raut wajah kecewa belum sempat melihat wajah Pasutri cantik dan tampan yang sangat Over itu (terlalu berlebihan).


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2