
.
.
.
Xabara keluar dari Ruangan Rovert ditemani oleh Rovert itu sendiri.
"tunggu sebentar!" pinta Rovert.
Xabara mengangguk hendak duduk tapi Rovert malah menarik lengan baju Xabara, "sedang apa kau?"
"aku tidak boleh menyentuh kulitmu tapi bajumu boleh kan?." jawab Rovert santai.
Xabara menepis tangan Rovert, "kau punya mulut kan? kenapa kau bertingkah seperti orang bisu?"
Rovert kehabisan kata-kata lalu mereka datang ke Ruangan Rapat yang ternyata semua sudah selesai, Xabara bersadar di sisi pintu seperti menunggu Rovert yang sedang berbicara.
Barrest berlari ke arah Xabara, "Nona! maafkan saya yang tidak mengenal Nona, saya selalu kerepotan dengan banyaknya wanita yang selalu menyamar mengatakan punya janji dengan Tuan Muda. maafkan saya karna tidak percaya pada Nona sebelumnya."
Xabara memandang Barrest yang menundukkan kepalanya, "jadi kau Barrest?"
Barrest melangkah mundur, "i.. iya Nona."
Xabara tersenyum miring saja, "baiklah kau aku maafkan, lagian Pria bodoh itu pasti tidak pernah mengatakan apa-apa tentangku kan?"
"be.. benar Nona, terakhir saya mendengar Tuan Muda mengatakan sedang stress karna masalah Nyonya Besar menjawab panggilan seorang perempuan yang disembunyikan dengan baik oleh Tuan Muda tapi dia tidak mengatakan apapun mengenai Nona adalah kekasihnya, saat itu Tuan terlihat sangat frustasi jadi saya berpikir....."
Xabara mendengarkan cerita Barrest yang panjang lalu Ia mengangguk saja, hal itu tidaklah salah Barrest sepenuhnya tapi semua memang terjadi begitu saja, Xabara juga baru tau kalau Barrest seorang sahabat juga Asisten Rovert.
"tidak masalah." potong Xabara.
Barrest tak lagi berbicara karna Xabara tidak mau mendengar ocehan Barrest lagi, "maafkan saya Nona."
"hmm." jawab Xabara.
Rovert kembali ke Xabara, "bicara apa kau padanya?" tanya Rovert ke Barrest.
"anda yang salah Tuan, kenapa anda tidak bilang kalau Nona Xabara adalah kekasih anda?." Barrest malah balik menyerang Rovert.
Rovert hanya memalingkan muka ke Xabara seolah tidak peduli pada Barrest yang protes karna tidak diberitau tentang Xabara.
"apa kau sudah makan?" tanya Rovert.
Xabara menggeleng kepalanya, "makan dimana?"
Rovert tersenyum tipis, "ayo kita makan diluar aku tau makanan yang paling enak dimana."
Barrest menganga saja ditempat, Ia tidak tau harus sedih atau bahagia melihat Rovert akhirnya punya Kekasih perempuan.
.
Rovert dan Xabara berjalan beriringan, kali ini Xabara ikut ke mobil Rovert meninggalkan Mobilnya disana, kedua satpam tadi lega karna Xabara tidak marah pada mereka sebab membuat Xabara menunggu terlalu lama didepan pintu Perusahaan.
selama perjalanan Rovert menceritakan keluhannya ke Xabara, entah mengapa berbicara dengan Xabara membuat Rovert merasa lebih baik.
__ADS_1
"rekap ulang saja." ujar Xabara tiba-tiba.
"hmm?" Rovert menoleh sesekali ke Xabara.
Xabara menjelaskan permasalahan Rovert yang tidak begitu sulit menurutnya, Rovert sampai menganga mendengar jalan keluar yang Xabara sampaikan.
"apa kau seorang pembisnis?" tanya Rovert serius.
Xabara terkekeh pelan, "aku seorang mafia elit tentu harus tau banyak hal."
Rovert menganggukkan kepalanya sampai tiba di Restaurant masih juga membahas hal bisnis, diam-diam Rovert merasa bangga pada Xabara yang kelak akan menjadi Istrinya.
"Tuan Muda." sapa seseorang hingga Rovert menghentikan langkahnya.
Xabara seperti mengenal suara itu, "awal yang bagus." batin Xabara tersenyum tipis.
Randy berlari ke arah Rovert dan tersenyum lebar, "ternyata tebakan saya tidak meleset, selamat siang Tuan Muda." ucap Randy dengan hormat.
Rovert memperhatikan penampilan Randy, "siapa?"
"saya Randy Tuan Muda, saya Manager baru yang diangkat beberapa hari yang lalu di Perusahaan Cabang ketiga X Company Group." kata Randy dengan sopan.
"oh." Rovert menoleh ke Xabara yang merangkul lengannya.
"aku sudah lapar." rengek Xabara.
Rovert menaikkan sebelah alisnya, "apa ini mantan suaminya?." batin Rovert langsung bisa menebak.
Randy terkejut melihat Xabara yang sangat cantik tapi Ia mana tau kalau Xabara adalah gadis yang dicari-cari olehnya selama ini.
"hmm." Rovert berlalu pergi dari Randy yang masih terhipnotis dengan kecantikan Xabara.
Rovert melirik tangannya yang dirangkul oleh Xabara, Ia tersenyum tipis dan berbisik di telinga Xabara terlihat sungguh mesra.
"apa dia mantan suamimu?."
Xabara menoleh ke Rovert hingga pandangan mereka berdua begitu dekat, Randy kebetulan berbalik dan melihat tatapan kedua pasangan itu.
"kecantikannya sangat tidak normal." gumam Randy yang cemburu pada Rovert yang bisa memiliki kekasih seperti Xabara.
Rovert menyunggingkan senyumnya, "ada apa dengan ekspresimu? persis seperti seekor kucing yang baru saja tertangkap basah mencuri ikan di dapur tetangga."
Xabara mendengus, "kau menyamakanku dengan kucing?"
"tidak masalah, aku sudah menandatangani kontrak denganmu jadi manfaatkan aku sesuka hatimu." kata Rovert.
Xabara menganggukkan kepalanya hal itu membuat Rovert mengulum senyum sepanjang perjalanannya ke Ruangan Privat untuk makan siang bersama.
.
selesai makan,
"jadi bisa ceritakan padaku tentangmu." pinta Rovert.
Xabara menatap tajam Rovert, "tidak usah mencaritau tentangku."
__ADS_1
Rovert menghela nafas, "besok malam aku ada acara di Perusahaan cabang tempatnya bekerja, aku pikir kau mau ikut denganku soalnya kedua orangtua Pria itu pasti akan datang."
Xabara melebarkan matanya, "oh ya?"
Rovert menahan senyumnya, "aku harus tau ceritamu supaya aku bisa bermain dengan baik."
Xabara meminta Rovert menjelaskan semuanya terlebih dahulu, mereka bertukar cerita sampai 1 jam bersama padahal makanan sudah habis.
.
malam hari, Xabara berada di Apartemennya.
"Nona?" Aya tiba dihadapan Xabara.
"hmm? apa ada masalah?." tanya Xabara melirik Aya yang tak jauh darinya.
"duduklah!" pinta Xabara.
Aya pun duduk disamping Xabara.
"saya membuat kesalahan Nona, maafkan saya." ucap Aya menundukkan kepalanya.
Xabara menaikkan sebelah alisnya, "katakan!"
"Bian punya kembaran dan dia lah yang berusaha mencari kita Nona, saya membuat kesalahan tidak mengetahui hal ini terlebih dahulu."
Xabara mengangguk, "tidak masalah! untuk saat ini kita tinggal disini lagian dia tidak akan tau wajah Ratu Higanbana."
Aya menatap Xabara yang tersenyum lalu memegang tangan Aya dan mengatakan banyak hal supaya Aya tidak merasa takut padanya padahal Xabara tidak pernah membentak Aya tapi mengapa Aya selalu takut jika membuat kesalahan sedikit saja.
"saya membuat Nona dalam masalah." cicit Aya.
Xabara menggeleng kepalanya, "sejak memasuki dunia itu artinya aku sudah siap mendapatkan setiap masalah."
Aya menundukkan kepalanya karna sejujurnya baru kali ini Aya membuat masalah pada Xabara tapi Nonanya itu tidak marah malah bukan hal yang mengherankan lagi.
"siapa nama saudara kembarnya?" tanya Xabara beberapa saat kemudian.
"Bion Nona." jawab Aya.
.
ke esokan harinya Xabara pergi ke Toko Gaun dan membeli Gaun limited dengan uangnya sendiri.
"ini satu-satunya?" tanya Xabara.
"benar Nona." jawab pelayan toko dengan senyum merekah.
"ta.. tapi yang itu sudah dipesan oleh Artis Top Ariel Terre." cicit Pelayan yang lain.
"Ariel Terre?" beo Xabara.
"kenapa kamu bilang begitu ke Pelanggan baru kita yang cantik ini? lagian Artis itu sangat sombong bahkan belum membayar uang muka nya, Nona ini mau beli langsung tanpa kredit ataupun memakai uang muka." kata Pelayan yang melayani Xabara.
.
__ADS_1
.
.