Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
mengenal nya?


__ADS_3

.


.


.


Aya melihat sekitar sembari menunggu Barrest selesai dengan transaksinya.


"sudah !? mau belanja lagi?" tanya Barrest mendekati Aya.


Aya mendekati Barrest hal itu membuat jantung Barrest berdebar, mudah sekali Ia jatuh hati pada sosok gadis didepannya padahal mereka belum menikah dan belum cukup 1 bulan kenalnya.


Aya mengintip dibalik lengan Barrest ke belakang calon suaminya itu, Barrest menyadari ada yang membuat Aya gelisah akan sesuatu.


"ada apa Aya?" tanya Barrest.


Aya mendongak dan pandangan mereka berdua begitu dekat hanya sekitar 5 CM saja, Barrest bisa melihat wajah Aya yang sangat cantik dimatanya walau Aya tidak secantik Xabara tapi kecantikan Aya juga bisa masuk jajaran artis.


"bisakah kau diam?" tanya Aya dengan serius.


"Ekhem!! iya aku akan diam tapi katakan dulu ada apa? apa ada musuhmu?" Barrest pun berbisik.


Aya mendengus lalu kembali mengintip secara perlahan ke belakang Barrest, "bagaimana jika dia mengenaliku? habislah aku kalau dia mengenaliku, tapi 5 tahun sudah berlalu apa dia kenal? apa aku tanya saja? apa aku harus buat dia Amnesia?". batin Aya.


Aya berdecak, "aku tidak mungkin bisa membuatnya amnesia, ingatan yang bisa dihapus hanya 30 menit sebelum kejadian sedangkan dia? 5 tahun yang lalu. aduuh..!! Nona bisa marah kalau tau ada yang mengenalku." batin Aya gelisah sambil meremas jaket Barrest.


Barrest melihat Aya yang terlihat aneh, Ia menggendong Aya seperti karung beras bukannya berteriak Aya hanya meremas bahu Barrest sambil menutupi wajahnya mengintip ke belakang Barrest lewat celah jari-jarinya.


Aya bisa melihat Aldo tampak mencarinya, Aya melebarkan matanya di celah jarinya segera Ia menurunkan wajahnya supaya tidak dilihat oleh Pria itu.


Barrest melirik Aya, "sebenarnya apa yang Aya cari? apa memang ada musuh? aku harus cepat bawa dia pergi dari sini." batin Barrest.


.


di Apartemen Aya,


"mau masuk?" tanya Aya dengan datar ke Barrest.


Barrest tersenyum tipis lalu tangannya hendak terulur mengelus kepala Aya tapi dipelototin oleh Aya, seketika Ia mengurungkan niatnya.


"kenapa kamu tidak suka di elus? bukankah perempuan suka di elus kepalanya?" tanya Barrest sambil menurunkan tangannya.


"apa kau fikir aku anj*ng atau kucing?" Aya.

__ADS_1


Barrest menggaruk kepalanya, "jadi kamu sukanya apa?" tanya Barrest.


Aya memutar kedua bola matanya dengan malas, "Nona Xabara."


Barrest terkekeh, "apa kamu Lesb*an?"


Aya mendorong Barrest, "sana pergi jauh!!" usir Aya seperti mengusir binatang asing yang masuk ke daerah kekuasaannya.


Barrest terkekeh, "imutnya !?" Barrest mencubit pipi Aya.


Aya melototkan matanya lalu tangannya menepis tangan Barrest namun tangan lain Barrest mencubit pipi Aya yang lain.


"Kau mau mati ha?"


Aya seketika mengeluarkan pisau andalannya lalu memainkannya dengan lihai didepan Barrest yang tertawa senang melihat wajah galak Aya.


"imutnya!" gemas Barrest lagi malah tidak takut.


Aya yang geram pun menyerang Barrest, bisa-bisanya mereka berkelahi dilorong Apartemen itu ternyata Aya mendapatkan Rival lelaki yang kuat dan kemampuannya setara dengannya.


Barrest menepis tangan Aya lalu Aya berputar dan tangannya yang lain menyerang Barrest yang mengelak, Ia meladeni Aya yang sangat kuat bagi ukuran perempuan.


"Barrest kauu?? dasar penipu !? aku benar-benar akan menghabisimu." ucap Aya dengan marah.


cupp!!


Aya memerah karna marah ketika pelipisnya di kecup Barrest, "kauuu??"


Barrest segera melarikan diri dan mengedipkan matanya ke arah Aya yang berlari mengejarnya.


"kemari kau...!! Barresstt !!?" Aya seperti sedang dilec*hkan oleh calon suaminya itu padahal hanya di cium pelipis saja.


pintu lift terbuka menampilkan sosok Aldo yang berjalan ke arah Apartemen barunya, Ia tersentak melihat Aya berlari menyerang seorang Pria yang tengah membelakanginya.


"siapa itu?" batin Aldo merasa cemas memiliki saingan berat.


buughhh..!


Barrest terus berlari dengan cara mundur kebelakang malah menikmati setiap serangan maut yang dilakukan oleh Aya sampai Barrest gemas menggendong calon istrinya lalu memutarnya ketika Barrest menurunkan Aya tak sengaja Ia melihat Aldo tengah mematung menatapnya.


"Aya kamu punya tetangga?" tanya Barrest.


"jangan berbohong padaku..!" ketus Aya meninju dada bidang Barrest yang mengaduh.

__ADS_1


"aku tidak bohong..! lihatlah kebelakang, dia Aldo seorang Pengusaha ternama dibidang Perabot." bisik Barrest yang tidak marah dijadikan samsak tinju oleh Aya.


Aya menoleh kebelakang betapa terkejutnya Aya melihat Aldo, "ka-kau? sedang apa disini?"


Aldo memperhatikan tangan Barrest yang memegang pinggang Aya, Barrest mengerutkan keningnya.


"belum apa-apa aku udah punya saingan?" batin Barrest.


"ekhemm!!" Aldo berdehem.


"aku pemilik Apartemen ujung." kata Aldo.


"kenalkan namaku Aldo, semoga kita jadi tetangga yang baik ya?" Aldo mengulurkan tangannya.


Aya terpaksa menerima uluran tangan itu karna Ia tidak mau di curigai tapi di tahan oleh Barrest.


"yah..!! anda seorang Pengusaha yang sudah punya Istri itu ya?" kata Barrest menjabat tangan Aldo.


Aldo menatap tak senang Barrest, "kami sudah lama bercerai."


Aya diam ternyata Barrest berguna juga melindunginya, "inilah yang dirasakan Nona ketika di dekati banyak lelaki." batin Aya.


Aldo mencengkram tangan Barrest yang menatap datar Aldo, walau Ia hanya seorang Asisten tapi Uangnya lebih banyak dibanding Aldo jika Barrest mau Ia bisa mendirikan Perusahaan sendiri tapi tidak dilakukannya karna kesetiaannya pada Rovert.


"senang berkenalan dengan anda." ucap Aldo penuh makna.


Barrest melihat arah tatapan Aldo pun segera menarik tangan Aya dan melindunginya dengan tubuhnya, Aya diam saja dibalik punggung Barrest.


"tidak salah lagi dia pasti mengenaliku." batin Aya menebak.


"apa yang harus aku lakukan? bagaimana dia bisa mengenaliku coba? tenang Aya!! tenanglah! bersikaplah senatural mungkin, bukankah kau seorang Artis di kalangan Mafia?" batin Aya menyemangati dirinya sendiri.


Barrest balas dengan cengkraman kuatnya sampai Aldo meringis dan segera melepaskan tangannya dari Barrest yang tersenyum miring, Aldo menyembunyikan tangannya yang bergetar.


"Aya kamu ikut aku !?" Barrest segera membawa Aya pergi memasuki Lift meninggalkan Aldo yang tak lepas memandang Aya.


"dulu aku salah pilih menikahi pembohong itu tapi sekarang aku yakin dialah penyelamatku yang sebenarnya." gumam Aldo sampai pintu Lift tertutup.


Aldo memang sudah pernah menikah dengan seorang wanita yang mengaku sebagai penyelamatnya, semua cerita wanita itu sangat mirip tapi setelah beberapa bulan menikah dan semakin lama Aldo tau Wanita itu pembohong yang pernah berada di sisinya ketika mabuk sehingga tanpa sadar Aldo menceritakan sosok itu sehingga Wanita itu tau kejadian yang pernah menimpa Aldo, saat ketahuan kebohongan wanita itu Aldo langsung menceraikannya serta mengusirnya seperti manusia hina.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2