Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
aroma


__ADS_3

.


.


.


sejak ramuan itu memasuki tubuh Rovert, Rovert tidak lagi begitu berna*su begitu berlebihan lagi walau begitu Rovert tetap mes*m pada Xabara.


hari-hari mereka lewati bersama sampai tidak terasa usia sikembar akan genap 1 tahun, sesuai dengan janji Rovert yang akan merakan Pesta Pernikahan dengan Xabara telah menyiapkan semua janjinya itu dan memastikan semua tidak akan gagal.


Undangan pernikahan Rovert dan Xabara tersebar luas di penjuru Kota-Desa lewat Online yang akan diadakan disebuah Restaurant mewah sekaligus merayakan Ulang tahun Sikembar Maldev di hari yang sama.


di Toko Berlian (Toko Taylor).


Xabara tengah mengenakan gaun pengantin terlihat sangat cantik tapi sedang tidak fokus.


"kenapa sayang?" tanya Rovert melihat Xabara terlihat memikirkan sesuatu,


Xabara menoleh ke Rovert, "Rovert aku ingin Orang dari kalangan rakyat kecil bisa memasuki acara pernikahan kita."


Rovert mengulum senyum tampannya, "aku sudah menyiapkan itu semua."


Xabara menautkan kedua alisnya, "ha? kamu sudah menyiapkan? bagaimana bisa?" tanya Xabara.


"aku telah menyiapkan Undangan Online, VVIP, VIP, menengah sampai kalangan bawah, tapi aku membuat orang-orang penting di lantai 2 setelah bersalaman dengan kita sayang dan dilantai pertama khusus untuk Orang yang mau masuk dengan Barkod Undangan Online." jelas Rovert.


Xabara tersenyum manis mendengarnya, "aku tidak menyangka kamu menyiapkan banyak hal."


Rovert mengelus hidung Xabara dengan mesra, "aku tau apapun yang dipikirkan Istri kesayanganku ini."


Xabara tersenyum saja mendengarnya, memang Rovert membuatnya bahagia karna mau mengizinkan Rakyat biasa memasuki Pesta pernikahan mereka walaupun dibedakan menurut Xabara hal itu sangat wajar sebab tidak semua Orang-orang Kaya-Raya sudi bersebelahan dengan rakyat kecil.


"bagaimana gaun pengantinnya sayang? kamu suka? apa tidak terlalu terbuka." tanya Rovert memegang bahu Xabara yang terbuka.


Xabara mengangguk, "memang sedikit terbuka tapi semua Gaun pengantinnya memang seperti ini modelnya dan menurutku inilah yang lebih tertutup dari semua Gaun."

__ADS_1


Rovert berdecak sebal, "aku harus mengomeli Tante Taylor."


Xabara tersenyum tipis, "mau kamu apakan Tante Taylor hmm? gaun pengantin memang seperti ini kecuali dari jauh-jauh hari aku buat model sendiri."


Rovert menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "maafkan aku yang terlalu sibuk sampai tidak memikirkan hal ini sayang."


"tidak apa..! aku tau dari siapapun kalau kamu sangat sibuk Rovert, pekerjaan, perayaan kamu mengurusnya sendiri tanpa bantuan siapapun." Xabara.


Rovert menangkup kedua pipi Xabara dan mengatakan itu semua sangat wajar sebab Rovert memang sangat ingin merayakan Pesta Pernikahan dengan Xabara serta memamerkan pada dunia Xabara adalah Istrinya.


setelah memilih Gaun pengantin, Xabara dan Rovert kembali ke Mansion dengan raut wajah sama-sama lelah tapi ketika melihat An dan Ana berlarian dengan kaki kecilnya menyambut kepulangan Kedua Orangtuanya hilanglah rasa lelah mereka.


"sayang??" Rovert menggendong Ana.


An mengelilingi Mommynya yang tertawa lepas melihat tingkah menggemaskan Putra Kecilnya, Ratu tertawa terbahak-bahak melihat hal itu membuat Ratu semakin mencintai kedua Cucunya. sedangkan Para Pelayan Setia Mansion ikut tertawa melihat kelakuan menggemaskan Putra-Putri Penguasa itu.


"Mom.. mom.. mom..! " An berlarian mengelilingi Xabara sedangkan Ana sudah berada di gendongan Rovert.


Rovert menciumi pipi gembul Ana lalu membawa Putrinya berputar dan tak bosan-bosan menciumnya seolah rasa lelahnya memang sudah hilang entah kemana melihat Buah hatinya yang cantik tertawa sehingga sangat menggemaskan dimata siapapun.


An yang sejak tadi berlari mengelilingi Xabara langsung masuk ke pelukan Xabara, Xabara memejamkan matanya memeluk Putra kecilnya lalu bangkit sambil menggendong An.


"apa Putra Kecil Mom sudah Mam?" tanya Xabara dengan lembut.


(Mam \= Makan).


An mengangguk dengan bahasa cadelnya yang belum jelas tapi Xabara mengerti karna instingnya sebagai seorang Ibu.


"waahh..! Putra Mommy semakin lucu ya?" Xabara mencium kening An.


"sudah-sudah..! apa kalian sudah makan siang tadi? jangan karna acara Pernikahan Kalian 2 hari lagi, kalian jadi tidak sempat makan." tanya Ratu sambil melangkah ke arah Xabara.


Rovert di sofa menyahut bahwa mereka tentu makan siang, Rovert mana mungkin membiarkan perut Istrinya kosong walau sesibuk apapun, tapi kalau Rovert ya mana peduli dirinya sendiri kalau lapar ya mau makan kalau tidak lapar yang tidak akan ingat makan, Rovert hanya mementingkan Xabara saja.


Xabara terkekeh ketika An membuka sleting baju depannya seperti minta nyus* tentu saja dengan gemas Xabara memindahkan posisi gendongan An dan memberikan put*ngnya pada An yang langsung melahap asi Mommynya.

__ADS_1


"apa tanganmu enggak lelah sayang?" tanya Ratu khawatir Xabara akan pegal menggendong An yang beratnya jelas semakin bertambah.


"tidak apa Mom..! aku tidak merasa berat sama sekali." jawab Xabara sambil menimang An yang menurutnya tidak berat sama sekali.


Xabara adalah Ratu Mafia tentu saja mengangkat beban berat sudah biasa baginya, jadi ketika menggendong Anaknya masih sangat ringan menurutnya.


Ratu tersenyum lembut melihat Xabara tertawa memainkan tangan An yang suka mengelus pipi dan dagu Xabara walau bibir mungil Putranya Xabara itu sibuk dengan aktifitasnya, lalu Ratu menoleh ke Rovert yang tampak bahagia dengan Ana.


"beruntung Xabara melahirkan anak kembar." batin Ratu terkikik gemas Rovert dan Xabara memiliki anak sendiri-sendiri tidak saling berebutan sama sekali.


dulu Ratu hanya memiliki 1 anak dan itupun begitu lengket pada Suaminya sampai kemanapun Suaminya pergi Rovert pasti mengikuti suaminya saja sampai Ratu cukup kesepian menunggu kepulangan Keluarganya, walau begitu Ia tidak memaksa anaknya untuk tetap tinggal terkadang Ratu berharap ingin punya anak lagi tapi takdir tidak mengizinkan.


Xabara membawa An yang masih menyus* dengannya menuju Dapur, Xabara memakan salad buah yang selalu disiapkan Pelayan Mansion yang begitu tau cemilan kesukaan Xabara di Kulkas.


"bagaimana sayang? apa gaun pengantinnya cocok?" tanya Ratu.


"cocok saja Mom..!" jawab Xabara sambil tersenyum.


"ini An kenapa semakin manja padamu sayang? seharusnya anak laki-laki lengket sama Papanya kan?" kekeh Ratu.


Xabara tertawa kecil, "tidak apa Mom..! menurutku An akan sama sepertiku, dia memiliki aura yang sangat aku sukai." senyum manis Xabara mencium kening An yang memejamkan mata nya tapi bibir mungilnya masih kuat menyed*t asi Mommynya.


"aura apa sayang?" tanya Ratu.


Xabara tersenyum saja karna tidak mungkin Ia memberi tau aura yang Ia sebutkan, menurut Xabara An akan tumbuh besar menjadi Orang yang sangat menakutkan jika disinggung bukan berarti Ana tidak sama hanya saja perbandingan Xabara Putranya lebih kuat apalagi dar*h Mafia Xabara mengalir dalam tubuh anak-anaknya itu.


"anakku akan jadi psikopat jika Orang yang dicintainya terluka." batin Xabara yang bisa mencium aroma psikopat dalam diri An.


Xabara tidak takut anaknya menjadi Orang yang sangat menakutkan nantinya yang paling penting bagi Xabara anak-anaknya mampu menjaga diri.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2