Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
melabrak


__ADS_3

.


.


.


"sepertinya kalian sudah menebaknya dengan baik." Ujar Rovert diatas panggung tengah merangkul Xabara.


Xabara tersenyum ramah layaknya seperti publik figur yang sangat baik hati, sebenarnya Xabara hanya menyembunyikan watak aslinya saja.


"dalam waktu kurang dari 2 minggu lagi kami akan menggelar pernikahan megah." kata Rovert tersenyum tipis.


"huwaaaaa." semua orang bersorak iri bahkan para lelaki pun berdecak kesal karna Rovert telah mendapatkan calon Istri sesempurna Xabara.


"kenalkan nama saya Mustika Ayu Xabara." kata Xabara dengan senyuman.


"calon Istriku." sambung Rovert menoleh ke Xabara dengan tatapan lembut.


Xabara tersenyum juga ke arah Rovert, "pria G*y ini sangat pandai berakting." batin Xabara merasa puas.


Nandini, Bando dan Randy tertegun dengan nama itu. tapi mereka menepis jauh-jauh kesamaan nama Xabara yang diatas panggung dengan Xabara yang dekil mereka kenal.


Rovert mengeluarkan Cincin didepan banyak orang, "kalian adalah saksi bahwa Xabara adalah Tunanganku dan akan menjadi Istriku sebagai calon Nyonya Maldev."


Xabara melebarkan matanya tampak sekali Ia kaget dengan kejutan Rovert menambah kesan bahwa Rovert lah yang sangat mencintai Xabara.


"Xabara...! aku mengenalmu hanya 2 minggu tapi aku senang karna kamu memilihku menjadi pendampingmu, menikahlah denganku!" Rovert melipat sebelah kakinya dihadapan Xabara dengan gagah seperti seorang Pangeran.


Taylor tersenyum lebar dan tangannya sibuk memotret Xabara dan Rovert, Barrest mengucek-ngucek kedua matanya tak mengira bahwa Rovert sudah menyiapkan Cincin lamaran sekaligus tunangan itu.


"Tuan Muda sangat menggilai Nona Xabara." gumam Barrest.


Xabara menoleh sekitar yang tampak sangat iri dan takjub padanya, "apa ini bagian dari rencanamu?" tanya Xabara dengan senyuman dengan gigi merapat.


"bukankah sangat romantis?" senyum memikat Rovert.


Xabara mengulurkan tangannya ke Rahang Rovert, "apa kau yakin Rovert? kau baru saja mengenalku." tanya Xabara seakan merasa ragu menerima lamaran Rovert.


"aku sangat yakin." jawab Rovert tersenyum tampan.


Xabara pun mengulurkan tangannya hingga Rovert bahagia memasang cincin di jemari tangan Xabara dan memeluk Xabara didepan banyak orang, mereka persis seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.


"bagaimana?" tanya Rovert.


Xabara tersenyum, "tidak buruk, aku akan balas dengan hal yang lebih baik."


Rovert tersenyum lebar, "aku hanya ingin memenangkan kerja sama di Singapura ! kau sangat hebat sudah menarik perhatian rekan kerjaku."

__ADS_1


Xabara dan Rovert melepaskan pelukan lalu melihat ke arah depan sambil melambaikan tangan seperti Raja dan Ratu saja.


Xabara disambut oleh Taylor yang membenahi rambut serta gaun Xabara, "Maaf Nyonya..! jangan seperti ini."


Taylor tersenyum lebar, "kamu boleh panggil aku Tante karna kamu adalah calon istrinya Rovert."


"baiklah Tante." jawab Xabara tersenyum.


semua orang mengucapkan selamat pada Xabara dan Rovert kecuali orang-orang yang iri saja seperti para perempuan yang pernah dicalonkan sebagai kekasih serta Istri Rovert namun gagal.


Key mendatangi Xabara, "Nona maafkan saya !!"


Xabara menoleh ke Key dan tersenyum tipis saja, "tidak apa..! lagian Tante Ratu sudah menolongku menemukan gaun yang pas malam ini."


Key memperhatikan tubuh Xabara sangat bagus seperti Barbie hidup dan Ia tadi mendengar bisikan para wanita yang ingin memiliki gaun yang sama dengan Xabara, sudah bisa dipastikan Taylor akan untung besar.


"Xabara sayang?" Rovert menggenggam tangan Xabara yang menoleh ke Rovert.


"hmm?"


"sedang apa disini? ayo kita makan!" ajak Rovert lembut lalu membawa Xabara pergi dari Key.


Key membuang nafas berat, "kalau dia memakai gaunku malam ini pasti aku akan untung besar, lagian kenapa dia tidak bilang kalau mau membeli gaun sebagai pendamping Tuan Rovert? aku dengan senang hati memberikan gratis padanya."


Key menyesal telah menolak Xabara tadi pagi, Ia menoleh ke Taylor yang tampak senang sekali Xabara mengenakan gaunnya karna mata Taylor sangat jeli akan sesuatu itu kelebihan Taylor sebagai Desaigner.


Ariel Terre terlihat tidak senang dengan apa yang Xabara miliki, "kenapa harus dia yang jadi pusat perhatian? seharusnya aku yang pusat perhatian banyak orang."


Ariel Terre sampai memilih pergi ke pojokan karna tidak tahan pujian orang disekitarnya pada Xabara bahkan membandingkan Xabara dengan Ariel Terre yang tidak ada apa-apanya dibanding Xabara, julukan Ariel Terre sangat cocok untuk Xabara saja.


.


Xabara makan bersama Rovert, Barrest dan Taylor.


"Rovert Tante mau tanya bagaimana pertemuan pertama kalian?" tanya Taylor penasaran.


Xabara melirik Rovert sementara Rovert tersenyum lalu berkata, "dia satu-satunya perempuan yang merendahkanku Tan karna dunia tau aku G*y."


Taylor terkekeh, "lalu?"


"aku menyukai itu karna merasa tertantang." jawab Rovert singkat entah itu dalam lubuk hati atau ucapan bibir semata tapi Xabara tidak terganggu sama sekali.


"saat Mom-mu memberi tau Tante kalau Kekasihmu akan datang detik itu juga, Tante sangat penasaran siapa gadis yang bisa menakhlukkan hatimu dan calon menantu yang sangat di sayangi Mom-mu." Taylor.


Barrest tersenyum lebar, "apa ada sahabat baik Nona? saya mau perempuan yang separuh dari kemampuan Nona."


Xabara tersenyum tipis, "ada."

__ADS_1


Barrest bersemangat, "boleh comblangi saya dengannya Nona?"


Xabara tersenyum miring, "kau tidak akan tahan bersamanya, kemampuannya memang 11. 12 denganku tapi mulutnya jauh lebih berbisa dariku."


Barrest semangat sekali mendengarnya lalu Rovert menoleh ke Xabara.


"apa gadis yang aku lihat malam itu Xabara?." tanya Rovert.


"hmm." jawab Xabara


Rovert menatap Barrest serius, "aku harap kau cari perempuan lain saja Barrest..! mulut dia sangat menyeramkan."


Barrest seperti tidak peduli, "apa dia bisa menguasai banyak bahasa seperti Nona?"


Xabara balas anggukan semakin membuat Barrest semangat lalu bertanya lagi dan Xabara mulai malas langsung berbisik di telinga Barrest.


"dia seorang Anggota Higanbana yang sadis, jika kau menghianatinya atau membuatnya kesal dia akan langsung menebas kepalamu." bisik Xabara.


Barrest tertawa terbahak-bahak karna mengira Xabara hanya menakutinya saja, Rovert dan Taylor memandang Xabara penuh tanya mengapa Barrest tertawa seperti itu tapi Xabara hanya mengangkat bahunya acuh sambil tersenyum tipis saja.


.


di Toilet,


Xabara mencuci kedua tangannya lalu melihat dari pantulan cermin ada wanita yang memakai gaun yang pernah Xabara inginkan.


"oh.. ini Ariel Terre." batin Xabara.


"apa kau memang tunangan Tuan Rovert? pasti pura-pura kan? bagaimana pertemuan kalian? apa kau tidak tau kalau aku punya hubungan dengannya?"


Xabara menaikkan sebelah alisnya, "aku tidak menyangka perilakunya sangat buruk." batin Xabara lalu mengabaikan Ariel Terre.


"kau dengar aku tidak? apa kau buta teknologi?" bentak Ariel Terre merasa preman disini padahal tidak tau kalau Xabara jauh diatas kelas preman.


"kau bicara denganku?." tanya Xabara seolah tidak tau sambil berbalik dan melihat kekiri serta kekanan.


"lalu kau fikir siapa lagi makhluk disini?" tanya Ariel dengan tangan terkepal muka memerah.


"aku fikir kau sedang telfonan dengan sesuatu ditelingamu." jawab Xabara tenang.


Ariel semakin benci saja melihat penampilan Xabara yang sangat berkilau, "apa wajah dan tubuhmu ini asli? pasti operasi plastik kan?"


Xabara memutar kedua bola matanya dengan malas, "aku sudah ditelfon olehnya." Xabara menunjukkan layar ponselnya yang tertera nama Rovert.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2