Identitas Tersembunyi Nona Xabara

Identitas Tersembunyi Nona Xabara
Bonus Chapter 12


__ADS_3

.


.


.


nama Alena semakin terkenal di dunia Olahraga, Alena masih berumur 6 tahun sudah dikenal banyak orang yang hobi berolahraga terutama dibidang Anggar.


Rovert sampai membuatkan Ruangan khusus untuk penampung segala piala kebanggaan Alena, Alena begitu aktif di dunia Olimpiade berbeda dengan Ana yang sibuk semakin memperdalam ilmu racunnya itu.


"sayangg?? Alenaa?? kamu dapat hadiah dari Abang sayang." teriak Ratu sambil membawa sebuah kotak paketan yang panjang.


Alena yang sedang makan coklat di Ruang tamu dengan Rovert pun meloncat dari pangkuan Rovert dan lari ke arah Ratu, Alena melompat-lompat semangat meminta kotak hadiah dari Abangnya dibuka.


Bagi yang Penasaran jenis Olahraga Anggar ya?



"waahhh??" Alena berbinar dan memekik kegirangan melihat senjata spesial Anggar pemberian An buatan tangan Idola Alena yang seorang di segani di dunia Anggar.


"benarkah Mom? ini buatan Pria itu? bagaimana cara An mengenal Idola Alena?" tanya Rovert sampai kagum ada tanda tangan Idola Alena.


"Mom tidak tau nak." jawab Ratu yang memang tidak tau asal-muasal An bisa membuat Idola Alena membuatkan senjata khusus untuk Alena yang hobi Anggar.


Alena memegang Senjata Anggarnya lalu melompat-lompat senang sambil mengerak-gerakkan senjatanya ke arah tempat yang kosong.


"hihihi..!" Alena berlari menaiki tangga sambil memeluk kertas berisi tanda tangan Idolanya.


Rovert dan Ratu tertawa bersama melihat keceriaan Alena mendapatkan hadiah spesial dari Abangnya berupa Senjata Anggar buatan tangan sang Idola Alena sendiri itu.


"biarkan saja dia bersenang-senang nak!" kata Ratu yang membuat Rovert mengangguk padahal Ia sempat ingin menyusul Alena.


Xabara dan Ana tiba di Mansion membawa banyak makanan manis kesukaan Alena lalu Rovert menceritakan hadiah An ke Alena membuat Xabara tersenyum lembut betapa bangganya Ia memiliki darah daging seperti An, Ana dan Alena yang saling menjaga juga saling menyayangi satu sama lain walau sedang sangat sibuk.


"jadi Alena sedang bahagia di Kamar Anggarnya?" tanya Xabara.


Ana berlari menaiki tangga sambil menenteng makanan manis favorit Alena, mereka akan merayakan kemenangan pertama Alena dengan mengundang Orang-orang terdekat Xabara saja.


"adekk?" Ana memasuki Kamar Alena yang sedang memasukkan senjata pemberian An ke Lemari Kaca.


"kakak?? ini hadiah abang..! Abang bilang ini buatan tangan idola anggarrr Adek." jawab Alena dengan ceria.


Ana ikut bahagia dengan kegembiraan Alena juga membantu Adiknya memajang tanda tangan Idola Alena yang seorang Pemain Anggar Legendaris juga pembuat senjata limited Anggar yang ternama setelah pensiun.


malam harinya,


Alena dipeluk oleh Barnes, Bonitania (anak Aya dan Barrest).


"selamat ya adek?" ucap Barnes dengan tulus.

__ADS_1


Alena mendapatkan banyak hadiah dari Barnes, Bonitania, Arenli (anak sulung Lion dan Irene), Anendra Lion (anak bungsu Lion dan Irene), belum lagi hadiah dari Aya dan Irene.


"selamat ya sayang?" Aya mencium gemas Alena yang tersenyum cerah.


Irene mencubit gemas pipi Alena yang sangat menakjubkan, mereka senang merayakan kemenangan pertama Alena. Rovert yang paling bangga dengan kemenangan anaknya.


.


"Xabara?" panggil Aya.


Xabara menoleh lalu mendekati Aya yang sedang jalan bersama Irene.


"kenapa? apa kalian butuh sesuatu? tidak usah sungkan ambil aja apa yang kalian butuhkan." Xabara menatap Aya dan Irene bergantian.


Irene juga sudah tau identitas Xabara 3 tahun yang lalu lewat Lion, awalnya kata-kata Lion cuma di anggap candaan saja oleh Irene tapi tidak disangka ucapan suaminya selama itu memang benar. namun, Irene tidak tau Xabara lah yang membuat Sepupunya gila.


Irene tidak takut berteman dengan Xabara, Ia malah bangga punya teman seorang Ratu Higanbana yang sangat dikagumi banyak orang dan yang paling utama Xabara adalah jembatan terindah Irene sehingga bertemu dengan Lion yang sangat menyayangi Irene dan tidak pernah membuat Irene menangis sampai detik ini.


"apa Alena akan aman?" tanya Aya serius.


Xabara mengerutkan keningnya, "apa maksudmu? tidak ada yang tau kalau Alena anakku."


"aku lihat rekaman dia saat bermain Anggar itu benar-benar sangat mengagumkan bagi anak seumurannya, aku rasa lawannya hari itu akan membencinya." kata Aya serius.


"iya Xabara, dia memiliki darahmu sudah jelas Alena tidak akan normal pasti mengundang banyak musuh yang iri pada bakatnya." sahut Irene.


"kalian pikirkan saja anak-anak kalian yang bisa juga dalam bahaya." kata Xabara serius.


Xabara tau kedua sahabatnya juga menyayangi anaknya sama seperti menyayangi anak mereka sendiri, tapi anak Aya dan Irene juga tidak normal namun kedua wanita cantik itu malah mengkhawatirkan anaknya.


"Xabaraaa..?" kesal Aya dan Irene dengan serentak.


"kalian tenang saja, selama ada Rovert dan Aku tidak akan kami biarkan ada Orang yang melukai buah hati kami." ucap Xabara serius.


Aya dan Irene saling pandang lalu mengangguk percaya tapi tetap saja mereka khawatir Alena akan ketahuan sebagai anak Rovert dan Xabara, walau berbahaya mengundang musuh baru tapi setidaknya ada sisi baiknya yaitu Alena tidak akan direndahkan oleh siapapun.


sebenarnya posisi Alena serba salah kalau dikenal mengundang musuh kalau tidak dikenal juga dibenci orang.


Xabara melihat ke arah Alena yang bermain kejar-kejaran dengan Anak-anak Aya dan Irene.


"selama aku masih hidup tidak akan aku biarkan siapapun Orang yang berani membuat anakku terluka, 1 tetes darahnya akan aku bayar dengan nyawa pelakunya." kata Xabara tersenyum sangat tipis dan misterius.


Irene merinding sementara Aya tersenyum saja.


"aku sudah 3 tahun tau Identitasnya tapi kenapa aku masih takut dengan aura mafianya." bisik Irene ke Aya.


Aya mengulum senyum, "sebaiknya kamu urus bayi besarmu itu, sejak tadi matanya memandang kamu saja."


Irene menoleh ke arah tatapan Aya dan melihat sumringahnya Lion yang seperti ingin diperhatikan oleh Irene, Irene menepuk keningnya sambil geleng-geleng kepala. Aya tertawa lalu mendorong Irene ke arah Lion, inilah yang membuat Aya dan Irene sangat sibuk mengurus keluarga sampai sulit untuk berkumpul karena punya bayi besar yang tidak juga dewasa walau punya badan besar (suami mereka masing-masing).

__ADS_1


.


Rovert dan Xabara saling merangkul satu sama lain, mereka senang Alena begitu gembira bisa bermain sepuas itu dengan teman-temannya walau sempat sedih ditinggal An tapi Alena yang cerdas bisa mengerti keinginan An dan tidak merengek meminta An harus tetap bersamanya.


"adekkk?? kesini..!" teriak Ana.


Alena berlari ke arah Ana sambil memekik kegirangan berhasil melarikan diri dari kejaran Arenli dan Bonitania (Tania).


Xabara terkekeh melihat hal itu lalu menoleh ke Rovert yang mengecup kening Xabara.


"mereka adalah harta yang tidak ternilai pemberian Tuhan padaku melaluimu sayang, terimakasih telah mau bersusah payah melahirkan mereka untukku." ucap Rovert.


Xabara tersenyum lalu menyandarkan sisi kepalanya di bahu Rovert, "aku kangen dengan An."


"dia anak kita yang nakal akan kembali 1 tahun lagi." bisik Rovert.


"bagaimana penilaian pelatihnya disana?" tanya Xabara.


"dia memuji kemampuan An, bahkan dia merasa hidupnya merasa berharga memiliki murid sejenius An." jawab Rovert.


"aku senang An bisa beradaptasi dengan cepat." ujar Xabara.


Rovert tersenyum, "An itu anak kita sayang, dia seorang laki-laki yang akan memikul tanggung jawab besar menjaga Keluarga kecilnya."


Xabara memukul Rovert yang terkekeh pelan, "kenapa bahas keluarga kecilnya ha? anakku masih dibawah umur dan aku tidak mau anakku menikah muda."


Rovert tertawa merangkul pinggang Xabara sambil berkata, "semuda apapun anak kita kelak akan dewasa sayang, dia akan mengalami rasanya jatuh cinta."


Xabara mengulum senyum, "aku penasaran siapa perempuan yang bisa merajai hatinya."


"yang pasti seorang Ratu Akting yang punya banyak pesona hingga bisa menjerat hati anak nakal itu." jawab Rovert berbisik mesra.


Xabara mengangguk membenarkan lalu mereka kembali menatap Alena dan Ana yang saling melindungi satu sama lain ketika dikejar-kejar sehingga menjadi target permainan anak-anak itu, sebagai seorang Ibu tentu Xabara merasa bahagia melihat anaknya seceria itu tidak seperti Xabara dulu waktu kecil tidak punya hati karna masa kecilnya penuh dengan dendam dan kebencian.


.


.


.


The End----😊


Nae akan Comeback dengan Novel baru Kisah An dan Ana, rencana nya Nae mau buat 2 Novel baru yang pertama kisah An dan Ana, yang kedua Kisah Alena tapi satu-satu aja dulu ya? kita Fokus ke An dan Ana aja dulu.. wkwk..


Terimakasih dukungannya ya?.


.


.

__ADS_1


__ADS_2